JAKARTA, DDTCNews - Pemerintah berencana menyiapkan langkah-langkah perlindungan terhadap industri domestik, mulai dari membentuk BUMN tekstil hingga mengembangkan industri semikonduktor.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut beberapa sektor industri yang perlu dilindungi keberlangsungannya antara lain, tekstil dan produk tekstil (TPT), sepatu, garmen, dan elektronik. Menurutnya, langkah antisipasi dibutuhkan guna melindungi industri dari risiko perang tarif dagang antar negara, persaingan global, serta untuk mendongkrak ekspor.
"Terhadap industri itu Bapak Presiden minta defensif posisi kita seperti apa, termasuk untuk mencarikan pasar-pasar yang baru," ujarnya, dikutip pada Minggu (18/1/2026).
Airlangga menjelaskan strategi defensif yang diperlukan mencakup menyusun peta jalan (roadmap) kebijakan yang tepat untuk melindungi industri dalam negeri. Lalu, melakukan diversifikasi pasar ekspor supaya produk lokal diserap oleh pasar baru.
Salah satu peluang untuk membuka pasar baru yakni melalui EU-CEPA, kerja sama perdagangan Indonesia dan Uni Eropa. Kendati demikian, kerja sama tersebut baru berlaku efektif pada 2027 mendatang.
"Oleh karena itu, sudah dibuat roadmap bagaimana meningkatkan ekspor kita dari US$4 miliar bisa naik ke US$40 miliar dalam 10 tahun, dan bagaimana pendalaman dari value chain daripada industri tekstil," imbuh Airlangga.
Sebab, Menko menyadari bahwa kelemahan industri Indonesia terletak pada bagian tengah rantai nilai (value chain), yakni pada tahap proses produksi pembuatan benang, produksi kain, proses pewarnaan (dyeing), pencetakan (printing), serta penyempurnaan akhir produk (finishing).
Bagian-bagian tersebut dianggap kurang berkembang, sehingga industri tekstil secara keseluruhan menjadi kurang kompetitif. Itu sebabnya, pemerintah akan menguatkan kembali sektor tekstil agar mandiri dan berdaya saing.
"Nah, ini yang harus kita dorong untuk dibangkitkan kembali. Bapak Presiden mengingatkan kita pernah mempunyai BUMN tekstil dan ini akan dihidupkan kembali, akan ada pendanaan US$6 miliar nanti akan disiapkan oleh BPI Danantara," ujar Airlangga.
Selain tekstil, pemerintah juga berwacana menggenjot pengembangan industri semikonduktor nasional. Contoh industri semikonduktor adalah pembuat chip canggih untuk ditanamkan di peralatan elektronik.
Menko berpandangan semestinya Indonesia tidak hanya menjadi eksportir produk elektronik, tetapi juga menjadi pemain penting semikonduktor. Sejalan dengan itu, pemerintah akan menggaet investasi untuk mengembangkan sektor tersebut.
"Semikonduktor Indonesia dalam tanda petik agak bolong. Nah, kita ingin menghidupkan kembali sektor semikonduktor dan Bapak Presiden mengarahkan untuk dilakukan investasi, pemerintah juga akan menyiapkan dana untuk itu. Ini semua menjadi prioritas agar kita bisa defensif terhadap perang tarif yang ada sekarang," tutur Airlangga. (rig)
