Trusted Indonesian Tax News Portal
|
DDTC Indonesia
GET
x

Tarif PPh Badan Berbalik akan Dinaikkan

0
0

MADRID, DDTCNews – Pemerintah Spanyol mengumumkan rencana untuk meningkatkan pajak penghasilan bagi perusahaan (PPh Badan) dari posisi terakhir 25%, berbalik arah setelah dua tahun ini turun dari posisi semula 30%.

Menteri Ekonomi Spanyol Luis de Guindos mengatakan, Spanyol akan meningkatkan penerimaan dengan cara memajukan tenggat pembayaran dan meningkatkan presentase pajak minimum yang harus dibayarkan perusahaan dalam satu tahun pajak.

“Rencananya nanti kami akan memajukan jadwal pembayaran dan tingkatkan presentase pajak minimum yang harus dibayarkan perusahaan dalam satu tahun pajak,” katanya dalam konfrensi pers di Brussels beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Tax Havens, Mesin Global Pelanggaran HAM Internasional

Guindos menambahkan hal tersebut dilakukan terkait dengan usaha pemerintah untuk menjaga defisit anggaran. Pemerintah menargetkan tambahan sebesar €6 miliar per tahun dari PPh Badan.

“Nilai yang akan disumbangkan PPh Badan akan sangat besar,” katanya.

Saat ini, Spanyol sedang melakukan negosiasi dengan Komisi Eropa terkait timetable baru untuk pengurangan defisit, serta berupaya menghindari sanksi setelah tidak mencapai target selama 4 tahun berturut-turut.

Baca Juga: OECD Rilis Catatan Kebijakan Pajak Ekonomi Digital

Spanyol mencatat defisit anggaran pada 2015 adalah sebesar 5,2%, dan diharapkan dapat turun hingga menjadi 3,9% pada tahun ini, seperti yang perkiraan terbaru Komisi Eropa. Meskipin nilai yang ingin dicapai adalah jika mencapai pagu 3% seperti standar yang dibuat Uni Eropa tentang aturan stabilitas moneter.

Prospek kenaikan PPh Badan ini merupakan tantangan baru bagi Perdana Menteri Mariano Rajoy mengiming-imingkan platform pajak yang lebih rendah untuk pajak ketika masa pemilihan sebelum dirinya menjabat. Dengan alasan bahwa kebijakannya yang pro-pertumbuhan akan membantu Spanyol bangkit dan megurangi defisit yang selama ini terjadi.

Situasi politik Spanyol tidak stabil, mengingat mereka berada dibawah tekanan untuk menemukan cara baru untuk mengurangi defisit anggaran yang kian menganga. Apalagi setelah menteri keuangan Uni Eropa yang secara resmi membuka prosedur sanksi terhadap Spanyol dan Portugal.

Baca Juga: Ikuti Cara Ronaldo, Mourinho Lolos dari Penjara

Baik Spanyol maupun Portugal dituduh tidak melakukan usaha maksimal untuk mengatasi defisit yang berlebihan, mengingat perjanjian yang telah disepakati mengenai aturang anggaran di lingkungan Uni Eropa. Sebagaimana dilansir Financial Times, kedua negara diberi waktu terbatas untuk menyerahkan argumen mereka ke Komisi Eropa untuk meyakinkan bahwa mereka tidak harus didenda. (Bsi)

“Rencananya nanti kami akan memajukan jadwal pembayaran dan tingkatkan presentase pajak minimum yang harus dibayarkan perusahaan dalam satu tahun pajak,” katanya dalam konfrensi pers di Brussels beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Tax Havens, Mesin Global Pelanggaran HAM Internasional

Guindos menambahkan hal tersebut dilakukan terkait dengan usaha pemerintah untuk menjaga defisit anggaran. Pemerintah menargetkan tambahan sebesar €6 miliar per tahun dari PPh Badan.

“Nilai yang akan disumbangkan PPh Badan akan sangat besar,” katanya.

Saat ini, Spanyol sedang melakukan negosiasi dengan Komisi Eropa terkait timetable baru untuk pengurangan defisit, serta berupaya menghindari sanksi setelah tidak mencapai target selama 4 tahun berturut-turut.

Baca Juga: OECD Rilis Catatan Kebijakan Pajak Ekonomi Digital

Spanyol mencatat defisit anggaran pada 2015 adalah sebesar 5,2%, dan diharapkan dapat turun hingga menjadi 3,9% pada tahun ini, seperti yang perkiraan terbaru Komisi Eropa. Meskipin nilai yang ingin dicapai adalah jika mencapai pagu 3% seperti standar yang dibuat Uni Eropa tentang aturan stabilitas moneter.

Prospek kenaikan PPh Badan ini merupakan tantangan baru bagi Perdana Menteri Mariano Rajoy mengiming-imingkan platform pajak yang lebih rendah untuk pajak ketika masa pemilihan sebelum dirinya menjabat. Dengan alasan bahwa kebijakannya yang pro-pertumbuhan akan membantu Spanyol bangkit dan megurangi defisit yang selama ini terjadi.

Situasi politik Spanyol tidak stabil, mengingat mereka berada dibawah tekanan untuk menemukan cara baru untuk mengurangi defisit anggaran yang kian menganga. Apalagi setelah menteri keuangan Uni Eropa yang secara resmi membuka prosedur sanksi terhadap Spanyol dan Portugal.

Baca Juga: Ikuti Cara Ronaldo, Mourinho Lolos dari Penjara

Baik Spanyol maupun Portugal dituduh tidak melakukan usaha maksimal untuk mengatasi defisit yang berlebihan, mengingat perjanjian yang telah disepakati mengenai aturang anggaran di lingkungan Uni Eropa. Sebagaimana dilansir Financial Times, kedua negara diberi waktu terbatas untuk menyerahkan argumen mereka ke Komisi Eropa untuk meyakinkan bahwa mereka tidak harus didenda. (Bsi)

Topik : pajak internasional, spanyol, pph badan
artikel terkait
Sabtu, 10 September 2016 | 14:01 WIB
IRLANDIA
Rabu, 27 Desember 2017 | 11:18 WIB
INGGRIS
Kamis, 08 September 2016 | 17:20 WIB
AMERIKA SERIKAT
Sabtu, 08 Oktober 2016 | 14:30 WIB
AZERBAIJAN
berita pilihan
Jum'at, 11 November 2016 | 17:27 WIB
BRASIL
Kamis, 08 Juni 2017 | 14:18 WIB
ARAB SAUDI
Rabu, 05 Oktober 2016 | 12:33 WIB
AFRIKA SELATAN
Jum'at, 21 Oktober 2016 | 10:03 WIB
SUDAN SELATAN
Kamis, 08 Juni 2017 | 16:55 WIB
BANGLADESH
Jum'at, 21 Oktober 2016 | 12:01 WIB
ITALIA
Kamis, 30 Maret 2017 | 11:35 WIB
INDIA
Jum'at, 14 Juli 2017 | 09:33 WIB
PRANCIS
Kamis, 08 Juni 2017 | 18:36 WIB
UNI EMIRAT ARAB
Jum'at, 05 Mei 2017 | 11:39 WIB
ITALIA