Review
Kamis, 01 Desember 2022 | 16:52 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 30 November 2022 | 11:27 WIB
OPINI PAJAK
Selasa, 29 November 2022 | 15:48 WIB
KONSULTASI UU HPP
Kamis, 24 November 2022 | 09:50 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Literasi
Jum'at, 02 Desember 2022 | 21:10 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 02 Desember 2022 | 19:00 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Jum'at, 02 Desember 2022 | 12:30 WIB
TIPS KEPABEANAN
Senin, 28 November 2022 | 18:30 WIB
KAMUS PAJAK
Data & Alat
Jum'at, 02 Desember 2022 | 12:00 WIB
KMK 63/2022
Rabu, 30 November 2022 | 10:11 WIB
KURS PAJAK 30 NOVEMBER - 06 DESEMBER 2022
Rabu, 23 November 2022 | 10:00 WIB
KURS PAJAK 23 NOVEMBER - 29 NOVEMBER 2022
Rabu, 16 November 2022 | 09:45 WIB
KURS PAJAK 16 NOVEMBER - 22 NOVEMBER 2022
Komunitas
Senin, 05 Desember 2022 | 09:00 WIB
SEKRETARIS I PERTAPSI CHRISTINE TJEN:
Minggu, 04 Desember 2022 | 07:40 WIB
WAKIL KETUA I PERTAPSI TITI MUSWATI PUTRANTI:
Sabtu, 03 Desember 2022 | 09:34 WIB
KETUA BIDANG KERJA SAMA PERTAPSI BENY SUSANTI:
Sabtu, 03 Desember 2022 | 07:30 WIB
SELEBRITAS
Reportase

Penerimaan Pajak Melesat, Thailand Janjikan Stimulus Tambahan

A+
A-
0
A+
A-
0
Penerimaan Pajak Melesat, Thailand Janjikan Stimulus Tambahan

Ilustrasi.

BANGKOK, DDTCNews - Pemerintah Thailand berjanji akan memberikan tambahan stimulus untuk masyarakat apabila penerimaan pajak 2022 melampaui target.

Sekretaris Kementerian Keuangan Krisada Chinavicharana mengatakan tren penerimaan pajak sepanjang Oktober 2021-Februari 2022 menunjukkan perbaikan yang signifikan. Oleh karena itu, pemerintah juga akan membelanjakan kelebihan uang tersebut untuk meringankan biaya hidup masyarakat.

"Pengurangan pajak bisa menjadi salah satu cara meringankan beban keuangan masyarakat," katanya, dikutip Senin (21/3/2022).

Baca Juga: Khawatir Ganggu Investasi, Hungaria Kukuh Tolak Pajak Minimum Global

Krisada mengatakan pendapatan bersih selama 5 bulan pertama APBN 2022 telah mencapai 911 miliar baht atau Rp389,5 triliun dari target 46 miliar baht atau Rp19,67 triliun. Adapun dalam keseluruhan tahun fiskal, pemerintah menargetkan pendapatan senilai 2,4 triliun baht atau Rp1.026,3 triliun dan belanja 3,11 triliun baht atau Rp1.330 triliun .

Dalam jangka pendek, pemerintah akan menyusun langkah-langkah untuk meredam dampak kenaikan harga minyak global. Menurutnya, pemerintah memiliki anggaran yang cukup untuk menghadapi situasi tersebut.

Krisada menilai perbaikan tren pendapatan negara juga menandakan pemulihan ekonomi telah berjalan dengan baik. Nantinya, pemberian stimulus untuk masyarakat juga akan dievaluasi sesuai dengan kebutuhan.

Baca Juga: Asosiasi Industri Minta Pemerintah Inggris Tunda Pajak Minimum Global

Sementara itu, Dirjen Pajak Ekniti Nitithanprapas menilai meningkatnya pendapatan negara salah satunya disumbang oleh pajak atas kegiatan perdagangan melalui sistem elektronik (PMSE). Dia mencatat penerimaan pajak PMSE telah mencapai 3,12 miliar baht atau Rp1,33 triliun sepanjang 1 September 2021 hingga Januari 2022.

Saat ini, 127 operator platform online asing telah mendaftar sebagai pemungut pajak pertambahan nilai (PPN) di Thailand setelah UU Pajak Pelayanan Elektronik mulai berlaku pada September 2021. Beleid itu mengharuskan penyedia layanan online di luar negeri mendaftar sebagai pemungut PPN 7% jika pendapatan tahunannya melebihi 1,8 juta baht atau Rp770 juta.

"Penerimaan pajak layanan elektronik diperkirakan mencapai 8-10 miliar baht [Rp3,42-Rp4,27 triliun] pada tahun pertama, lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya senilai 5 miliar [Rp2,13 triliun] ," ujarnya dilansir bangkokpost.com. (sap)

Baca Juga: Thailand Bakal Pajaki Perdagangan Saham Mulai 2023

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.

Topik : pajak internasional, pajak digital, konsensus pajak global, PMSE, pajak transaksi elektronik, Thailand, e-commerce

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Jum'at, 25 November 2022 | 09:00 WIB
PENERIMAAN PAJAK

7 Bulan Berlaku, Kenaikan PPN Tambah Rp43 Triliun ke Penerimaan Pajak

Selasa, 22 November 2022 | 13:30 WIB
INGGRIS

Ada Windfall Tax, Shell Pikir Ulang Rencana Investasi

Selasa, 22 November 2022 | 12:00 WIB
INGGRIS

Inggris Resmi Naikkan Tarif Windfall Tax Migas, Berlaku Hingga 2028

Senin, 21 November 2022 | 16:00 WIB
YUNANI

Danai Subsidi, Yunani Kenakan Windfall Tax dengan Tarif 60%

berita pilihan

Senin, 05 Desember 2022 | 09:00 WIB
SEKRETARIS I PERTAPSI CHRISTINE TJEN:

‘Tax Center dan Akademisi Itu Posisinya Netral’

Minggu, 04 Desember 2022 | 15:00 WIB
HUNGARIA

Khawatir Ganggu Investasi, Hungaria Kukuh Tolak Pajak Minimum Global

Minggu, 04 Desember 2022 | 14:00 WIB
BEA METERAI

Kriteria Dokumen yang Dapat Dibebaskan dari Pungutan Bea Meterai

Minggu, 04 Desember 2022 | 13:00 WIB
PERATURAN PAJAK

Ada 3 Jenis Tarif PPh Final atas PHTB, DJP Jelaskan Aturannya

Minggu, 04 Desember 2022 | 12:00 WIB
KP2KP BENTENG

Belum Setor PPh Final UMKM, Toko Kelontong Didatangi Petugas Pajak

Minggu, 04 Desember 2022 | 11:30 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

DJP Beberkan Kriteria Wajib Pajak yang Dibebaskan dari PPh Final PHTB

Minggu, 04 Desember 2022 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK

Jenis Penghasilan yang Masuk dalam Pencatatan WP Orang Pribadi

Minggu, 04 Desember 2022 | 10:30 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Utang Pemerintah Capai Rp7.496 Triliun, Sri Mulyani: Masih Aman

Minggu, 04 Desember 2022 | 10:00 WIB
KP2KP PINRANG

Bisnis Minuman Membludak, Petugas Pajak Sambangi Pabrik Es