Trusted Indonesian Tax News Portal
|
DDTC Indonesia
GET
x

Retribusi Parkir Merosot Hingga 60%

0
0

TEREMPA, DDTCNews – Penerimaan retribusi parkir Kabupaten Kepulauan Anambas dalam 2 tahun terakhir mengalami penurunan yang cukup signifikan. Berdasarkan data yang dihitung oleh Dinas Perhubungan (Dishub) melalui setoran anggaran dari pihak pengelola parkir, penurunan penerimaan retribusi parkir mencapai angka 60%.

Diakui oleh Kepala Bidang PAD Risdayana, penurunan retribusi parkir selama 2 tahun terakhir ini disebabkan oleh beberapa faktor. Namun pihaknya belum dapat memastikan apa penyebab utama rendahnya penerimaan retribusi parkir ini.

“Penurunan ini sudah dihitung sesuai dengan anggaran yang disetorkan dari pihak pengelola parkir kepada Dishub melalui rekening kas daerah. Kalau ingi tahu teknisnya bisa ditanyakan langsung dengan pihak pengelola parkir,” ujarnya.

Baca Juga: Tarif PBB-P2 & NJOP Berubah, Sosialisasi Digencarkan

Sementara itu, salah satu pengawas lapangan juru parkir yang ditugaskan oleh Dishub, Aris Nopiana mengatakan terjadinya penurunan pendapatan parkir dipengaruhi oleh beberapa faktor yakni kurangnya kesadaran pengendara bermotor yang menggunakan jasa parkir untuk membayar uang parkir. Ditambah lagi dengan ketersediaan lahan parkir yang terbatas.

Diakuinya ada enam titik yang lahan parkirnya masih terbatas yakni Pasar Baru Tarempa, Bank Nasional Indonesia Tarempa, Bank Riau Kepri Tarempa, Belakang Pasar Impres, Depan Loka dan depan Siantan Farma.

“Lahan itu terlalu sempit, sementara itu di beberapa kecamatan lainnya belum dipungut retribusi parkir seperti Kecamatan Palmatak, Siantan Tengah, Siantan Timur, Siantan Selatan, Jemaja Timur, dan Jemaja,” jelasnya.

Baca Juga: Genjot Pajak Daerah, Intensifikasi Jadi Strategi

Aris menambahkan karcis yang diberikan kepada juru parkir setiap harinya berjumlah 100 karcis, namun yang habis dipakai hanya sekitar 30 karcis per satu titik lahan parkir. Oleh karena itu, pihak Dishub terus melakukan sosialisasi secara masif terkait retribusi parkir agar para pengendara kendaraan bermotor banyak menggunakan jasa parkir.

Seperti dilansir batampos.co.id, jasa yang dipungut setiap sekali masuk parkir bagi pengendara kendaraan bermotor akan dikenakan biaya perunit sepeda motor sebesar Rp 1000. Dari pendapatan parkir tersebut setiap harinya juru parkir akan menyetorkannya ke kas daerah melalui rekening kas.

“Setiap hari biasanya kami setorkan ke Dispenda melalui Bank setelah saya laporkan ke pimpinan,” pungkasnya. (Bsi)

Baca Juga: Kejar PBB Rp45 Miliar, Bappenda Lakukan Langkah Ini

“Penurunan ini sudah dihitung sesuai dengan anggaran yang disetorkan dari pihak pengelola parkir kepada Dishub melalui rekening kas daerah. Kalau ingi tahu teknisnya bisa ditanyakan langsung dengan pihak pengelola parkir,” ujarnya.

Baca Juga: Tarif PBB-P2 & NJOP Berubah, Sosialisasi Digencarkan

Sementara itu, salah satu pengawas lapangan juru parkir yang ditugaskan oleh Dishub, Aris Nopiana mengatakan terjadinya penurunan pendapatan parkir dipengaruhi oleh beberapa faktor yakni kurangnya kesadaran pengendara bermotor yang menggunakan jasa parkir untuk membayar uang parkir. Ditambah lagi dengan ketersediaan lahan parkir yang terbatas.

Diakuinya ada enam titik yang lahan parkirnya masih terbatas yakni Pasar Baru Tarempa, Bank Nasional Indonesia Tarempa, Bank Riau Kepri Tarempa, Belakang Pasar Impres, Depan Loka dan depan Siantan Farma.

“Lahan itu terlalu sempit, sementara itu di beberapa kecamatan lainnya belum dipungut retribusi parkir seperti Kecamatan Palmatak, Siantan Tengah, Siantan Timur, Siantan Selatan, Jemaja Timur, dan Jemaja,” jelasnya.

Baca Juga: Genjot Pajak Daerah, Intensifikasi Jadi Strategi

Aris menambahkan karcis yang diberikan kepada juru parkir setiap harinya berjumlah 100 karcis, namun yang habis dipakai hanya sekitar 30 karcis per satu titik lahan parkir. Oleh karena itu, pihak Dishub terus melakukan sosialisasi secara masif terkait retribusi parkir agar para pengendara kendaraan bermotor banyak menggunakan jasa parkir.

Seperti dilansir batampos.co.id, jasa yang dipungut setiap sekali masuk parkir bagi pengendara kendaraan bermotor akan dikenakan biaya perunit sepeda motor sebesar Rp 1000. Dari pendapatan parkir tersebut setiap harinya juru parkir akan menyetorkannya ke kas daerah melalui rekening kas.

“Setiap hari biasanya kami setorkan ke Dispenda melalui Bank setelah saya laporkan ke pimpinan,” pungkasnya. (Bsi)

Baca Juga: Kejar PBB Rp45 Miliar, Bappenda Lakukan Langkah Ini
Topik : pajak daerah, retribusi parkir, anambas
artikel terkait
Jum'at, 01 Juli 2016 | 14:42 WIB
YOGYAKARTA
Senin, 27 Agustus 2018 | 09:57 WIB
KABUPATEN BUTON
Rabu, 01 Agustus 2018 | 16:40 WIB
KABUPATEN WAY KANAN
Selasa, 22 November 2016 | 20:02 WIB
PROVINSI DKI JAKARTA
berita pilihan
Kamis, 18 April 2019 | 13:51 WIB
KOTA TASIKMALAYA
Jum'at, 12 April 2019 | 13:42 WIB
KABUPATEN LUMAJANG
Kamis, 11 April 2019 | 17:58 WIB
KABUPATEN CIREBON
Rabu, 10 April 2019 | 16:48 WIB
KOTA PALANGKA RAYA
Selasa, 09 April 2019 | 18:15 WIB
KABUPATEN MALANG
Selasa, 09 April 2019 | 17:54 WIB
PROVINSI SULAWESI SELATAN
Selasa, 09 April 2019 | 16:32 WIB
KOTA BANDUNG
Selasa, 09 April 2019 | 10:27 WIB
KABUPATEN MALANG
Senin, 08 April 2019 | 16:24 WIB
PROVINSI JAWA BARAT
Kamis, 04 April 2019 | 21:20 WIB
KOTA SURABAYA