Berita
Selasa, 19 Oktober 2021 | 12:30 WIB
UU HPP
Selasa, 19 Oktober 2021 | 12:00 WIB
LAPORAN TAHUNAN DJP 2020
Selasa, 19 Oktober 2021 | 11:30 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Selasa, 19 Oktober 2021 | 11:00 WIB
PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL
Review
Selasa, 19 Oktober 2021 | 09:30 WIB
KONSULTASI PAJAK
Senin, 18 Oktober 2021 | 11:42 WIB
OPINI PAJAK
Minggu, 17 Oktober 2021 | 09:00 WIB
Kepala KPP Madya Dua Jakarta Selatan II Kurniawan:
Rabu, 13 Oktober 2021 | 15:30 WIB
TAJUK PAJAK
Fokus
Literasi
Selasa, 19 Oktober 2021 | 10:05 WIB
SANKSI ADMINISTRASI (7)
Senin, 18 Oktober 2021 | 19:04 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Senin, 18 Oktober 2021 | 18:30 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 18 Oktober 2021 | 12:00 WIB
TIPS PAJAK
Data & Alat
Rabu, 13 Oktober 2021 | 08:45 WIB
KURS PAJAK 13 OKTOBER - 19 OKTOBER 2021
Rabu, 06 Oktober 2021 | 08:53 WIB
KURS PAJAK 6-12 OKTOBER 2021
Rabu, 22 September 2021 | 09:09 WIB
KURS PAJAK 22 - 28 SEPTEMBER 2021
Rabu, 15 September 2021 | 11:00 WIB
STATISTIK FISKAL DAERAH
Komunitas
Senin, 18 Oktober 2021 | 18:54 WIB
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
Jum'at, 15 Oktober 2021 | 14:42 WIB
HASIL SURVEI PAJAK KARBON
Kamis, 14 Oktober 2021 | 12:15 WIB
HASIL DEBAT 23 SEPTEMBER - 11 OKTOBER 2021
Senin, 11 Oktober 2021 | 11:05 WIB
AGENDA PAJAK
Reportase
Perpajakan.id

Ada Ketentuan Bayar Pajak di Muka, Pengadilan Minta UU PPN Direvisi

A+
A-
2
A+
A-
2
Ada Ketentuan Bayar Pajak di Muka, Pengadilan Minta UU PPN Direvisi

Ilustrasi.

BRUSSELS, DDTCNews - Pengadilan tertinggi Uni Eropa, The Court of Justice of the European Union (CJEU) menyatakan kebijakan administrasi PPN Polandia tidak sesuai dengan kerangka hukum zona euro.

CJEU menilai regulasi Polandia yang mengatur kewajiban pembayaran PPN di muka atas bahan bakar maksimal 5 hari setelah barang masuk ke dalam negeri, bertentangan dengan regulasi hukum Uni Eropa.

"UU PPN yang mengatur pembayaran PPN lebih awal terlepas faktur pajak sudah diterbitkan atau belum dan berdasarkan batas waktu tertentu sebagaimana dimaksud dalam panduan PPN Uni Eropa dinyatakan kedaluwarsa," tulis putusan CJEU dikutip pada Kamis (16/9/2021).

Baca Juga: Revisi Pasal 43A UU KUP Atur Tugas PPNS dalam Pemeriksaan Bukper

Panduan PPN Uni Eropa Pasal 69 menyebutkan PPN dipungut saat faktur diterbitkan atau paling lambat dibayar pada tanggal 15 pada bulan berikutnya. Aturan tersebut tidak mengatur pembayaran lebih awal seperti UU PPN Polandia.

Fatwa pengadilan tersebut sejalan dengan pendapat advokat jenderal/advocate general CJEU Henrik Saugmandsgaard Øe dalam sidang yang digelar pada Maret 2021. Dia menjelaskan tiga tahap dasar pemungutan PPN.

Pertama, munculnya kewajiban membayar dengan adanya transaksi. Kedua, beban pajak tersebut harus dapat ditagih. Ketiga, agar pajak dapat ditagih maka harus ada peristiwa yang telah terjadi sebelumnya sehingga pajak dapat ditagih.

Baca Juga: DJP: Tindak Pidana Perpajakan Didominasi Faktur Pajak Fiktif

Untuk itu, ketentuan yang mewajibkan membayar sebelum pajak dikenakan tidak sesuai panduan hukum PPN Uni Eropa. Pengadilan menyatakan ketentuan PPN harus dijalankan berdasarkan hukum yang berlaku untuk semua negara anggota demi mencegah praktik penghindaran pajak.

"Persyaratan pembayaran PPN lebih awal melanggar prinsip umum hukum Uni Eropa. Waktunya pemerintah melakukan pertimbangan kembali untuk mengatur pembayaran yang layak," jelas CJEU seperti dilansir Tax Notes International. (rig)

Baca Juga: Kembangkan Aplikasi Pajak, DJP Lakukan Digitalisasi SP2DK
Topik : polandia, PPN, uni eropa, kebijakan pajak, pajak, pajak internasional

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Senin, 18 Oktober 2021 | 14:30 WIB
SPANYOL

Tarif Pajak Minimum 15% Masuk Rancangan Anggaran 2022

Senin, 18 Oktober 2021 | 14:15 WIB
HASIL SURVEI PAJAK KARBON

Ada Pajak Karbon, Mayoritas Pengisi Survei Bakal Kurangi Konsumsi Ini

Senin, 18 Oktober 2021 | 14:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Tak Perlu Sampai 2025, Tax Ratio Bisa Tembus 10% Lebih Cepat Asalkan…

berita pilihan

Selasa, 19 Oktober 2021 | 12:30 WIB
UU HPP

Revisi Pasal 43A UU KUP Atur Tugas PPNS dalam Pemeriksaan Bukper

Selasa, 19 Oktober 2021 | 12:00 WIB
LAPORAN TAHUNAN DJP 2020

DJP: Tindak Pidana Perpajakan Didominasi Faktur Pajak Fiktif

Selasa, 19 Oktober 2021 | 11:30 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Kasus Melandai, Dana Covid di Daerah Boleh Dibelanjakan untuk Hal Lain

Selasa, 19 Oktober 2021 | 11:00 WIB
PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL

Airlangga: Anggaran PEN Sudah Terealisasi 57,5%

Selasa, 19 Oktober 2021 | 10:53 WIB
LAPORAN TAHUNAN DJP

Kembangkan Aplikasi Pajak, DJP Lakukan Digitalisasi SP2DK

Selasa, 19 Oktober 2021 | 10:35 WIB
LAPORAN TAHUNAN DJP 2020

Penerimaan Pajak dari Bukper Tembus Rp2 Triliun, Ini Strategi DJP

Selasa, 19 Oktober 2021 | 10:05 WIB
SANKSI ADMINISTRASI (7)

Pencabutan Permohonan Pengurangan atau Penghapusan Sanksi Pajak

Selasa, 19 Oktober 2021 | 09:30 WIB
KONSULTASI PAJAK

Omzet UMKM di Bawah Rp500 Juta, Tidak Perlu Bayar Pajak Lagi?

Selasa, 19 Oktober 2021 | 09:30 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Ada Stiker Hologram Road Tax, Kendaraan Tak Taat Pajak Bakal Ketahuan

Selasa, 19 Oktober 2021 | 09:00 WIB
BELGIA

Mitigasi Perubahan Iklim, Penerbangan Jarak Pendek Bakal Dipajaki