Review
Kamis, 08 Desember 2022 | 18:02 WIB
KONSULTASI PAJAK
Kamis, 01 Desember 2022 | 16:52 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 30 November 2022 | 11:27 WIB
OPINI PAJAK
Selasa, 29 November 2022 | 15:48 WIB
KONSULTASI UU HPP
Fokus
Literasi
Jum'at, 09 Desember 2022 | 14:30 WIB
TIPS PAJAK DAERAH
Rabu, 07 Desember 2022 | 18:30 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 05 Desember 2022 | 18:00 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 05 Desember 2022 | 12:00 WIB
TIPS PAJAK
Data & Alat
Rabu, 07 Desember 2022 | 10:00 WIB
KURS PAJAK 07 DESEMBER - 13 DESEMBER 2022
Jum'at, 02 Desember 2022 | 12:00 WIB
KMK 63/2022
Rabu, 30 November 2022 | 10:11 WIB
KURS PAJAK 30 NOVEMBER - 06 DESEMBER 2022
Rabu, 23 November 2022 | 10:00 WIB
KURS PAJAK 23 NOVEMBER - 29 NOVEMBER 2022
Komunitas
Jum'at, 09 Desember 2022 | 15:52 WIB
WAKIL KETUA II PERTAPSI HERU TJARAKA:
Kamis, 08 Desember 2022 | 19:45 WIB
AGENDA PAJAK
Kamis, 08 Desember 2022 | 16:10 WIB
BENDAHARA II PERTAPSI AMELIA SANDRA:
Kamis, 08 Desember 2022 | 07:00 WIB
UMN AL-WASHLIYAH MEDAN
Reportase
Perpajakan ID
Jum'at, 09 Desember 2022 | 10:30 WIB
EDUKASI PAJAK
Kamis, 08 Desember 2022 | 10:30 WIB
EDUKASI PAJAK
Rabu, 07 Desember 2022 | 10:00 WIB
PERPAJAKAN ID
Senin, 05 Desember 2022 | 10:00 WIB
EDUKASI PAJAK

Tertinggi dalam 8 Tahun! Inflasi September 1,17% Imbas Kenaikan BBM

A+
A-
7
A+
A-
7
Tertinggi dalam 8 Tahun! Inflasi September 1,17% Imbas Kenaikan BBM

Kepala BPS Margo Yuwono dalam konferensi pers. (tangkapan layar)

JAKARTA, DDTCNews - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat indeks harga konsumen pada September 2022 mengalami inflasi sebesar 1,17% (bulan ke bulan/mtm). Sementara itu, inflasi tahun kalender tercatat sebesar 4,84% dan tingkat inflasi tahun ke tahun (yoy) sebesar 5,95%.

Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan inflasi periode ini disebabkan kenaikan harga bensin, tarif angkutan dalam kota, beras, solar, tarif angkutan antarkota, tarif kendaraan online, dan bahan bakar rumah tangga.

"Inflasi yang terjadi di September 2022 sebesar 1,17% ini merupakan inflasi tertinggi sejak Desember 2014," katanya, Senin (3/10/2022).

Baca Juga: Catat! Insentif Pembebasan Pajak Mikrolet dan Ojol Rampung Pekan Depan

Margo mengatakan inflasi pada Desember 2014 tercatat sebesar 2,46%. Ketika itu, inflasi yang tinggi juga disebabkan oleh akibat kenaikan harga BBM pada November 2014.

Sementara pada September 2022, pemerintah mengumumkan kenaikan harga BBM jenis Pertalite, Solar, dan Pertamax. Harga Pertalite naik 30,72%, sedangkan Solar 32,04%, dan Pertamax yang merupakan BBM nonsubsidi naik 16%.

Pemerintah pun memberikan berbagai subsidi dan bantuan sebagai upaya mengendalikan inflasi. Misalnya subsidi atas kenaikan tarif transportasi umum, bantuan langsung tunai BBM, dan bantuan subsidi upah untuk para pekerja.

Baca Juga: Ditarget 5,3%, Pemerintah Ungkap Pendorong Pertumbuhan Ekonomi 2023

Bank Indonesia juga menaikkan suku bunga acuan pada 23 Agustus dan 22 September 2022 untuk menurunkan ekspektasi inflasi sebesar 75 basis points menjadi 4,25%.

Berdasarkan kelompok pengeluaran, Margo memaparkan inflasi tertinggi terjadi pada kelompok transportasi. Inflasinya tercatat sebesar 8,88% dan memberikan andil terhadap inflasi September sebesar 1,08%.

Di sisi lain, masih ada kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi, yakni makanan, minuman, dan tembakau, sebesar 0,3% dan memberikan andil terhadap inflasi -0,08%.

Baca Juga: Keyakinan Konsumen Merosot di November, Tertekan Persepsi Penghasilan

"Di bulan September ini beberapa produk hortikultura di beberapa sentra produksi mengalami panen raya sehingga suplai cukup dan terjadi deflasi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau," ujarnya.

Inflasi pada September 2022 terjadi di 88 dari 90 kota yang disurvei BPS. Inflasi tertinggi terjadi di Bukittinggi sebesar 1,87%, sedangkan inflasi terendah terjadi di Merauke 0,07%.

Berdasarkan komponennya, Margo menyebut komponen harga yang diatur pemerintah pada September 2022 secara tahunan mengalami inflasi sebesar 13,28%, dengan andil 2,35%. Angka inflasi tersebut mengalami kenaikan tajam dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang sebesar 8,93%.

Baca Juga: Warning Jokowi Soal Proyeksi 2023, dari Krisis Keuangan Sampai Pangan

Hal itu utamanya terjadi karena kenaikan harga bensin yang inflasinya pada September 2022 secara tahunan mencapai 31,9% dengan andil terhadap inflasi sebesar 1,13%. Sementara untuk Solar, terjadi inflasi 33,01% dengan andil terhadap inflasi 0,04%.

Sementara pada komponen yang harganya bergejolak, secara tahunan terjadi inflasi 9,02% dengan andil 1,49%. Adapun untuk inflasi inti, mengalami inflasi 3,21% dengan andil terhadap inflasi 2,11%.

Margo menambahkan secara historis kenaikan BBM dapat berdampak pada kenaikan inflasi selama 2 bulan, sebelum nantinya kembali melandai. Kemudian, kenaikan BBM juga dapat berpengaruh pada sejumlah subsektor kelompok pengeluaran seperti bahan makanan, makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau; perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar bakar; transportasi; serta informasi, komunikasi, dan jasa keuangan.

Baca Juga: Presiden Jokowi Ingin Penanganan Inflasi Seserius Pandemi Covid-19

"Ini sekadar catatan dari data yang sudah kita tulis pada waktu lalu yang memperlihatkan kenaikan BBM pada bulan tertentu bisa berdampak pada bulan berikutnya," imbuhnya. (sap)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.

Topik : inflasi, perekonomian nasional, PDB, pertumbuhan ekonomi, harga komoditas, BBM, BPS

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Jum'at, 25 November 2022 | 15:55 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Jika Penggunaan Mobil Listrik Meningkat, Fasilitas Pajak akan Dicabut

Rabu, 23 November 2022 | 16:17 WIB
PERTUMBUHAN EKONOMI

OECD Ramal Ekonomi Indonesia Tumbuh Hanya 4,7% Tahun Depan

Rabu, 23 November 2022 | 16:11 WIB
PEREKONOMIAN INDONESIA

Ada Ancaman Reflasi pada 2023, Begini Respons Sri Mulyani

Selasa, 22 November 2022 | 15:12 WIB
INDEKS HARGA KONSUMEN

Pemda Diminta Kreatif Tekan Inflasi di Daerahnya

berita pilihan

Jum'at, 09 Desember 2022 | 18:30 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Sederet BUMN yang Dapat Tambahan Modal dari Negara pada Akhir Tahun

Jum'at, 09 Desember 2022 | 18:09 WIB
PMK 209/2021

DJP Ungkap Alasan Pencabutan Status 'Wajib Pajak Kriteria Tertentu'

Jum'at, 09 Desember 2022 | 18:00 WIB
PMK 177/2022

Wajib Pajak Berhak Minta Pemberitahuan Hasil Pemeriksaan Bukper

Jum'at, 09 Desember 2022 | 17:37 WIB
ANALISIS PPATK

Hasil Analisis Pencucian Uang, PPATK: Ada Potensi Pajak Rp3,2 Triliun

Jum'at, 09 Desember 2022 | 17:30 WIB
PMK 177/2022

WP Ungkap Ketidakbenaran Perbuatan secara Elektronik, Ini Kata DJP

Jum'at, 09 Desember 2022 | 17:15 WIB
AMERIKA SERIKAT

Waduh! Perusahaan Milik Trump Terbukti Bersalah karena Kasus Pajak

Jum'at, 09 Desember 2022 | 17:00 WIB
KPP PRATAMA KISARAN

Ajukan Pencabutan Status PKP, Lokasi Usaha WP Didatangi Petugas Pajak

Jum'at, 09 Desember 2022 | 16:39 WIB
ADA APA DENGAN PAJAK?

Target Penerimaan Pajak 2023 Naik, Simak Strategi DJP Lewat Video Ini

Jum'at, 09 Desember 2022 | 16:30 WIB
PROVINSI JAWA TIMUR

Catat! Insentif Pembebasan Pajak Mikrolet dan Ojol Rampung Pekan Depan

Jum'at, 09 Desember 2022 | 16:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK

Tarif PPh Pasal 21 Final atas Uang Pesangon