Review
Kamis, 01 Desember 2022 | 16:52 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 30 November 2022 | 11:27 WIB
OPINI PAJAK
Selasa, 29 November 2022 | 15:48 WIB
KONSULTASI UU HPP
Kamis, 24 November 2022 | 09:50 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Literasi
Jum'at, 02 Desember 2022 | 21:10 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 02 Desember 2022 | 19:00 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Jum'at, 02 Desember 2022 | 12:30 WIB
TIPS KEPABEANAN
Senin, 28 November 2022 | 18:30 WIB
KAMUS PAJAK
Data & Alat
Jum'at, 02 Desember 2022 | 12:00 WIB
KMK 63/2022
Rabu, 30 November 2022 | 10:11 WIB
KURS PAJAK 30 NOVEMBER - 06 DESEMBER 2022
Rabu, 23 November 2022 | 10:00 WIB
KURS PAJAK 23 NOVEMBER - 29 NOVEMBER 2022
Rabu, 16 November 2022 | 09:45 WIB
KURS PAJAK 16 NOVEMBER - 22 NOVEMBER 2022
Komunitas
Minggu, 04 Desember 2022 | 07:40 WIB
WAKIL KETUA I PERTAPSI TITI MUSWATI PUTRANTI:
Sabtu, 03 Desember 2022 | 09:34 WIB
KETUA BIDANG KERJA SAMA PERTAPSI BENY SUSANTI:
Sabtu, 03 Desember 2022 | 07:30 WIB
SELEBRITAS
Sabtu, 03 Desember 2022 | 07:00 WIB
ANIMASI PAJAK
Reportase

Perusahaan Perlu Perhatikan Ketentuan Transfer Pricing di PMK 22/2020

A+
A-
11
A+
A-
11
Perusahaan Perlu Perhatikan Ketentuan Transfer Pricing di PMK 22/2020

Associate Partner International Tax and Transfer Pricing Services DDTC Yusuf Wangko Ngantung dalam diskusi panel bertajuk Tax Disputes in Indonesia dalam gelaran ITR Asia Tax Forum, Kamis (25/8/2022).

JAKARTA, DDTCNews - Perusahaan perlu mengantisipasi ketentuan transfer pricing yang termuat dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 22/2020.

Associate Partner International Tax and Transfer Pricing Services DDTC Yusuf Wangko Ngantung mengatakan PMK tersebut secara umum mengatur tentang advance pricing agreement (APA). Meski demikian, PMK tersebut nyatanya turut memperluas cakupan ketentuan transfer pricing.

"PMK 22/2020 memperkenalkan konsep baru, yaitu transaksi independen yang dipengaruhi oleh hubungan istimewa," katanya dalam diskusi panel bertajuk Tax Disputes in Indonesia dalam gelaran ITR Asia Tax Forum, Kamis (25/8/2022).

Baca Juga: Khawatir Ganggu Investasi, Hungaria Kukuh Tolak Pajak Minimum Global

Dengan lahirnya PMK itu, lanjut Yusuf, transaksi independen berpotensi tunduk dengan ketentuan transfer pricing. Contoh, 2 perusahaan multinasional, yaitu US Co dan Japan Co memiliki perjanjian yang memungkinkan anak perusahaannya untuk berkontrak antara satu dengan yang lain.

Meski kedua perusahaan tidak memiliki hubungan istimewa antara satu dengan yang lain, transaksi antara anak usaha US Co dan Japan Co di Indonesia bisa dianggap sebagai transaksi independen yang dipengaruhi oleh hubungan istimewa sesuai dengan PMK 22/2020.

Selanjutnya, PMK 22/2020 juga memuat aturan mengenai secondary adjustment. Sebagai informasi, secondary adjustment adalah koreksi lanjutan yang bisa terjadi akibat adanya primary adjustment atas transaksi afiliasi.

Baca Juga: Kriteria Dokumen yang Dapat Dibebaskan dari Pungutan Bea Meterai

Berdasarkan Pasal 22 ayat (8) PMK 22/2020, telah diatur bahwa selisih antara nilai transaksi yang dipengaruhi hubungan istimewa yang tidak sesuai dengan arm's length principle (ALP) dan yang sesuai dengan ALP dianggap sebagai dividen yang dikenai PPh.

Dengan adanya secondary adjustment, koreksi yang dilakukan oleh otoritas pajak tidak hanya berdampak terhadap kewajiban pembayaran PPh badan, tetapi juga terhadap kewajiban withholding tax.

Contoh, otoritas pajak melalui primary adjustment mengoreksi nilai transaksi penjualan dari senilai 100 menjadi 120. Kemudian, selisih antara 100 dan 120 tersebut merupakan deemed dividend yang dikenai pajak penghasilan.

Baca Juga: Ada 3 Jenis Tarif PPh Final atas PHTB, DJP Jelaskan Aturannya

Pada praktiknya, lanjut Yusuf, secondary adjustment berlaku atas seluruh transaksi afiliasi, terlepas dari ada atau tidaknya hubungan kepemilikan atau penguasaan. (rig)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.

Topik : PMK 22/2020, transaksi independen, transfer pricing, ITR Asia Tax Forum, pajak, nasional

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Sabtu, 03 Desember 2022 | 13:30 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Pengajuan Penelitian Formal Melalui e-PHTB, DJP: Waktunya Lebih Cepat

Sabtu, 03 Desember 2022 | 11:30 WIB
KABUPATEN BANGKALAN

Realisasi PBB Baru 26%, Pemkab Bangkalan Minta Bantuan Kejaksaan

Sabtu, 03 Desember 2022 | 09:34 WIB
KETUA BIDANG KERJA SAMA PERTAPSI BENY SUSANTI:

'Pajak Harus Disokong Berbagai Pihak'

berita pilihan

Minggu, 04 Desember 2022 | 15:00 WIB
HUNGARIA

Khawatir Ganggu Investasi, Hungaria Kukuh Tolak Pajak Minimum Global

Minggu, 04 Desember 2022 | 14:00 WIB
BEA METERAI

Kriteria Dokumen yang Dapat Dibebaskan dari Pungutan Bea Meterai

Minggu, 04 Desember 2022 | 13:00 WIB
PERATURAN PAJAK

Ada 3 Jenis Tarif PPh Final atas PHTB, DJP Jelaskan Aturannya

Minggu, 04 Desember 2022 | 12:00 WIB
KP2KP BENTENG

Belum Setor PPh Final UMKM, Toko Kelontong Didatangi Petugas Pajak

Minggu, 04 Desember 2022 | 11:30 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

DJP Beberkan Kriteria Wajib Pajak yang Dibebaskan dari PPh Final PHTB

Minggu, 04 Desember 2022 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK

Jenis Penghasilan yang Masuk dalam Pencatatan WP Orang Pribadi

Minggu, 04 Desember 2022 | 10:30 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Utang Pemerintah Capai Rp7.496 Triliun, Sri Mulyani: Masih Aman

Minggu, 04 Desember 2022 | 10:00 WIB
KP2KP PINRANG

Bisnis Minuman Membludak, Petugas Pajak Sambangi Pabrik Es

Minggu, 04 Desember 2022 | 09:00 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Banyak Daerah Tak Punya RDTR, Perizinan Jadi Terkendala