Berita
Jum'at, 04 Desember 2020 | 12:40 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Jum'at, 04 Desember 2020 | 12:30 WIB
PMK 189/2020
Jum'at, 04 Desember 2020 | 12:00 WIB
LOMBA GRAFITAX DDTCNEWS 2020
Jum'at, 04 Desember 2020 | 11:22 WIB
RUU PELAPORAN KEUANGAN
Review
Rabu, 02 Desember 2020 | 15:04 WIB
KONSULTASI PAJAK
Minggu, 29 November 2020 | 09:01 WIB
SEKJEN ASOSIASI PERTEKSTILAN INDONESIA RIZAL TANZIL RAKHMAN:
Rabu, 25 November 2020 | 15:33 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 18 November 2020 | 16:01 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Data & alat
Rabu, 02 Desember 2020 | 17:31 WIB
STATISTIK PAJAK KONSUMSI
Rabu, 02 Desember 2020 | 09:18 WIB
KURS PAJAK 2 DESEMBER - 8 DESEMBER 2020
Jum'at, 27 November 2020 | 17:22 WIB
STATISTIK WITHHOLDING TAX
Rabu, 25 November 2020 | 09:15 WIB
KURS PAJAK 25 NOVEMBER - 1 DESEMBER 2020
Komunitas
Rabu, 02 Desember 2020 | 15:20 WIB
PODTAX
Rabu, 02 Desember 2020 | 07:00 WIB
KOMIK PAJAK
Selasa, 01 Desember 2020 | 17:14 WIB
KONFERENSI NASIONAL PERPAJAKAN
Selasa, 01 Desember 2020 | 17:00 WIB
IAIN SULTAN AMAI GORONTALO
Reportase
Glosarium

Beri Stimulus untuk Pesantren, Ini Harapan Sri Mulyani

A+
A-
3
A+
A-
3
Beri Stimulus untuk Pesantren, Ini Harapan Sri Mulyani

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam peringatan Hari Santri Nasional 2020. 

JAKARTA, DDTCNews – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan telah memberi berbagai stimulus untuk pesantren, termasuk saat masa pandemi Covid-19.

Sri Mulyani mengatakan stimulus tersebut untuk mendorong pesantren menjadi ekosistem mandiri dengan kegiatan ekonomi yang kompetitif. Dia berharap kegiatan ekonomi pesantren itu juga membantu masyarakat di sekitarnya.

“Saya menaruh harapan besar bagi santri dan pesantren di seluruh Indonesia untuk mampu menjalankan peran penting sebagai sentra atau hub kegiatan ekonomi kerakyatan dan motor penggerak ekonomi masyarakat sekitar," katanya, Kamis (22/10/2020).

Baca Juga: Sri Mulyani Harap UU Cipta Kerja Bikin Kesadaran Pajak Meningkat

Sri Mulyani mengatakan santri dan pesantren bisa menjadi sumber inspirasi masyarakat terkait dengan daya tahan ekonomi. Pasalnya, pandemi Covid-19 telah menekan berbagai kegiatan ekonomi dan menjadi cobaan berat bagi masyarakat.

Saat ini, pemerintah telah memberikan stimulus Rp2,6 triliun untuk membantu pesantren beradaptasi dengan kebiasaan baru karena pandemi Covid-19. Alokasi senilai Rp2,38 triliun untuk membantu operasi pendidikan dari lembaga pesantren dan sekolah agama. Anggaran Rp211,7 miliar sebagai bantuan pembelajaran online di pesantren selama 3 bulan.

Menurut Sri Mulyani, pemerintah memberikan bantuan berdasarkan ukuran pesantren. Sebanyak 14.900 pesantren kecil memperoleh bantuan Rp25 juta, sedangkan 4.000 pesantren mendapatkan Rp40 juta, dan 2.200 pesantren mendapatkan Rp50 juta.

Baca Juga: Sri Mulyani Terbitkan PMK Baru Soal Penagihan Pajak

Pemerintah juga memberikan insentif untuk guru dan pengasuh pondok pesantren melalui bantuan sosial. Ada pula bantuan pembangunan atau perbaikan sarana prasarana wastafel tempat cuci tangan di 100 pesantren yang tersebar di 10 provinsi. Bantuan dari berbagai anggaran kementerian/lembaga juga mencapai lebih dari Rp991 miliar.

Sri Mulyani menambahkan pemerintah memberikan dukungan untuk kegiatan usaha di koperasi, seperti akses pembiayaan bagi santri yang membuat usaha produktif. Akses pembiayaan itu berupa KUR yang dapat diperoleh di kantor bank syariah terdekat.

Sementara pada masyarakat atau santri yang belum dapat mengakses perbankan melalui KUR, pemerintah memberikan akses untuk usaha yang berskala ultra mikro melalui UMi. Hingga 20 Oktober, pembiayaan UMi telah menjangkau 3,3 juta masyarakat. Sebanyak 565.000 UMKM di antaranya menerima pembiayaan melalui akad syariah pada koperasi syariah.

Baca Juga: APBN 2021, Sri Mulyani: Kami Akan Membelanjakan Rp2.750 Triliun

Selain itu, menurut Sri Mulyani, pemerintah juga menyiapkan dana beasiswa LPDP khusus santri untuk melanjutkan pendidikannya. Hingga 2019, setidaknya ada 293 santri yang telah dikirimkan ke berbagai universitas di luar negeri untuk mengikuti program magister dan dokter.

"Ini salah satu wujud jihad dalam memberdayakan dan meningkatkan kapasitas perekonomian kita," ujarnya. (kaw)

Baca Juga: Daya Beli Lemah, Sri Mulyani Proyeksi Inflasi 2020 Sangat Rendah
Topik : pesantren, santri, virus Corona, stimulus fiskal, Sri Mulyani
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Senin, 23 November 2020 | 17:17 WIB
KINERJA FISKAL
Senin, 23 November 2020 | 17:02 WIB
KINERJA FISKAL
Senin, 23 November 2020 | 16:49 WIB
KINERJA FISKAL
Jum'at, 20 November 2020 | 17:30 WIB
MALAYSIA
berita pilihan
Jum'at, 04 Desember 2020 | 12:40 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Jum'at, 04 Desember 2020 | 12:30 WIB
PMK 189/2020
Jum'at, 04 Desember 2020 | 11:22 WIB
RUU PELAPORAN KEUANGAN
Jum'at, 04 Desember 2020 | 11:07 WIB
PROVINSI KALIMANTAN SELATAN
Jum'at, 04 Desember 2020 | 10:52 WIB
RUU PELAPORAN KEUANGAN
Jum'at, 04 Desember 2020 | 09:56 WIB
PMK 184/2020
Jum'at, 04 Desember 2020 | 09:36 WIB
PMK 189/2020
Jum'at, 04 Desember 2020 | 09:18 WIB
PMK 189/2020
Jum'at, 04 Desember 2020 | 09:10 WIB
AMERIKA SERIKAT
Jum'at, 04 Desember 2020 | 08:00 WIB
BERITA PAJAK HARI INI