JAKARTA, DDTCNews - Pemerintah berencana kembali memberikan insentif PPN ditanggung pemerintah (DTP) untuk mobil listrik.
Tak cuma PPN DTP untuk mobil listrik, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut pemerintah juga menyediakan subsidi pembelian sepeda motor listrik. PPN DTP untuk mobil listrik dan subsidi sepeda motor listrik bakal meluncur pada Juni 2026.
"Nanti anggarannya kami hitung dan kami siapkan, yang jelas saya ingin itu masuk, [sehingga insentif] mulai awal Juni bisa diimplementasikan," ujarnya, dikutip pada Jumat (8/5/2026).
Purbaya menjelaskan skema kebijakan insentif kendaraan listrik sudah didiskusikan bersama Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, serta disetujui oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.
Berdasarkan hasil diskusi lintas kementerian, pemerintah akan memberikan subsidi alias diskon pembelian motor listrik senilai Rp5 juta per unit. Subsidi pembelian tersebut hanya berlaku untuk 100.000 unit motor listrik.
Selain itu, insentif pajak untuk 100.000 unit mobil listrik juga sedang disiapkan. Pemerintah akan memberikan PPN DTP sebesar 100% untuk mobil listrik berbasis baterai nikel (nickel manganese cobalt/NMC), serta PPN DTP sebesar 40% untuk mobil listrik yang menggunakan baterai selain nikel.
"Anggaran masih kami hitung, tapi untuk motor kira-kira Rp5 juta per motor untuk 100.000 motor. Untuk mobil bervariasi, ada PPN ditanggung 100%, ada yang 40%, tergantung baterainya, tapi jumlahnya 100.000 juga," jelas Purbaya.
Lebih lanjut, Purbaya menuturkan kebijakan insentif kendaraan listrik tidak hanya bertujuan meringankan masyarakat, tetapi merupakan strategi jangka panjang pemerintah untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak (BBM).
Menurutnya, peralihan penggunaan bahan bakar fosil menjadi tenaga listrik dapat menekan impor BBM. Dengan begitu, daya tahan perekonomian Indonesia tetap kuat, terutama di tengah gejolak global dan kenaikan harga minyak dunia akibat perang di Timur Tengah.
"Ada dorongan tambahan di perekonomian dan yang penting adalah switch dari pemakaian BBM ke listrik, sehingga impor BBM maupun minyak kita bisa berkurang," kata Purbaya. (dik)
