Berita
Jum'at, 24 September 2021 | 18:30 WIB
ADMINISTRASI PAJAK
Jum'at, 24 September 2021 | 18:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Jum'at, 24 September 2021 | 17:30 WIB
THAILAND
Jum'at, 24 September 2021 | 17:00 WIB
PAJAK INTERNASIONAL
Review
Rabu, 22 September 2021 | 17:55 WIB
KONSULTASI PAJAK
Minggu, 19 September 2021 | 09:00 WIB
Dir. Kepabeanan Internasional dan Antar-Lembaga DJBC Syarif Hidayat:
Rabu, 15 September 2021 | 11:45 WIB
TAJUK
Rabu, 08 September 2021 | 18:19 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Literasi
Jum'at, 24 September 2021 | 18:50 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 24 September 2021 | 18:45 WIB
KAMUS PAJAK
Jum'at, 24 September 2021 | 18:02 WIB
PROFIL PERPAJAKAN VENEZUELA
Jum'at, 24 September 2021 | 15:00 WIB
TIPS PAJAK
Data & Alat
Rabu, 22 September 2021 | 09:09 WIB
KURS PAJAK 22 - 28 SEPTEMBER 2021
Rabu, 15 September 2021 | 11:00 WIB
STATISTIK FISKAL DAERAH
Rabu, 15 September 2021 | 08:30 WIB
KURS PAJAK 15 - 21 SEPTEMBER 2021
Rabu, 08 September 2021 | 08:30 WIB
KURS PAJAK 8 - 14 SEPTEMBER 2021
Komunitas
Jum'at, 24 September 2021 | 16:35 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2021
Jum'at, 24 September 2021 | 15:47 WIB
PAJAK SELEBRITAS
Jum'at, 24 September 2021 | 12:40 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2021
Kamis, 23 September 2021 | 17:15 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2021
Reportase
Perpajakan.id

Tangani Covid-19, Sri Mulyani: Dunia Sudah Habiskan US$11 Triliun

A+
A-
0
A+
A-
0
Tangani Covid-19, Sri Mulyani: Dunia Sudah Habiskan US$11 Triliun

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam acara ESG Capital Market Summit 2021, Selasa (27/7/2021). 

JAKARTA, DDTCNews - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebutkan total dana negara-negara di dunia untuk penanganan pandemi Covid-19 mencapai lebih dari US$11 triliun atau Rp159,3 kuadriliun.

Sri Mulyani mengatakan angka alokasi penanganan Covid-19 tersebut sempat dibahas dalam pertemuan menteri keuangan negara anggota G-20. Menurutnya, data itu juga menunjukkan semua negara tengah berusaha menghadapi pandemi Covid-19.

"Dalam pertemuan G20, kami mengidentifikasi dunia sudah mengalokasikan lebih dari US$11 triliun, menggunakan resource-nya, untuk melindungi rakyat dari Covid-19," katanya dalam ESG Capital Market Summit 2021, Selasa (27/7/2021).

Baca Juga: Begini Lini Masa Pembaruan Sistem Core Tax 2021-2024

Sri Mulyani menuturkan pandemi telah memaksa negara-negara di dunia menggunakan semua sumber daya untuk menekan dampaknya kepada rakyat. Dalam upaya tersebut, alokasi dana tidak hanya untuk bidang kesehatan, tetapi juga pada bidang sosial, ekonomi, dan politik.

Meningkatnya kebutuhan belanja akibat pandemi membuat negara-negara di dunia memperlebar nilai defisit anggaran. Menurut Sri Mulyani, semua negara telah membuat kebijakan tidak hanya dari sisi fiskal, tetapi juga dalam bentuk monetary easing.

Di Indonesia, pemerintah sduah menyiapkan alokasi khusus untuk menangani pandemi, baik dari sisi kesehatan, perlindungan sosial, serta mendukung pemulihan dunia usaha. Tahun lalu, realisasi pagu pemulihan ekonomi nasional (PEN) mencapai Rp575,8 triliun.

Baca Juga: Lagi, Tenaga Medis Covid-19 Dapat Fasilitas Bebas Pajak Penghasilan

Tahun ini, pemerintah menyiapkan alokasi Rp744,75 triliun atau naik 34,5% dari realisasi tahun lalu. Dalam prosesnya, pemerintah beberapa kali mengutak-atik besaran pagu, terutama saat kasus Covid-19 meningkat pada beberapa pekan terakhir ini.

Adapun realisasi dana PEN yang sudah tersalurkan hingga saat ini mencapai Rp252,3 triliun atau 33,8% dari pagu. "Semua negara di dunia menggunakan semua resources policy untuk hadapi ancaman ini," ujar Sri Mulyani. (rig)

Baca Juga: Begini Tarif Pajak Penghasilan Individu di Berbagai Negara Saat Ini
Topik : menkeu sri mulyani, pertemuan G20, anggaran penanganan covid-19, PEN 2021, nasional

KOMENTAR

Di mana posisi Anda terhadap suatu wacana kebijakan perpajakan? Apa yang melatarbelakangi posisi Anda? Yuk, ikut berpartisipasi dalam Debat DDTCNews! Tulis komentar, isi survei, dan rebut hadiah berupa uang tunai! Kunjungi Setuju dengan Pajak Karbon? Sampaikan Pendapat Anda, Rebut Hadiahnya!
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

Mochamad Nezar Gribaldy

Rabu, 28 Juli 2021 | 04:54 WIB
Memang covid 19 ini sangat berbahaya. Selain mengenai faktor kesehatan akan tetapi juga mengenai bidang soaial san ekonomi
1

ARTIKEL TERKAIT

Kamis, 23 September 2021 | 16:00 WIB
AMERIKA SERIKAT

Dokumen Pajak Bocor, Trump Gugat Ponakannya Sendiri dan The Times

Kamis, 23 September 2021 | 15:30 WIB
FILIPINA

DPR Akhirnya Setujui Produk Digital Dikenai PPN 12%

Kamis, 23 September 2021 | 15:00 WIB
PENERIMAAN PAJAK

Harga Komoditas Moncer, DJP Awasi Pajak Sektor Tambang dan Perkebunan

Kamis, 23 September 2021 | 14:30 WIB
BELANDA

Redam Emisi Karbon, Negara Ini Pajaki Truk Berdasarkan Jarak Tempuh

berita pilihan

Jum'at, 24 September 2021 | 18:50 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI

Sengketa atas Bunga Pinjaman yang Tidak Dipungut PPh Pasal 26

Jum'at, 24 September 2021 | 18:45 WIB
KAMUS PAJAK

Apa itu Daftar Sasaran Ekstensifikasi Pajak?

Jum'at, 24 September 2021 | 18:30 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Begini Lini Masa Pembaruan Sistem Core Tax 2021-2024

Jum'at, 24 September 2021 | 18:02 WIB
PROFIL PERPAJAKAN VENEZUELA

Ini Profil Perpajakan Negara yang Punya Air Terjun Tertinggi di Dunia

Jum'at, 24 September 2021 | 18:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Buat Apa Sih Kita Bayar Pajak? Begini Kata Sri Mulyani

Jum'at, 24 September 2021 | 17:30 WIB
THAILAND

Lagi, Tenaga Medis Covid-19 Dapat Fasilitas Bebas Pajak Penghasilan

Jum'at, 24 September 2021 | 17:00 WIB
PAJAK INTERNASIONAL

Begini Tarif Pajak Penghasilan Individu di Berbagai Negara Saat Ini

Jum'at, 24 September 2021 | 16:35 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2021

Urgensi Edukasi dalam Membangun Moral Pajak

Jum'at, 24 September 2021 | 16:33 WIB
CONTAXTUAL

Apa Itu Pajak Penghasilan Final? Simak Penjelasannya di Video Ini

Jum'at, 24 September 2021 | 16:30 WIB
MOLDOVA

Cegah Penghindaran Pajak, Moldova Bakal Bertukar Informasi Keuangan