JAKARTA, DDTCNews - Pemerintah belum berencana menggelontorkan insentif perpajakan untuk industri otomotif pada tahun ini mengingat sektor tersebut sudah mendapat suntikan dalam 2 tahun terakhir.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menilai stimulus yang diberikan pemerintah dalam 2 tahun belakangan ini berdampak positif meningkatkan produktivitas sekaligus investasi di sektor otomotif, terutama kendaraan elektrifikasi alias electric vehicle (EV).
"Otomotif silahkan di-review karena otomotif sudah kita berikan insentif selama 2 tahun terakhir dan nilainya Rp7 triliun dan investasi di sektor otomotif terutama EV sudah meningkat," ujarnya, dikutip pada Jumat (16/1/2026).
Airlangga mengatakan peningkatan investasi dapat dilihat dari banyaknya pendirian pabrik kendaraan listrik di Indonesia. Menurutnya, kebijakan insentif pajak dan bea masuk berhasil menggaet banyak investor otomotif seperti VinFast, Hyundai, dan BYD.
Ke depan, pemerintah bercita-cita memproduksi mobil dan motor listrik di dalam negeri melalui proyek mobil nasional.
"Investasi di sektor otomotif terutama EV sudah meningkat. Beberapa merek seperti VinFast dan BYD juga sudah melakukan investasi dan sebelumnya Hyundai juga investasi, sehingga ke depannya ini akan didorong untuk [menginisiasi proyek] mobil nasional," tutur Airlangga.
Sebagai informasi, pemerintah Indonesia berkomitmen untuk mendukung investasi industri kendaraan listrik beserta komponennya. Bentuk dukungan pemerintah ini antara lain berupa insentif perpajakan dan kemudahan regulasi.
Insentif yang digelontorkan pemerintah ialah PPN ditanggung pemerintah (DTP) atas penyerahan mobil listrik dan bus listrik berbasis baterai tertentu yang memenuhi Ketentuan tingkat komponen dalam negeri (TKDN). Pemberian insentif pajak ini diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 12/2025. (dik)
