Review
Rabu, 19 Januari 2022 | 15:20 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 19 Januari 2022 | 14:15 WIB
OPINI PAJAK
Rabu, 19 Januari 2022 | 11:15 WIB
TAJUK PAJAK
Rabu, 19 Januari 2022 | 10:15 WIB
DIRJEN PERIMBANGAN KEUANGAN ASTERA PRIMANTO BHAKTI:
Fokus
Literasi
Rabu, 19 Januari 2022 | 16:00 WIB
TIPS PAJAK
Rabu, 19 Januari 2022 | 10:45 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 17 Januari 2022 | 18:00 WIB
KAMUS BEA METERAI
Jum'at, 14 Januari 2022 | 21:24 WIB
PROFIL PAJAK KOTA PADANG
Data & Alat
Rabu, 19 Januari 2022 | 09:17 WIB
KURS PAJAK 19 JANUARI - 25 JANUARI 2022
Rabu, 12 Januari 2022 | 09:01 WIB
KURS PAJAK 12 JANUARI - 18 JANUARI 2022
Rabu, 05 Januari 2022 | 08:15 WIB
KURS PAJAK 5 JANUARI - 11 JANUARI 2022
Senin, 03 Januari 2022 | 10:45 WIB
KMK 70/2021
Reportase
Perpajakan.id

Sri Mulyani Prediksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 4-5% di Kuartal III 2021

A+
A-
2
A+
A-
2
Sri Mulyani Prediksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 4-5% di Kuartal III 2021

Menkeu Sri Mulyani dalam paparan APBN Kita. (tangkapan layar)

JAKARTA, DDTCNews - Kementerian Keuangan memproyeksikan kinerja ekonomi Indonesia pada kuartal III/2021 mampu tumbuh di rentang 4% hingga 5%.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan proyeksi ini didasari oleh positifnya indikator konsumsi dan produksi pada perekonomian Indonesia.

"Indikator dari sisi konsumsi dan produksi menggambarkan resiliensi atau cukup bertahannya ekonomi kita meskipun kemarin kita dihadapkan oleh varian delta yang cukup berat," ujar Sri Mulyani pada Konferensi Pers APBN KiTa September 2021, Kamis (23/9/2021).

Baca Juga: Ada Omicron, Kemenkeu Pindahkan 2 Pertemuan G-20 dari Bali ke Jakarta

Sri Mulyani mengatakan perkembangan perekonomian Indonesia yang cukup positif tersebut memberikan optimisme terhadap laju pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV/2021. Kementerian Keuangan memproyeksikan pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun 2021 masih mampu mencapai 3,7% hingga 4,5%.

Sri Mulyani mengatakan proyeksi tersebut dibuat dengan asumsi tidak ada Covid-19 varian baru yang menghantam Indonesia dan tidak ada klaster penularan baru. Dengan demikian, perekonomian dapat berjalan normal dan pemerintah tak perlu memperketat aktivitas.

Secara lebih terperinci, Kementerian Keuangan memperkirakan konsumsi pada kuartal III/2021 akan tumbuh sebesar 2% hingga 2,4% dan akan tumbuh 2,3% hingga 2,6% sepanjang tahun 2021.

Baca Juga: Batas Omzet Tak Kena Pajak Rp500 Juta untuk UMKM Berfungsi Jadi PTKP

"Kita masih berharap September ini kalau akselerasi 2 minggu terakhir bisa mengompensasi perlemahan di bulan Juli, bukan tidak mungkin konsumsi rumah tangga kita cukup baik," ujar Sri Mulyani.

Konsumsi pemerintah diperkirakan akan terkontraksi sebesar -0,9% atau tumbuh 0,1% pada kuartal III/2021. Pada sepanjang tahun 2021, konsumsi pemerintah diperkirakan akan tumbuh 3,4% hingga 4,2%.

Selanjutnya, Kementerian Keuangan memperkirakan investasi masih akan tumbuh sebesar 4,9% hingga 5,4% pada kuartal III/2021. Sepanjang 2021, investasi diperkirakan tumbuh 4,4% hingga 4,9%.

Baca Juga: Jokowi Luncurkan Taksonomi Hijau, Pedoman Pemberian Insentif Industri

Adapun ekspor pada kuartal III/2021 diperkirakan akan tumbuh sebesar 20% hingga 22,4% dan akan mencapai 17,9% hingga 19,4% pada sepanjang tahun 2021.

Terakhir, impor diperkirakan akan tumbuh sebesar 24% hingga 25,2% pada kuartal III/2021. Sepanjang 2021, impor diperkirakan akan tumbuh sebesar 17,3% hingga 18%. (sap)

Baca Juga: Sri Mulyani Sebut Pemberian Insentif Pajak Sukses, Ini Alasannya
Topik : pertumbuhan ekonomi, kinerja ekonomi, PDB, fiskal, APBN, defisit, RUU KUP, sri mulyani

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Sabtu, 15 Januari 2022 | 09:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Kemenkeu: Indonesia Berbeda, Saat Krisis Malah Mereformasi Pajak

Sabtu, 15 Januari 2022 | 06:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Ada 3 Insentif Covid-19 yang Tak Dilanjutkan, Ternyata Ini Alasannya

Jum'at, 14 Januari 2022 | 20:36 WIB
KAMUS KEBIJAKAN FISKAL

Apa Itu Sisa DBH CHT?

berita pilihan

Jum'at, 21 Januari 2022 | 14:23 WIB
KEBIJAKAN CUKAI

DJBC Rilis Aturan Soal Bentuk, Spesifikasi, dan Desain Pita Cukai 2022

Jum'at, 21 Januari 2022 | 14:12 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Ini Sebab Insentif Pajak Rumah Dilanjutkan Meski Kurang Dimanfaatkan

Jum'at, 21 Januari 2022 | 14:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK

Sederet Dokumen yang Dipersamakan dengan Bukti Pot/Put Unifikasi

Jum'at, 21 Januari 2022 | 13:30 WIB
PELAPORAN SPT TAHUNAN

Ramai Tagar 'LupaEFIN' di Twitter, DJP Bantu Wajib Pajak Lapor SPT

Jum'at, 21 Januari 2022 | 13:00 WIB
BELGIA

Kurangi Polusi, Jasa Penerbangan Bakal Kena Pajak

Jum'at, 21 Januari 2022 | 12:30 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Penerbitan 10 Juta Sertifikat Halal UMKM Terganjal Verifikasi Data

Jum'at, 21 Januari 2022 | 12:00 WIB
PRESIDENSI G-20 INDONESIA

Ada Omicron, Kemenkeu Pindahkan 2 Pertemuan G-20 dari Bali ke Jakarta

Jum'at, 21 Januari 2022 | 11:34 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

UU HPP Jadi Jembatan Menuju Sistem Pajak yang Lebih Modern

Jum'at, 21 Januari 2022 | 11:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Pengumuman! DJP Rilis Implementasi Integrasi BC 4.0 & Faktur Pajak 07