Review
Jum'at, 27 Januari 2023 | 08:00 WIB
MENDESAIN PAJAK NATURA DAN KENIKMATAN (2)
Kamis, 26 Januari 2023 | 15:53 WIB
MENDESAIN PAJAK NATURA DAN KENIKMATAN (1)
Kamis, 26 Januari 2023 | 14:40 WIB
KONSULTASI PERPAJAKAN
Rabu, 25 Januari 2023 | 17:15 WIB
LAPORAN DARI AUSTRALIA
Fokus
Data & Alat
Rabu, 25 Januari 2023 | 08:45 WIB
KURS PAJAK 25 JANUARI - 31 JANUARI 2023
Rabu, 18 Januari 2023 | 09:03 WIB
KURS PAJAK 18 JANUARI - 24 JANUARI 2023
Rabu, 11 Januari 2023 | 09:15 WIB
KURS PAJAK 11 JANUARI - 17 JANUARI 2022
Rabu, 04 Januari 2023 | 09:11 WIB
KURS PAJAK 04 JANUARI - 10 JANUARI 2023
Reportase

Realisasi Baru 56 Persen, Pemerintah Tak Bakal Realokasi Dana PC-PEN

A+
A-
0
A+
A-
0
Realisasi Baru 56 Persen, Pemerintah Tak Bakal Realokasi Dana PC-PEN

Ilustrasi. Gedung Kementerian Keuangan. (foto: Kemenkeu)

JAKARTA, DDTCNews – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) belum berencana melakukan realokasi anggaran penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional (PC-PEN) 2022 meskipun belanjanya baru terealisasi 56% atau senilai Rp256,28 triliun.

Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Pengeluaran Negara Made Arya Wijaya mengatakan realisasi PC-PEN memang tidak sebesar ketika perencanaan pada tahun lalu. Pada pos yang realisasinya kecil, Kemenkeu juga belum berencana melakukan realokasi.

"Kebijakan sekarang di PEN kita memang kelihatannya belum ada arahan untuk realokasi. Bu Menteri [Keuangan] itu punya pemikiran kalau tidak harus digunakan, ya tidak direalisasikan," katanya, dikutip pada Senin (7/11/2022).

Baca Juga: Ekonomi Pulih, Sri Mulyani Sebut Skala Insentif Pajak Sudah Diturunkan

Made menuturkan realisasi PEN memang dilakukan berdasarkan kebutuhan. Misal, realisasi klaster penanganan kesehatan yang baru Rp43,2 triliun atau 35,2%. Artinya, penanganan Covid selama hampir 3 tahun terakhir sudah membuahkan hasil sehingga sisanya tidak harus dipakai.

Menurutnya, Kemenkes bahkan sempat mengusulkan untuk mengembalikan alokasi penanganan kesehatan pada PC-PEN yang tidak terpakai pada kas negara.

Made menjelaskan proses pembelanjaan dana PC-PEN akan terus berlanjut hingga akhir tahun. Dengan kondisi pandemi dan ekonomi yang dinamis, ia berharap tren serapannya akan lebih baik dalam 2 bulan yang tersisa tahun ini.

Baca Juga: Ini Maksud 'Dimulainya Penyidikan' dalam Pengungkapan Ketidakbenaran

Dia memaparkan realisasi dana PC-PEN terus dimonitor setiap pekan. Andai masih tersisa, anggaran tersebut juga dapat dijadikan bantalan atau buffer untuk tahun depan.

"Tidak harus digunakan secara hura-hura. Kalau memang enggak [terealisasi], ya sudah," ujarnya.

Secara umum, realisasi anggaran PC-PEN hingga 28 Oktober 2022 baru 56,2% dari alokasi Rp455,62 triliun. Realisasi terkecil terjadi pada klaster penanganan kesehatan yang hanya 35,2% dari alokasi senilai Rp122,54.

Baca Juga: Penawaran Perdana SUN Khusus PPS Tahun Ini, Begini Hasilnya

Kemudian, klaster penguatan pemulihan ekonomi realisasinya Rp99,2 triliun atau 55,6% dari alokasi Rp178,32 triliun. Adapun untuk klaster perlindungan masyarakat, sudah terealisasi Rp113,9 triliun atau 736% dari alokasi Rp154,76 triliun. (rig)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.

Topik : kemenkeu, pc-pen, apbn 2022, insentif pajak, PEN, pemulihan ekonomi, nasional

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Kamis, 26 Januari 2023 | 17:30 WIB
HARI PABEAN INTERNASIONAL

Hari Pabean Internasional 2023, DJBC Jamin Aspek Pengawasan Makin Kuat

Kamis, 26 Januari 2023 | 16:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Belanja Perpajakan untuk Program PC-PEN Capai Rp24 Triliun

berita pilihan

Sabtu, 28 Januari 2023 | 16:30 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Ekonomi Pulih, Sri Mulyani Sebut Skala Insentif Pajak Sudah Diturunkan

Sabtu, 28 Januari 2023 | 15:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Batas Restitusi Dipercepat Jadi Rp5 Miliar, Sri Mulyani Bilang Begini

Sabtu, 28 Januari 2023 | 13:30 WIB
PP 50/2022

Ini Maksud 'Dimulainya Penyidikan' dalam Pengungkapan Ketidakbenaran

Sabtu, 28 Januari 2023 | 13:00 WIB
KABUPATEN REMBANG

Kepala Desa Dikumpulkan Gara-Gara Validasi NIK dan NPWP, Ada Apa?

Sabtu, 28 Januari 2023 | 12:30 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA

Penawaran Perdana SUN Khusus PPS Tahun Ini, Begini Hasilnya

Sabtu, 28 Januari 2023 | 12:00 WIB
PENEGAKAN HUKUM

Ngeri! Bea Cukai dan Polri Sita Sabu 149 Kg Jaringan Malaysia-Aceh 

Sabtu, 28 Januari 2023 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK

5 Alasan Wajib Pajak Bisa Ajukan Permintaan Sertifikat Elektronik Baru

Sabtu, 28 Januari 2023 | 10:30 WIB
KOREA SELATAN

Partai Oposisi Usulkan Pengenaan Windfall Tax untuk Danai Stimulus

Sabtu, 28 Januari 2023 | 10:00 WIB
PMK 203/2017

Pembebasan Bea Masuk US$500 Diberikan Per Penumpang, Bukan Per Barang

Sabtu, 28 Januari 2023 | 09:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Insentif Atas Impor Alkes dan Vaksin Covid Selama 3 Tahun Tembus Rp3 T