JAKARTA, DDTCNews - Kemenko Perekonomian menyatakan negosiasi tarif impor resiprokal dengan pemerintah Amerika Serikat (AS) berlangsung lancar, terutama untuk beberapa komoditas unggulan yang langganan masuk ke pasar Negeri Paman Sam.
Sesmenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan negosiasi dengan AS perlu dilakukan hati-hati karena bakal berdampak besar terhadap ekonomi nasional. Namun, dia meyakini negosiasi tersebut akan mencetak hasil yang cukup memuaskan bagi pelaku usaha dalam negeri.
"Hasil negosiasi tarif kita sangat bagus. Nanti ada sedikit surprise. Beberapa komoditas yang ekspornya tinggi sekali ke AS itu, kita berhasil negosiasikan dengan sangat optimal," katanya, Kamis (29/1/2026).
Sayang, Susiwijono belum membeberkan kejutan apa yang dibawa pemerintah setelah bernegosiasi dengan United States Trade Representative (USTR). Dia juga tidak mengungkapkan komoditas apa saja yang akan memperoleh privilege dari AS.
Dia hanya menyebutkan bahwa komoditas yang berhasil mendapatkan keringanan merupakan sektor vital dengan volume ekspor yang tinggi ke pasar AS.
"Ada surprise baguslah pokoknya. Banyak lha, pokoknya sektor yang cukup penting untuk ekspor kita," tuturnya.
Perincian kerja sama perdagangan internasional dengan AS akan diumumkan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Pemerintah Indonesia menargetkan kesepakatan perdagangan kedua negara bisa rampung bulan depan.
Perlu diketahui, pemerintah AS menetapkan tarif bea masuk atas impor produk buatan Indonesia sebesar 19% pada April 2025. Adapun negosiasi perjanjian dagang antara kedua negara sudah berjalan hampir setahun.
"Nanti Pak Menko yang mengumumkan [soal komoditas yang dinegosiasikan secara optimal]. Kan hasilnya masih dilaporkan ke presiden, tinggal nunggu Bapak Presiden tanda tangan Agreement on Respectful Trade-nya," ujar Susiwijono. (rig)
