Fokus
Data & alat
Rabu, 08 April 2020 | 09:12 WIB
KURS PAJAK 8 APRIL-14 APRIL 2020
Selasa, 07 April 2020 | 13:30 WIB
STATISTIK DAYA SAING PAJAK
Jum'at, 03 April 2020 | 17:01 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Kamis, 02 April 2020 | 14:31 WIB
PROFESI
Komunitas
Selasa, 07 April 2020 | 17:08 WIB
UNIVERSITAS DIPONEGORO
Selasa, 07 April 2020 | 16:45 WIB
STISIPOL PAHLAWAN 12 BANGKA
Kamis, 02 April 2020 | 15:11 WIB
LEE JI-EUN:
Selasa, 31 Maret 2020 | 09:52 WIB
PROGRAM BEASISWA
Reportase

Bea Masuk Safeguard Minyak Kelapa Sawit Sebesar 5% Dihapuskan

A+
A-
0
A+
A-
0
Bea Masuk Safeguard Minyak Kelapa Sawit Sebesar 5% Dihapuskan

Ilustrasi.

KUALA LUMPUR, DDTCNews—Pemerintah Malaysia menyambut baik kebijakan India menghapus tarif bea masuk safeguard minyak kelapa sawit sebesar 5% sebagai salah satu hasil dari kerja sama bilateral kedua negara.

Menteri Industri Perkebunan dan Komoditas Malaysia Datuk Mohd Khairuddin Aman Razali mengatakan penurunan tersebut membuat tarif bea masuk minyak kelapa sawit menjadi 45% dari sebelumnya 50%.

Untuk diketahui, Pemerintah India sebelumnya menaikkan ketentuan bea masuk safeguard untuk minyak kelapa sawit sejak 4 September 2019, sehingga pajak impor atas komoditas tersebut mencapai 50% dari sebelumnya 45%.

Baca Juga: Ikuti Sarawak, Sabah Terapkan PPn Produk Migas 5%

“Kami menilai kedua negara masih perlu membahas lebih lanjut tentang beberapa masalah, termasuk pembatasan ekspor minyak sawit ke India dan ketidakseimbangan perdagangan yang menguntungkan Malaysia," katanya, Rabu (25/3/2020).

Khairuddin menilai keputusan India menurunkan bea masuk menunjukkan keterbukaan untuk membangun kembali hubungan erat kedua negara yang telah lama terjalin, terutama dalam hal perdagangan dan budaya.

Dia menjelaskan salah satu langkah pertama yang akan dilakukan pemerintah baru Malaysia di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Tan Sri Muhyiddin Yassin adalah membangun kembali hubungan dengan India.

Baca Juga: Pandemi Corona Jadi Momen Pas untuk Capai Kesepakatan Pajak Digital

Bahkan, Perdana Menteri dikabarkan berencana memimpin langsung delegasi Malaysia ke negara terpadat kedua di dunia tersebut untuk membahas arah perdagangan strategis, terutama di sektor komoditas.

"Perdana Menteri Tan Sri Muhyiddin Yassin siap bertemu dengan Perdana Menteri India untuk membahas perdagangan bilateral dan memperkuat hubungan antara kedua negara," ujarnya, dikutip dari Malaymail.

India telah menjadi pasar ekspor minyak sawit utama Malaysia sejak 2014. Malaysia adalah produsen minyak sawit terbesar kedua di dunia setelah Indonesia, sedangkan India menjadi pasar terbesar minyak sawit dalam lima tahun terakhir.

Baca Juga: Contoh Menghitung Time Test untuk BUT Pemberian Jasa

Sepanjang 2019, India membeli 4,4 juta ton minyak sawit dari Malaysia, setara 24% dari seluruh ekspor minyak sawit Malaysia. Pasar terbesar kedua minyak sawit Malaysia adalah China sebesar 2,4 juta ton, diikuti Pakistan 1,08 juta ton. (rig)

Untuk diketahui, Pemerintah India sebelumnya menaikkan ketentuan bea masuk safeguard untuk minyak kelapa sawit sejak 4 September 2019, sehingga pajak impor atas komoditas tersebut mencapai 50% dari sebelumnya 45%.

Baca Juga: Ikuti Sarawak, Sabah Terapkan PPn Produk Migas 5%

“Kami menilai kedua negara masih perlu membahas lebih lanjut tentang beberapa masalah, termasuk pembatasan ekspor minyak sawit ke India dan ketidakseimbangan perdagangan yang menguntungkan Malaysia," katanya, Rabu (25/3/2020).

Khairuddin menilai keputusan India menurunkan bea masuk menunjukkan keterbukaan untuk membangun kembali hubungan erat kedua negara yang telah lama terjalin, terutama dalam hal perdagangan dan budaya.

Dia menjelaskan salah satu langkah pertama yang akan dilakukan pemerintah baru Malaysia di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Tan Sri Muhyiddin Yassin adalah membangun kembali hubungan dengan India.

Baca Juga: Pandemi Corona Jadi Momen Pas untuk Capai Kesepakatan Pajak Digital

Bahkan, Perdana Menteri dikabarkan berencana memimpin langsung delegasi Malaysia ke negara terpadat kedua di dunia tersebut untuk membahas arah perdagangan strategis, terutama di sektor komoditas.

"Perdana Menteri Tan Sri Muhyiddin Yassin siap bertemu dengan Perdana Menteri India untuk membahas perdagangan bilateral dan memperkuat hubungan antara kedua negara," ujarnya, dikutip dari Malaymail.

India telah menjadi pasar ekspor minyak sawit utama Malaysia sejak 2014. Malaysia adalah produsen minyak sawit terbesar kedua di dunia setelah Indonesia, sedangkan India menjadi pasar terbesar minyak sawit dalam lima tahun terakhir.

Baca Juga: Contoh Menghitung Time Test untuk BUT Pemberian Jasa

Sepanjang 2019, India membeli 4,4 juta ton minyak sawit dari Malaysia, setara 24% dari seluruh ekspor minyak sawit Malaysia. Pasar terbesar kedua minyak sawit Malaysia adalah China sebesar 2,4 juta ton, diikuti Pakistan 1,08 juta ton. (rig)

Topik : bea masuk, safeguard duty, bea masuk tambahan, minyak kelapa sawit, malaysia, india, internasional
Komentar
Dapatkan hadiah berupa smartphone yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
0/1000
artikel terkait
Selasa, 31 Maret 2020 | 14:21 WIB
AFRIKA SELATAN
Senin, 30 Maret 2020 | 17:53 WIB
PAJAK INTERNASIONAL
berita pilihan
Rabu, 08 April 2020 | 18:15 WIB
PROFIL PERPAJAKAN SERBIA
Rabu, 08 April 2020 | 17:20 WIB
MEMO PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Rabu, 08 April 2020 | 16:42 WIB
EFEK VIRUS CORONA
Rabu, 08 April 2020 | 16:22 WIB
TIPS E-BUPOT
Rabu, 08 April 2020 | 16:16 WIB
TRANSFORMASI PROSES BISNIS
Rabu, 08 April 2020 | 15:45 WIB
KABUPATEN JENEPONTO
Rabu, 08 April 2020 | 15:13 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Rabu, 08 April 2020 | 15:12 WIB
EFEK VIRUS CORONA
Rabu, 08 April 2020 | 15:05 WIB
MALAYSIA
Rabu, 08 April 2020 | 14:24 WIB
ADMINISTRASI PAJAK