BENGKULU, DDTCNews - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bengkulu, Bengkulu, menghadirkan layanan mobil keliling khusus untuk pembayaran pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan (PBB-P2) di kawasan Festival Tabut 2026.
Kepala Bapenda Kota Bengkulu Noni Yuliesti mengatakan mobil keliling PBB-P2 beroperasi pada 16-26 Juni 2026 dan bisa melayani wajib pajak hingga pukul 20.00 WIB. Menurutnya, upaya ini menjadi bentuk komitmen pemkot untuk memudahkan warga Kota Bengkulu membayar pajak sekaligus mengoptimalkan penerimaan pajak daerah.
"Kami mengajak seluruh masyarakat Kota Bengkulu untuk memanfaatkan layanan mobil keliling PBB-P2 yang tersedia selama Festival Tabut berlangsung. Ini kesempatan yang baik bagi warga untuk melunasi pajak dengan proses yang mudah, aman dan transparan," ujarnya, dikutip pada Kamis (18/6/2026).
Noni menjelaskan warga Kota Bengkulu cukup membawa surat pemberitahuan pajak terutang (SPPT) PBB-P2 tahun 2026, lalu mendatangi lokasi mobil keliling yang disediakan. Nanti, petugas akan membantu proses pembayaran PBB sehingga wajib pajak tidak perlu mengantre panjang di kantor Bapenda.
Selain memberikan kemudahan transaksi, kehadiran mobil keliling juga diharapkan menjadi sarana edukasi mengenai pentingnya membayar pajak tepat waktu bagi para pengunjung. Terlebih, lokasi mobil keliling sangat strategis karena terletak di pintu masuk utama Festival Tabut 2026.
Noni menjelaskan Festival Tabut merupakan rangkaian kegiatan budaya tahunan terbesar di Provinsi Bengkulu. Festival ini mampu menarik ribuan pengunjung tiap tahunnya sehingga dinilai efektif untuk mengenalkan layanan mobil keliling PBB-P2 sekaligus menggaet masyarakat untuk membayar pajak.
Melalui inovasi pelayanan ini, Bapenda Kota Bengkulu optimistis target PBB-P2 tahun ini dapat tercapai. Tidak lupa, Noni turut mengimbau masyarakat segera memanfaatkan fasilitas yang tersedia untuk menunaikan kewajiban pajaknya.
Dia menyampaikan kontribusi wajib pajak sangat penting karena merupakan sumber utama pemasukan daerah. Pajak yang dibayarkan warga Kota Bengkulu akan digunakan untuk berbagai upaya perbaikan misalnya meningkatkan kualitas infrastruktur, pelayanan kesehatan, pendidikan, dan penyediaan fasilitas umum.
"Setiap pajak yang dibayarkan masyarakat akan kembali dalam bentuk pembangunan dan pelayanan publik yang lebih baik. Oleh karena itu, partisipasi aktif warga sangat kami harapkan," tutup Noni, dilansir teropongpublik.co.id. (dik)
