BEIJING, DDTCNews - Pemerintah China kembali merelaksasi ketentuan restitusi PPN (VAT refund) bagi wisatawan asing yang mengunjungi negara tersebut.
Kebijakan yang dijuluki sebagai reformasi VAT refund versi 2.0 tersebut berfokus pada perluasan cakupan restitusi, penyederhanaan prosedur kepabeanan, serta peningkatan layanan digital yang terstandardisasi.
"Kebijakan ini dirancang untuk membuat restitusi pajak lebih nyaman dan lebih mudah diakses bagi para wisatawan dari luar negeri, sekaligus meningkatkan iklim konsumsi bagi wisatawan yang datang," kata Wakil Menteri Perdagangan Sheng Qiuping, dikutip pada Rabu (27/5/2026).
China telah menjalankan serangkaian kebijakan untuk menarik kunjungan wisatawan asing antara lain melalui kebijakan bebas visa, pengecualian visa transit 240 jam, dan perbaikan layanan pembayaran.
Pada 2025, pemerintah berinovasi menyediakan layanan VAT refund secara langsung saat pembelanjaan di toko, bukan di bandara menjelang wisatawan meningkatkan negara tersebut. Kebijakan itu bertujuan mendorong wisatawan asing berbelanja lebih banyak di China.
Hasilnya sesuai dengan perkiraan, jumlah wisatawan asing yang mengajukan VAT refund pada 2025 mencapai 270.000 atau naik 4 kali lipat dari tahun sebelumnya. Selain itu, jumlah toko yang melayani VAT refund juga telah melonjak menjadi sekitar 14.000 pada 2025, naik 4 kali lipat dari angka yang tercatat pada akhir 2024.
Pada tahun ini, pemerintah China terus memperluas gerai VAT refund di kawasan perbelanjaan utama, tempat wisata, dan pelabuhan masuk. Pemerintah menargetkan layanan VAT refund menjangkau seluruh daerah yang sering dikunjungi oleh wisatawan asing serta kegiatan pameran internasional seperti China International Import Expo dan Canton Fair.
Dalam reformasi VAT refund versi 2.0, pemerintah menargetkan menghapus semua hambatan dalam prosedur pemeriksaan kepabeanan. Berdasarkan aturan yang diperbarui, permohonan VAT refund atas pembelanjaan di bawah CHY10.000 atau Rp2,62 juta akan dilakukan pemeriksaan secara acak, bukan lagi mandatory, untuk mengurangi waktu tunggu di bandara dan pos pemeriksaan perbatasan secara signifikan.
Dilansir china.org.cn, pemerintah juga mendorong digitalisasi sehingga wisatawan asing dapat menyelesaikan prosedur VAT refund tanpa dokumen kertas mulai 1 Juli 2026. Dalam memproses pengajuan VAT refund, otoritas pajak dan otoritas kepabeanan akan mengambil data faktur secara elektronik melalui sistem terintegrasi.
Selanjutnya, layanan VAT refund juga bakal terstandardisasi di seluruh negeri sehingga wisatawan dapat memproses restitusi di berbagai pelabuhan keberangkatan serta memperpanjang periode keberangkatan hingga 28 hari setelah pembelanjaan. (dik)
