Fokus
Literasi
Rabu, 17 Agustus 2022 | 12:00 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Selasa, 16 Agustus 2022 | 17:27 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Senin, 15 Agustus 2022 | 19:00 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Senin, 15 Agustus 2022 | 12:45 WIB
TIPS PAJAK
Data & Alat
Rabu, 17 Agustus 2022 | 09:00 WIB
KURS PAJAK 17 AGUSTUS - 23 AGUSTUS 2022
Rabu, 10 Agustus 2022 | 09:07 WIB
KURS PAJAK 10 AGUSTUS - 16 AGUSTUS 2022
Rabu, 03 Agustus 2022 | 09:25 WIB
KURS PAJAK 3 AGUSTUS - 9 AGUSTUS 2022
Senin, 01 Agustus 2022 | 16:00 WIB
KMK 39/2022
Reportase

Solusi Atasi SPT Tidak Valid Saat Pelaporan di e-Faktur 3.0 Web-Based

A+
A-
23
A+
A-
23
Solusi Atasi SPT Tidak Valid Saat Pelaporan di e-Faktur 3.0 Web-Based

UNTUK memudahkan wajib pajak mengadministrasikan kewajiban perpajakannya, Ditjen Pajak (DJP) berupaya mendorong seluruh layanan pajaknya dapat diakses secara online. Selain efisien, kemudahan tersebut juga bakal mendorong kepatuhan pajak.

Namun demikian, terdapat tantangan yang dihadapi otoritas pajak saat meng-online-kan layanan pajak, di antaranya wajib pajak mendapatkan kesulitan atau menghadapi kendala teknis saat menggunakan teknologi informasi.

Untuk itu, tidak mengherankan apabila wajib pajak acap kali menjumpai kode eror atau pesan-pesan yang mengakibatkan proses layanan mulai dari membuat Surat Pemberitahuan (SPT), mengakses aplikasi pajak, dan lain sebagainya tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Baca Juga: Cara Bayar Pajak Melalui KlikBCA Bisnis

Kondisi ini juga bisa terjadi saat menggunakan e-faktur 3.0 web-based—aplikasi layanan pajak yang mulai berlaku secara nasional pada 1 Oktober 2020. Nah, DDTCNews kali ini akan memberikan solusi apabila menemui SPT tidak valid.

Untuk diketahui, kasus SPT tidak valid terjadi ketika Anda meng-klik submit SPT Masa, tepatnya pada saat mengisi kolom Pernyataan yang lantas muncul notifikasi SPT tidak valid, periksa kembali isian Anda. Di sisi lain, Anda sudah yakin benar dalam mengisi SPT Masa tersebut.

Untuk mengatasi hal tersebut, mula-mula silakan hapus terlebih dahulu postingan SPT yang tidak valid tersebut. Caranya, masuk ke menu monitoring SPT, lalu pilih SPT Masa yang akan dihapus, silakan klik Hapus pada fitur Action.

Baca Juga: Cara Blokir STNK Secara Online di Provinsi Jawa Barat

Setelah itu, siapkan atau unduh sertifikat elektronik yang masih berlaku di aplikasi e-faktur. Silakan akses efaktur.pajak.go.id. Lalu pilih download sertifikat digital, setelah itu klik Unduh.

Langkah selanjutnya adalah melakukan clear history chache browser dengan menekan keyboard CTRL + SHIFT + DEL secara bersamaan. Setelah itu, centang fitur browsing history, cache dan lainnya dan pastikan jangka waktu yang di-setting All Time. Lalu klik Clear Data.

Langkah berikutnya, melakukan Login ulang dan posting kembali SPT yang akan dilaporkan di e-faktur 3.0 web-based. Lalu, silakan laporkan SPT tersebut dengan meng-upload sertifikat baru atau yang sudah diunduh.

Baca Juga: Cara Ajukan Pemblokiran STNK Secara Online di DKI Jakarta

Jika seluruh langkah sudah dilakukan, Anda akan mendapatkan notifikasi Berhasil Submit SPT Induk pada saat meng-klik submit pada kolom Pernyataan. Lalu, SPT yang sudah diisi itu silakan dilaporkan seperti biasa. Selesai. Semoga bermanfaat. (Bsi)

Topik : solusi atasi SPT tidak valid, e-faktur 3.0, tips pajak

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

Nia Firliyanny

Minggu, 31 Januari 2021 | 11:43 WIB
Mau tanya..gimana solusinya pada saat menggunakan web based e faktur namun masa pajak yg bs dipilih hanya 1,lebih dari angka 1 ada notifikasi tidak boleh lebih dari 1..mohon pencerahannya

muhammad arul prasetio

Kamis, 21 Januari 2021 | 22:22 WIB
betul, sesekali SPT Tidak Valid Saat Pelaporan di e-Faktur di web. dan ini tips yang sangat membantu. keren.
1

ARTIKEL TERKAIT

Senin, 13 Juni 2022 | 15:00 WIB
TIPS PAJAK

Cara Upload Faktur Pajak dengan Prepopulated Data di e-Faktur 3.2

Rabu, 08 Juni 2022 | 16:00 WIB
TIPS PAJAK

Cara Cek Status KSWP di Aplikasi M-Pajak

berita pilihan

Rabu, 17 Agustus 2022 | 15:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Sri Mulyani Sebut Ada Insentif Perpajakan Rp41,5 Triliun pada 2023

Rabu, 17 Agustus 2022 | 14:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Tahun Depan, Pemerintah Minta Dividen Rp44 Triliun dari BUMN

Rabu, 17 Agustus 2022 | 14:00 WIB
RAPBN 2023 DAN NOTA KEUANGAN

Tidak Ada Lagi Alokasi PEN di APBN 2023, Begini Kata Sri Mulyani

Rabu, 17 Agustus 2022 | 13:30 WIB
PENERIMAAN PAJAK

Begini Optimisme Sri Mulyani Soal Pertumbuhan Penerimaan PPh Nonmigas

Rabu, 17 Agustus 2022 | 13:00 WIB
HUT KE-15 DDTC

Membangun SDM Pajak Unggul, DDTC Tawarkan Akses Pendidikan yang Setara

Rabu, 17 Agustus 2022 | 13:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Pajak Minimum Global Ternyata Bisa Pengaruhi Penerimaan Pajak 2023

Rabu, 17 Agustus 2022 | 12:30 WIB
PENERIMAAN PAJAK

Pemerintah Targetkan Setoran PPh Rp935 Triliun Pada Tahun Depan

Rabu, 17 Agustus 2022 | 12:00 WIB
KAMUS KEPABEANAN

Apa Itu Costums Declaration?

Rabu, 17 Agustus 2022 | 11:30 WIB
KANWIL DJP BALI

Tak Perlu ke KPP Bawa Berkas Tebal, Urus Ini Bisa Lewat DJP Online

Rabu, 17 Agustus 2022 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS KEPABEANAN DAN CUKAI

Mengenal Barang Lartas dalam Kegiatan Ekspor Impor