Review
Jum'at, 09 April 2021 | 11:41 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 06 April 2021 | 09:23 WIB
OPINI PAJAK
Minggu, 04 April 2021 | 08:01 WIB
KEPALA KANWIL DJP JAKARTA BARAT SUPARNO:
Selasa, 30 Maret 2021 | 09:10 WIB
OPINI PAJAK
Fokus
Data & Alat
Rabu, 07 April 2021 | 09:20 WIB
KURS PAJAK 7 APRIL - 13 APRIL 2021
Jum'at, 02 April 2021 | 10:00 WIB
KMK 20/2021
Rabu, 31 Maret 2021 | 09:30 WIB
KURS PAJAK 31 MARET - 6 APRIL 2021
Rabu, 24 Maret 2021 | 09:15 WIB
KURS PAJAK 24 MARET - 30 MARET 2021
Komunitas
Senin, 12 April 2021 | 12:59 WIB
UNIVERSITAS SURABAYA
Minggu, 11 April 2021 | 08:01 WIB
KETUA UMUM ASPAKRINDO TEGUH KURNIAWAN HARMANDA
Sabtu, 10 April 2021 | 07:00 WIB
KOMIK PAJAK
Jum'at, 09 April 2021 | 15:15 WIB
AGENDA PAJAK
Reportase
Perpajakan.id

Subsidi Gaji Tidak Diperpanjang, Begini Penjelasan Kemenkeu

A+
A-
7
A+
A-
7
Subsidi Gaji Tidak Diperpanjang, Begini Penjelasan Kemenkeu

Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Pengeluaran Negara Kunta Nugraha dalam konferensi pers APBN Kita, Selasa (23/2/2021). (foto: hasil tangkapan layar)

JAKARTA, DDTCNews – Pemerintah memutuskan untuk tidak memperpanjang program bantuan langsung tunai (BLT) berupa subsidi gaji atau upah yang menyasar para pekerja bergaji di bawah Rp5 juta per bulan.

Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Pengeluaran Negara Kunta Nugraha mengatakan fokus bantuan sosial untuk menangani dampak pandemi Covid-19 telah berubah. Tahun ini, pemerintah akan fokus terhadap 40% masyarakat berpenghasilan paling rendah.

"Kami evaluasi dan kami melihat untuk bantuan memang kami fokus pada yang 40% di bawah," katanya, dalam konferensi pers APBN Kita, Selasa (23/2/2021).

Baca Juga: Mau Ikut SPMB PKN STAN? Siapkan Biaya Pendaftaran Rp350.000

Berdasarkan evaluasi yang dilakukan Kementerian Keuangan, lanjut Kunta, bantuan subsidi gaji yang diberikan selama ini ternyata lebih banyak diterima kelompok yang berpenghasilan menengah ke atas ketimbang kelompok berpenghasilan rendah.

Namun demikian, pemerintah tetap menyiapkan bantuan lain yang dapat dimanfaatkan kelompok berpenghasilan menengah, selain subsidi gaji. Misal, program kartu prakerja yang memberikan paket pelatihan dan insentif berupa uang tunai kepada penerima manfaatnya.

"Ada beberapa program yang mengarah kepada kelompok yang agak menengah ke atas ini, yang memang diharapkan bisa menjadi counter dari masyarakat yang menengah ke atas," ujar Kunta.

Baca Juga: Audit Belanja Penanganan Covid-19, BPK Beberkan Sejumlah Temuan

Tahun lalu, bantuan subsidi gaji telah diberikan kepada pekerja anggota BPJS Ketenagakerjaan yang bergaji di bawah Rp5 juta per bulan. Hingga akhir 2020, bantuan tersebut sudah tersalur kepada 12,2 juta pekerja dengan total nilai Rp29,4 triliun.

Kala itu, pemerintah memberikan subsidi gaji senilai Rp600.000 per bulan selama empat bulan sejak September hingga Desember 2020 dengan pembayaran dilakukan dalam dua termin. Dari subsidi gaji tersebut, setiap pekerja mendapatkan uang tunai Rp2,4 juta. (rig)

Baca Juga: Jokowi Mau Bentuk Kementerian Investasi, Ini Pandangan Hipmi
Topik : subsidi gaji, kemenkeu, bantuan sosial, nasional
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Kamis, 08 April 2021 | 11:15 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Kamis, 08 April 2021 | 10:15 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Kamis, 08 April 2021 | 09:32 WIB
AMERIKA SERIKAT
berita pilihan
Senin, 12 April 2021 | 18:45 WIB
SEKOLAH KEDINASAN
Senin, 12 April 2021 | 18:45 WIB
PENGAWASAN KEUANGAN NEGARA
Senin, 12 April 2021 | 18:01 WIB
KABUPATEN LAMPUNG SELATAN
Senin, 12 April 2021 | 17:44 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 12 April 2021 | 17:15 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Senin, 12 April 2021 | 16:33 WIB
SURVEI PENJUALAN ECERAN
Senin, 12 April 2021 | 16:30 WIB
PELAPORAN SPT TAHUNAN
Senin, 12 April 2021 | 16:19 WIB
CUKAI (9)
Senin, 12 April 2021 | 16:01 WIB
TIPS PAJAK