Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Negara Ini Lirik Pemungutan Pajak Turis

A+
A-
4
A+
A-
4

Ilustrasi, (foto: worldnomads)

JAKARTA, DDTCNews – Pemerintah Thailand sedang mempertimbangkan untuk memungut pajak turis (tourist tax) untuk membantu perbaikan atraksi lokal dan perlindungan dengan asuransi bagi pengunjung asing.

Ide ini muncul dari Kementerian Pariwisata dan Olahraga setelah undang-undang yang baru terkait pariwisata mulai berlaku pada 22 Mei 2019. Mereka akan melakukan konsultasi dengan para pemangku kepentingan selama enam bulan sebelum keputusan akhir.

“Penelitian sedang dilakukan untuk mempelajari dampak potensial pajak turis terhadap industri,” kata Sekretaris Tetap Kementerian Pariwisata Chote Trachu, seperti dikutip pada Rabu (29/5/2019).

Baca Juga: Didesak Pangkas Cukai Bahan Bakar, Pemerintah Ajukan Permintaan Ini

Penelitian yang dilakukan akan mencakup beberapa aspek, terutama terkait dampak lingkungan dari kunjungan para turis ke situs bersejarah. Hal ini dilakukan untuk menjadi acuan dalam memfasilitas pariwisata yang berkelanjutan di masa depan.

Gagasan pajak pariwisata ini sudah menjadi bahan perdebatan sebelumnya. Pada 2013, Kementerian Kesehatan Masyarakat mengusulkan pengumpulan biaya 500 baht dari setiap turis yang tiba dengan pesawat. Penerimaan yang didapat akan dialokasikan sebagian untuk perlindungan kesehatan turis.

Pada 2016, Kementerian Pariwisata dan Olahraga juga mengusulkan pajak turis US$10 per pengunjung. Namun, rencana ini gagal terwujud karena sebagian besar pihak khawatir terhadap efek negatif yang berisiko muncul terhadap jumlah kunjungan wisatawan.

Baca Juga: Pemerintah Turki Berencana Pungut Pajak Turis Tahun Depan

Thailand menjadi salah satu destinasi bagi para pelancong. Tahun lalu, jumlah pengunjung asing mencapai 38 juta. Kunjungan turis ini memberikan kontribusi lebih dari 2 triliun baht bagi perekonomian.

Jika pungutan US$10 seperti usulan pada 2016 diterapkan, Thailand akan mengumpulkan sekitar US$380 juta (sekitar Rp5,5 triliun) dari pengunjung asing tahun lalu. Penerimaan tersebut dapat digunakan untuk meningkatkan fasilitas, infrastruktur, dan keamanan bagi wisatawan.

Seperti dilansir Bangkok Post, Thailand mengikuti jejak beberapa negara yang menerapkan pajak turis. Jepang misalnya, telah menerapkan pajak ‘sayonara’ 1.000 yen. Malaysia juga baru-baru ini memungut biaya keberangkatan US$5 untuk pengunjung dari negara-negara Asean dan US$10 untuk wisatawan internasional. (kaw)

Baca Juga: Otoritas Pertimbangkan Pengurangan Pajak untuk Investasi Digital

“Penelitian sedang dilakukan untuk mempelajari dampak potensial pajak turis terhadap industri,” kata Sekretaris Tetap Kementerian Pariwisata Chote Trachu, seperti dikutip pada Rabu (29/5/2019).

Baca Juga: Didesak Pangkas Cukai Bahan Bakar, Pemerintah Ajukan Permintaan Ini

Penelitian yang dilakukan akan mencakup beberapa aspek, terutama terkait dampak lingkungan dari kunjungan para turis ke situs bersejarah. Hal ini dilakukan untuk menjadi acuan dalam memfasilitas pariwisata yang berkelanjutan di masa depan.

Gagasan pajak pariwisata ini sudah menjadi bahan perdebatan sebelumnya. Pada 2013, Kementerian Kesehatan Masyarakat mengusulkan pengumpulan biaya 500 baht dari setiap turis yang tiba dengan pesawat. Penerimaan yang didapat akan dialokasikan sebagian untuk perlindungan kesehatan turis.

Pada 2016, Kementerian Pariwisata dan Olahraga juga mengusulkan pajak turis US$10 per pengunjung. Namun, rencana ini gagal terwujud karena sebagian besar pihak khawatir terhadap efek negatif yang berisiko muncul terhadap jumlah kunjungan wisatawan.

Baca Juga: Pemerintah Turki Berencana Pungut Pajak Turis Tahun Depan

Thailand menjadi salah satu destinasi bagi para pelancong. Tahun lalu, jumlah pengunjung asing mencapai 38 juta. Kunjungan turis ini memberikan kontribusi lebih dari 2 triliun baht bagi perekonomian.

Jika pungutan US$10 seperti usulan pada 2016 diterapkan, Thailand akan mengumpulkan sekitar US$380 juta (sekitar Rp5,5 triliun) dari pengunjung asing tahun lalu. Penerimaan tersebut dapat digunakan untuk meningkatkan fasilitas, infrastruktur, dan keamanan bagi wisatawan.

Seperti dilansir Bangkok Post, Thailand mengikuti jejak beberapa negara yang menerapkan pajak turis. Jepang misalnya, telah menerapkan pajak ‘sayonara’ 1.000 yen. Malaysia juga baru-baru ini memungut biaya keberangkatan US$5 untuk pengunjung dari negara-negara Asean dan US$10 untuk wisatawan internasional. (kaw)

Baca Juga: Otoritas Pertimbangkan Pengurangan Pajak untuk Investasi Digital
Topik : Thailand, pajak turis
Komentar
Dapatkan hadiah berupa smartphone yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Rabu, 29 Maret 2017 | 15:50 WIB
MALAYSIA
Jum'at, 24 Maret 2017 | 10:56 WIB
AMERIKA SERIKAT
Selasa, 14 Februari 2017 | 11:55 WIB
THAILAND
Senin, 29 Agustus 2016 | 11:02 WIB
INGGRIS
berita pilihan
Senin, 31 Desember 2018 | 14:35 WIB
ZIMBABWE
Kamis, 28 Desember 2017 | 17:12 WIB
HONG KONG
Minggu, 30 September 2018 | 20:33 WIB
OECD INCLUSIVE FRAMEWORK ON BEPS
Sabtu, 13 Agustus 2016 | 17:02 WIB
THAILAND
Kamis, 29 September 2016 | 12:01 WIB
INDIA
Rabu, 11 Oktober 2017 | 11:19 WIB
KROASIA
Senin, 29 Oktober 2018 | 11:40 WIB
AUSTRALIA BARAT
Kamis, 24 Oktober 2019 | 16:01 WIB
EODB 2020
Selasa, 25 Juni 2019 | 14:28 WIB
FILIPINA
Selasa, 08 Agustus 2017 | 14:15 WIB
JEPANG