Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

WP Diminta Segera Daftar Sebelum Akhir Periode

A+
A-
0
A+
A-
0

JAKARTA, DDTCNews – Ditjen Pajak mengatakan partisipan program pengampunan pajak yang berdatangan secara beramai-ramai menjelang akhir periode, baik periode I maupun II membuat pegawai pajak cukup repot.

Direktur Perpajakan Internasional Ditjen Pajak John L. Hutagaol mengatakan kondisi tersebut cukup menyulitkan pegawai pajak dalam memberikan pelayanan.

“Banyak wajib pajak yang datang menjelang detik-detik terakhir pada penutupan periode, inilah cerminan perilaku wajib pajak kita. Hal ini membuat pegawai pajak menjadi kerepotan dalam memberikan pelayanannya,” ujarnya saat menjadi pembicara di acara diskusi perpajakan "The Indonesian Tax Policy Outlook 2017" di Jakarta, Senin (9/1).

Baca Juga: Pemerintah Kota Ini Desak Dewan Sahkan Peraturan Pengampunan Pajak

Ia menyatakan ramainya wajib pajak yang datang pada hari-hari tertentu dapat menurunkan kualitas pelayanan otoritas pajak, mengingat terbatasnya sumber daya dan waktu yang ada, di mana pada saat yang sama wajib pajak menginginkan untuk mendapatkan pelayanan terbaik.

Karena itu, tidak heran jika pada tiap akhir periode, wajib pajak pun diminta untuk menunggu cukup lama untuk menunggu nomor gilirannya dipanggil. Hal ini tentu menjadi salah satu faktor menurunnya kualitas pelayanan pegawai pajak terhadap wajib pajak yang mendaftar program pengampunan pajak.

Untuk itu John mengimbau kepada seluruh wajib pajak yang belum mengikuti program pengampunan pajak, dan akan mengikuti pada periode terakhir ini untuk tidak datang beramai-ramai menjelang akhir periode ditutup.

Baca Juga: Holding Period Berakhir, Dana Repatriasi Masih Betah di Indonesia

Berdasarkan data yang dimiliki oleh Ditjen Pajak, Surat Pernyataan Harta (SPH) yang sudah masuk sejak periode pertama hingga kedua sudah mencapai 600 ribu SPH. Sedangkan untuk jumlah wajib pajak yang sudah terdaftar berkisar 30 juta wajib pajak.

John mengharapkan wajib pajak tidak akan berbondong-bondong datang ke kantor pajak untuk mendaftarkan diri pada periode terakhir program pengampunan pajak. John menekankan menumpuknya wajib pajak di kantor pajak secara langsung menghapus jatah liburan pegawai pajak. (Amu)

Baca Juga: Soal Dana Repatriasi, Dirjen Pajak: Tidak Ada yang Mengkhawatirkan

“Banyak wajib pajak yang datang menjelang detik-detik terakhir pada penutupan periode, inilah cerminan perilaku wajib pajak kita. Hal ini membuat pegawai pajak menjadi kerepotan dalam memberikan pelayanannya,” ujarnya saat menjadi pembicara di acara diskusi perpajakan "The Indonesian Tax Policy Outlook 2017" di Jakarta, Senin (9/1).

Baca Juga: Pemerintah Kota Ini Desak Dewan Sahkan Peraturan Pengampunan Pajak

Ia menyatakan ramainya wajib pajak yang datang pada hari-hari tertentu dapat menurunkan kualitas pelayanan otoritas pajak, mengingat terbatasnya sumber daya dan waktu yang ada, di mana pada saat yang sama wajib pajak menginginkan untuk mendapatkan pelayanan terbaik.

Karena itu, tidak heran jika pada tiap akhir periode, wajib pajak pun diminta untuk menunggu cukup lama untuk menunggu nomor gilirannya dipanggil. Hal ini tentu menjadi salah satu faktor menurunnya kualitas pelayanan pegawai pajak terhadap wajib pajak yang mendaftar program pengampunan pajak.

Untuk itu John mengimbau kepada seluruh wajib pajak yang belum mengikuti program pengampunan pajak, dan akan mengikuti pada periode terakhir ini untuk tidak datang beramai-ramai menjelang akhir periode ditutup.

Baca Juga: Holding Period Berakhir, Dana Repatriasi Masih Betah di Indonesia

Berdasarkan data yang dimiliki oleh Ditjen Pajak, Surat Pernyataan Harta (SPH) yang sudah masuk sejak periode pertama hingga kedua sudah mencapai 600 ribu SPH. Sedangkan untuk jumlah wajib pajak yang sudah terdaftar berkisar 30 juta wajib pajak.

John mengharapkan wajib pajak tidak akan berbondong-bondong datang ke kantor pajak untuk mendaftarkan diri pada periode terakhir program pengampunan pajak. John menekankan menumpuknya wajib pajak di kantor pajak secara langsung menghapus jatah liburan pegawai pajak. (Amu)

Baca Juga: Soal Dana Repatriasi, Dirjen Pajak: Tidak Ada yang Mengkhawatirkan
Topik : pengampunan pajak, tax amnesty, periode ketiga tax amnesty
Komentar
Dapatkan hadiah berupa smartphone yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Kamis, 30 Juni 2016 | 09:29 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Kamis, 30 Juni 2016 | 13:28 WIB
PENGAMPUNAN PAJAK
Jum'at, 01 Juli 2016 | 08:47 WIB
PENGAMPUNAN PAJAK
Jum'at, 01 Juli 2016 | 09:36 WIB
PENGAMPUNAN PAJAK
berita pilihan
Minggu, 26 Januari 2020 | 10:43 WIB
LAPORAN DARI TASMANIA
Sabtu, 25 Januari 2020 | 19:06 WIB
KEPATUHAN PAJAK
Sabtu, 25 Januari 2020 | 18:34 WIB
KOTA TANGERANG
Sabtu, 25 Januari 2020 | 16:20 WIB
PELAYANAN PAJAK
Sabtu, 25 Januari 2020 | 13:36 WIB
KEPATUHAN PAJAK
Sabtu, 25 Januari 2020 | 12:00 WIB
FILIPINA
Jum'at, 24 Januari 2020 | 19:30 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2019
Jum'at, 24 Januari 2020 | 18:13 WIB
DATA PENDUDUK
Jum'at, 24 Januari 2020 | 18:05 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2019
Jum'at, 24 Januari 2020 | 17:47 WIB
PINJAMAN DAERAH