BULELENG, DDTCNews – Pemkab Buleleng, Bali meluncurkan inovasi pembayaran pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan perdesaan dan perkotaan (PBB-P2) menggunakan sampah yang telah dipilah.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Buleleng Ida Bagus Perang Wibawa menegaskan pendekatan ini merupakan langkah kreatif dan inovatif dalam optimalisasi pemungutan pajak daerah yang tetap selaras dengan isu global.
“Nantinya, sampah-sampah plastik khususnya itu dapat dikonversi secara ekonomi sehingga masyarakat bisa membayar PBB-P2. Ini adalah bagian dari langkah kerja kreatif dan inovatif Bapenda dalam mengoptimalkan pemungutan PBB-P2 yang juga tidak terlepas dari isu global, yaitu memerangi sampah plastik,” ujarnya, dikutip pada Kamis (7/5/2026).
Melalui program tersebut, masyarakat dapat membayar PBB-P2 menggunakan sampah yang sudah dipilah dan disetorkan ke bank sampah. Selain untuk meningkatkan kepatuhan pajak, inovasi ini sekaligus dimaksudkan untuk menekan permasalahan sampah plastik di daerah.
Terlebih, volume sampah terutama plastik terus meningkat dan menuntut pengelolaan yang lebih serius. Di sisi lain, kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban PBB-P2 masih perlu ditingkatkan. Melalui pendekatan ini, kedua persoalan tersebut dijawab dalam satu solusi yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.
Melalui program tersebut, masyarakat didorong untuk mulai memilah sampah dari rumah tangga masing-masing, kemudian menyetorkannya ke bank sampah. Selanjutnya, sampah yang telah dipilah dikonversi dan dapat digunakan untuk membayar PBB-P2.
Ida Bagus menambahkan program ini bukan sekadar menghadirkan alternatif pembayaran pajak, tetapi juga mendorong perubahan perilaku masyarakat. Ia berharap program ini dapat menumbuhkan kesadaran untuk memilah sampah sejak serta meningkatkan kepatuhan dalam membayar pajak.
Merespons inovasi tersebut, Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra menyatakan inovasi ini akan diperluas penerapannya. Dia juga menyampaikan harapannya agar masyarakat dapat memanfaatkan program ini secara aktif.
“Kami mau tularkan ke desa lain, sehingga nanti betul-betul sampah yang sudah dipilah bisa terkelola. Masing-masing bank sampah yang dimiliki nanti bisa melakukannya dengan optimal,” ujar Nyoman Sutjidra, seperti dilansir baliportalnews.com. (rig)
