HANOI, DDTCNews - Pemerintah Vietnam memutuskan untuk menghapus pengenaan pajak perlindungan lingkungan atas bahan bakar minyak (BBM) untuk sementara waktu.
Penghapusan pajak ini bertujuan mengendalikan harga BBM di tengah fluktuasi harga minyak global. Kebijakan tersebut berlaku pada 26 Maret hingga 15 April 2026.
"Pajak perlindungan lingkungan atas bensin, solar, dan avtur menjadi 0%," bunyi keputusan yang ditandatangani oleh Perdana Menteri Pham Minh Chinh, dikutip pada Senin (30/3/2026).
Melalui keputusan perdana menteri tersebut, pemerintah Vietnam menuliskan serangkaian kebijakan untuk menstabilkan pasar BBM domestik dan menjaga keamanan energi.
Tidak hanya pajak perlindungan lingkungan, atas penyerahan bensin, solar, dan avtur juga dibebaskan dari pungutan PPN, sementara pengusaha kena pajak (PKP) tetap diizinkan untuk mengklaim pengurangan pajak masukan. Selain itu, cukai atas bensin juga ditetapkan sebesar 0%.
Pemerintah menyatakan pemangkasan tarif pajak menjadi merupakan langkah mendesak dan efektif di tengah ketegangan di Selat Hormuz, yang digambarkan sebagai titik hambatan energi terbesar di dunia. Perang di Timur Tengah telah mengganggu aliran minyak global sehingga mengancam pasokan bahan bakar Vietnam.
Dilansir vnanet.vn, perdana menteri memiliki kewenangan untuk menerapkan pengurangan pajak atas bensin, solar, dan avtur jika diperlukan demi kepentingan nasional. Pemotongan pajak ini diharapkan dapat meringankan beban rumah tangga dan membantu perusahaan mempertahankan produksi dan perdagangan.
Menurut penghitungan pemerintah, pemangkasan berbagai jenis pungutan pajak atas BBM bakal menghilangkan potensi penerimaan negara rata-rata sekitar VND7,2 triliun atau Rp4,64 triliun per bulan. (dik)
