KEBIJAKAN PEMERINTAH

Kemensos dan Kementerian UMKM Sinkronkan Data Korban Bencana Sumatera

Muhamad Wildan
Minggu, 18 Januari 2026 | 12.00 WIB
Kemensos dan Kementerian UMKM Sinkronkan Data Korban Bencana Sumatera
<p>Ilustrasi. Foto udara sejumlah rumah yang terdampak banjir bandang sebulan lalu di Guo, Kuranji, Padang, Sumatera Barat, Selasa (30/12/2025). ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/foc.</p>

JAKARTA, DDTCNews - Kementerian Sosial (Kemensos) dan Kementerian UMKM akan menyinkronkan data dalam rangka mempercepat pemulihan korban bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Menurut Menteri Sosial Saifullah Yusuf, basis data penerima manfaat perlu disamakan agar intervensi yang dilakukan Kemensos dan Kementerian UMKM tidak saling tumpang tindih.

"Data ini harus satu. Mana yang sudah kita bantu, mana yang masih perlu penguatan ekonomi, itu harus jelas," ujar menteri yang akrab disapa Gus Ipul tersebut, dikutip pada Minggu (18/1/2026).

Gus Ipul mengatakan kementeriannya akan memfokuskan intervensi pada keluarga yang terdampak secara fisik akibat bencana, sedangkan Kementerian UMKM akan berfokus pada pemulihan usaha mikro di wilayah bencana.

"Kemensos berfokus pada warga yang terdampak secara fisik. Rumahnya hilang, rumahnya rusak sedang, sehingga mereka tidak bisa beraktivitas," ujar Gus Ipul.

Gus Ipul mengatakan pemerintah telah menyiapkan bantuan pemberdayaan ekonomi senilai Rp5 juta per keluarga. Bantuan ini akan diberikan secara tunai berdasarkan hasil asesmen pemda.

Dengan bantuan ini, keluarga terdampak bencana diharapkan bisa bertahan dan bangkit. "Ini bantuan rintisan. Mereka benar-benar tidak punya cash. Setelah kebutuhan dasarnya aman, baru kita lihat apakah usahanya perlu penguatan lebih lanjut," ujar Gus Ipul.

Adapun bantuan yang diberikan oleh Kementerian UMKM kepada usaha mikro terdampak antara lain bantuan presiden untuk usaha mikro (BPUM), kemudahan persyaratan kredit usaha rakyat (KUR), pembiayaan kelompok melalui PT PNM, dan bantuan alat produksi.

Berdasarkan pendataan hingga 9 Desember 2025, tercatat ada lebih dari 2.000 UMKM terdampak bencana yang merupakan debitur KUR. Maman mengatakan UMKM dimaksud akan mendapatkan relaksasi kredit sesuai hasil pemetaan yang dilakukan bank penyalur dan penjamin KUR.

"Pemulihan UMKM ini ibarat sirkulasi darah dalam tubuh. UMKM harus mendapat layanan agar bisa kembali berproduksi. Setelah itu, kita bantu pemasarannya dan mendorong masyarakat membeli produk UMKM sehingga ekonomi daerah kembali bergerak," kata Maman. (dik)

Editor : Dian Kurniati
Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.