Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Rencana Pemungutan Pajak Turis Ditunda

1
1

Ilustrasi. (foto: skytrax)

BANGKOK, DDTCNews – Kementerian Pariwisata dan Olahraga Thailand memutuskan untuk menunda rencana pemungutan pajak turis (tourist tax) yang diambil dari pengunjung atau wisatawan asing.

Chote Trachu, Permanent Tourism Secretary mengatakan pajak tersebut memberikan dampak negatif secara psikologis bagi wisatawan asing. Hal ini berisiko memberikan tambahan beban atau hambatan bagi sektor pariwisata yang masih menjadi industri utama di negara tersebut.

“Kementerian tidak akan mengenakan pajak turis pada tahun ini karena dapat memperburuk pariwisata Thailand, terutama ketika baht sedang sangat kuat,” katanya, Senin (9/9/2019).

Baca Juga: Kabinet Pertahankan Besaran Tarif PPN

Dia meyakini bahwa kedatangan wisatawan internasional ke Thailand selama kuartal terakhir tahun ini akan meningkat hingga mencapai 40—41 juta. Jumlah tersebut sesuai dengan proyeksi awal ketika ada kebijakan perpanjangan keringanan biaya visa kedatangan.

Pariwisata, sambungnya, telah menjadi pendorong perekonomian di Thailand selama satu dekade terakhir. Pasalnya, pendapatan yang berhasil dikumpulkan dari turis asing mencapai 12% dari produk domestik bruto (PDB).

Seperti diketahui, pada Mei lalu, Kementerian Pariwisata dan Olahraga Thailand mengaku tengah mempelajari pajak turis untuk membantu perbaikan atraksi lokal dan perlindungan dengan asuransi bagi pengunjung asing.

Baca Juga: Pemerintah Thailand Usulkan Cukai Makanan Asin

Ide tersebut muncul setelah undang-undang yang baru terkait pariwisata mulai berlaku pada 22 Mei 2019. Mereka akan melakukan konsultasi dengan para pemangku kepentingan selama enam bulan sebelum keputusan akhir.

Tahun lalu, Thailand menerima kunjungan lebih dari 38 juta wisatawan mancanegara. Kunjungan itu memberikan kontribusi ke pendapatan lebih dari 2 triliun baht (sekitar Rp917,4 triliun). Jika dikombinasikan dengan wisatawan domestik pendapatan mencapai 3 triliun baht pada 2018.

Seperti dilansir Bangkok Post, beberapa negara juga telah menerapkan pajak turis. Jepang misalnya, telah menerapkan pajak ‘sayonara’ 1.000 yen. Malaysia juga baru-baru ini memungut biaya keberangkatan tapi ditentang. (MG-anp/kaw)

Baca Juga: Parlemen Setujui Paket Reformasi Pajak Duterte

“Kementerian tidak akan mengenakan pajak turis pada tahun ini karena dapat memperburuk pariwisata Thailand, terutama ketika baht sedang sangat kuat,” katanya, Senin (9/9/2019).

Baca Juga: Kabinet Pertahankan Besaran Tarif PPN

Dia meyakini bahwa kedatangan wisatawan internasional ke Thailand selama kuartal terakhir tahun ini akan meningkat hingga mencapai 40—41 juta. Jumlah tersebut sesuai dengan proyeksi awal ketika ada kebijakan perpanjangan keringanan biaya visa kedatangan.

Pariwisata, sambungnya, telah menjadi pendorong perekonomian di Thailand selama satu dekade terakhir. Pasalnya, pendapatan yang berhasil dikumpulkan dari turis asing mencapai 12% dari produk domestik bruto (PDB).

Seperti diketahui, pada Mei lalu, Kementerian Pariwisata dan Olahraga Thailand mengaku tengah mempelajari pajak turis untuk membantu perbaikan atraksi lokal dan perlindungan dengan asuransi bagi pengunjung asing.

Baca Juga: Pemerintah Thailand Usulkan Cukai Makanan Asin

Ide tersebut muncul setelah undang-undang yang baru terkait pariwisata mulai berlaku pada 22 Mei 2019. Mereka akan melakukan konsultasi dengan para pemangku kepentingan selama enam bulan sebelum keputusan akhir.

Tahun lalu, Thailand menerima kunjungan lebih dari 38 juta wisatawan mancanegara. Kunjungan itu memberikan kontribusi ke pendapatan lebih dari 2 triliun baht (sekitar Rp917,4 triliun). Jika dikombinasikan dengan wisatawan domestik pendapatan mencapai 3 triliun baht pada 2018.

Seperti dilansir Bangkok Post, beberapa negara juga telah menerapkan pajak turis. Jepang misalnya, telah menerapkan pajak ‘sayonara’ 1.000 yen. Malaysia juga baru-baru ini memungut biaya keberangkatan tapi ditentang. (MG-anp/kaw)

Baca Juga: Parlemen Setujui Paket Reformasi Pajak Duterte
Topik : Thailand, pajak turis, tourist tax
Komentar
Dapatkan hadiah berupa merchandise DDTCNews masing-masing senilai Rp250.000 yang diberikan kepada dua orang pemenang. Redaksi akan memilih pemenang setiap dua minggu sekali, dengan berkomentar di artikel ini! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Senin, 13 Mei 2019 | 13:33 WIB
FILIPINA
Kamis, 14 Juli 2016 | 11:33 WIB
INGGRIS
Jum'at, 12 April 2019 | 17:02 WIB
JERMAN
Kamis, 14 Juli 2016 | 14:26 WIB
INGGRIS
berita pilihan
Senin, 13 Mei 2019 | 13:33 WIB
FILIPINA
Jum'at, 12 April 2019 | 17:02 WIB
JERMAN
Jum'at, 12 April 2019 | 18:16 WIB
BREXIT
Jum'at, 12 April 2019 | 18:45 WIB
AMERIKA SERIKAT
Jum'at, 12 April 2019 | 19:02 WIB
FINLANDIA
Senin, 15 April 2019 | 10:30 WIB
AMERIKA SERIKAT
Senin, 15 April 2019 | 15:22 WIB
AMERIKA SERIKAT
Senin, 15 April 2019 | 18:24 WIB
NIGERIA
Senin, 15 April 2019 | 18:43 WIB
JEPANG