VIETNAM

Negara Ini Lanjutkan Diskon Pajak untuk Kendaraan Listrik hingga 2030

Aurora K. M. Simanjuntak
Senin, 20 April 2026 | 17.30 WIB
Negara Ini Lanjutkan Diskon Pajak untuk Kendaraan Listrik hingga 2030
<p>Ilustrasi.</p>

HANOI, DDTCNews - Pemerintah Vietnam berencana memperpanjang pemberian insentif pajak konsumsi khusus (special consumption tax/SCT) untuk kendaraan listrik (electric vehicle/EV) hingga 2030.

Pemerintah sudah mengajukan draf rancangan kebijakan insentif pajak tersebut kepada parlemen atau Majelis Nasional. Keringanan pajak untuk EV di Vietnam sebenarnya sudah diterapkan sejak 2022, tetapi insentif ini akan berakhir pada Februari 2027 mendatang.

"Pemerintah berencana memperpanjang pemotongan pajak konsumsi khusus untuk EV selama 4 tahun ke depan hingga akhir 2030. Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan penjualan EV sekaligus mengurangi emisi karbon," ujar Kantor Parlemen, dikutip pada Senin (20/4/2026).

Seperti dilansir dari channelnewsasia.com, pemerintah sudah memberlakukan insentif pajak konsumsi khusus untuk EV sebesar 1%-3%. Sebelum ada insentif, pajak yang dikenakan untuk mobil dan motor listrik sebesar 4%-11%.

Insentif pajak itu pun terbukti berhasil mendongkrak penjualan EV di Vietnam. Penjualan kendaraan listrik tercatat melonjak tajam, dari hanya 7.000 unit terjual pada 2022, menjadi 175.000 unit pada 2025.

Kondisi itu menunjukkan masyarakat yang menggunakan kendaraan listrik semakin banyak. Pada saat yang sama, hal ini membantu mengurangi emisi karbon yang dihasilkan oleh kendaraan berbahan bakar fosil seperti bensin atau diesel.

Menurut laporan parlemen, setiap unit kendaraan listrik membantu mengurangi emisi karbon dioksida (CO2) sebesar 0,85 metrik ton per tahun. Hal ini juga berkontribusi besar dalam upaya pemerintah mengejar net zero emission pada tahun 2045.

"Jika insentif pajak untuk kendaraan listrik terus diterapkan, hal itu bisa menghasilkan beberapa dampak positif, seperti mempercepat peralihan dari kendaraan biasa ke transportasi yang lebih hemat energi dan ramah lingkungan, mengurangi emisi karbon, serta meningkatkan kualitas udara terutama di kota-kota besar," tulis laporan pemerintah kepada parlemen. (rig)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.