Review
Jum'at, 23 Juli 2021 | 09:15 WIB
OPINI PAJAK
Kamis, 15 Juli 2021 | 15:09 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 14 Juli 2021 | 10:30 WIB
DIREKTUR PENYULUHAN, PELAYANAN, DAN HUMAS DJP NEILMALDRIN NOOR:
Rabu, 14 Juli 2021 | 09:20 WIB
PERSPEKTIF
Fokus
Data & Alat
Rabu, 21 Juli 2021 | 09:25 WIB
KURS PAJAK 21 JULI 2021-27 JULI 2021
Kamis, 15 Juli 2021 | 18:15 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PAJAK
Rabu, 14 Juli 2021 | 13:30 WIB
KURS PAJAK 14 JULI 2021-20 JULI 2021
Rabu, 07 Juli 2021 | 09:15 WIB
KURS PAJAK 7 JULI 2021-13 JULI 2021
Reportase
Perpajakan.id

Sri Mulyani: Pertumbuhan Konsumsi 2022 Tergantung Penanganan Covid-19

A+
A-
0
A+
A-
0
Sri Mulyani: Pertumbuhan Konsumsi 2022 Tergantung Penanganan Covid-19

Paparan Menteri Keuangan Sri Mulyani saat rapat kerja bersama Komisi XI DPR, Rabu (2/6/2021).

JAKARTA, DDTCNews – Pemerintah menargetkan pertumbuhan konsumsi rumah tangga mencapai kisaran 5,1%—5,3% pada tahun depan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai target pertumbuhan konsumsi tersebut rentan tidak tercapai jika pandemi Covid-19 berlanjut. Menurutnya, kepercayaan masyarakat dalam melakukan konsumsi sangat tergantung dari penanganan pandemi.

"Sesuatu yang berat dicapai sebab kita tahu konsumsi tergantung Covid-19. Jika Covid terkendali dan vaksinasi sukses, pasti demand dan konsumsi bisa kembali lagi," katanya dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR, Rabu (2/6/2021).

Baca Juga: Pajak Karbon Diterapkan, Beban Eksportir Bakal Naik Belasan Triliun

Tak hanya itu, lanjut Sri Mulyani, kesuksesan penanganan pandemi Covid-19 juga menentukan target pertumbuhan ekonomi tahun depan sebesar 5,2%—5,8%. Dia berharap penyebaran Covid-19 dapat segera terkendali sehingga masyarakat semakin yakin untuk berbelanja.

Menurutnya, pemerintah akan melanjutkan upaya penanganan pandemi Covid-19 dan menyukseskan program vaksinasi. Dia menilai kedua hal tersebut sangat penting untuk terus dilakukan sehingga target pertumbuhan konsumsi yang dipatok tidak meleset.

"Kalau tidak [tertangani], akan mudah kemudian meleset ke bawah," ujar menkeu.

Baca Juga: Atasi Perubahan Iklim, Sri Mulyani Paparkan Sederet Kebijakan Pajak

Selain itu, pemerintah juga menargetkan komponen lain pada pertumbuhan ekonomi ikut meningkat. Pada investasi, pemerintah menargetkan pertumbuhan pada kisaran 5,4%—6,9%, sedangkan ekspor tumbuh 4,3%—6,8%.

Sementara itu, pertumbuhan impor ditargetkan 3,6%—7,8%, sedangkan konsumsi pemerintah 3,2%—4,4% dan konsumsi LNPRT 6,0%—7,8%. Adapun target pertumbuhan ekonomi 2022 sebesar 5,2%—5,8% juga sesuai dengan proyeksi beberapa lembaga dunia. (rig)

Baca Juga: Lalai Lapor SPT, Produsen Mobil Porsche Bayar Denda Pajak Rp683 Miliar
Topik : menkeu sri mulyani, pandemi covid-19, pertumbuhan ekonomi, konsumsi rumah tangga, nasional

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Minggu, 25 Juli 2021 | 08:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Insentif Perpajakan Diperluas, Sri Mulyani Siapkan Rp20,85 Triliun

Minggu, 25 Juli 2021 | 07:00 WIB
APBN 2021

Hingga Juni 2021, Posisi Utang Pemerintah Tembus Rp6.554Triliun

Minggu, 25 Juli 2021 | 06:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Kantor Pajak Alihkan Layanan ke Digital, Ini Kata DJP

Sabtu, 24 Juli 2021 | 08:00 WIB
BERITA PAJAK SEPEKAN

Berbagai Aplikasi DJP dalam Awasi Wajib Pajak Jadi Terpopuler

berita pilihan

Selasa, 27 Juli 2021 | 16:36 WIB
KOTA BALIKPAPAN

Mulai Bulan Depan, Penagihan Pajak Digencarkan

Selasa, 27 Juli 2021 | 16:30 WIB
KANWIL DJP BALI

Kemplang Pajak Lewat Bitcoin, Pengusaha Dihukum 2,5 Tahun Penjara

Selasa, 27 Juli 2021 | 16:00 WIB
KABUPATEN MALANG

Apresiasi Pembayar Pajak, Pemkot Adakan Acara Bagi-Bagi Hadiah

Selasa, 27 Juli 2021 | 15:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Atasi Perubahan Iklim, Sri Mulyani Paparkan Sederet Kebijakan Pajak

Selasa, 27 Juli 2021 | 15:21 WIB
APLIKASI PAJAK

Optimalkan Aplikasi Berbasis Data Analisis, DJP Gelar Sosialisasi

Selasa, 27 Juli 2021 | 14:45 WIB
PEMERIKSAAN PAJAK (20)

Bukper Secara Tertutup dalam Pemeriksaan Pajak

Selasa, 27 Juli 2021 | 14:30 WIB
ANGGARAN PEMERINTAH

Tangani Covid-19, Sri Mulyani: Dunia Sudah Habiskan US$11 Triliun