Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Patuh Bayar Pajak, Pembuat Bata Merah Ini Bikin Sri Mulyani Terharu

A+
A-
1
A+
A-
1
Patuh Bayar Pajak, Pembuat Bata Merah Ini Bikin Sri Mulyani Terharu

Yuliani saat membuat bata merah. (foto: Instagram Sri Mulyani)

JAKARTA, DDTCNews – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengaku terharu dengan sikap seorang perempuan pembuat bata merah di daerah Ponorogo, Jawa Timur.

Melalui akun Instagram-nya, dia mengunggah foto sosok perempuan 60 tahun yang setiap hari bekerja mengolah tanah liat (lempung) menjadi bata. Sri Mulyani terharu karena kesadarannya membayar pajak dari kegiatan usaha yang selama ini dijalankannya.

Dalam unggahan foto itu, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut mengutip sebuah penyataan yang diakui milik perempuan dengan nama Yuliani tersebut. Pernyataan ini, diakui Sri Mulyani, termasuk luar biasa dan menyentuh hati. Berikut kutipan pernyataan Yuliani tersebut:

Baca Juga: Simak, Ada 4 Tugas Baru Seksi Pengolahan Data & Informasi KPP Pratama

“Saya membayar pajak adalah bagian dari kewajiban saya untuk mengembalikan apa-apa yang menjadi hak ibu pertiwi. Saya dan keluarga saya dapat hidup karena kekayaan alam yang dapat saya olah. Sudah sepantasanya sebagian kecil hasil yang saya dapat ini, saya kembalikan kepada yang punya.”

Cerita Yuliani ini membuat Sri Mulyani bangga sekaligus optimistis sebagai orang Indonesia. Dia menyebut perempuan yang setiap hari menghaluskan, mengeringkan, dan membakar padatan tanah liat di atas perapian tersebut sebagai sumber inspirasinya.

“Sikap beliau memecut semangat dan makin meneguhkan sikap saya untuk terus menjalankan amanah menjaga keuangan negara dengan hati-hati, bertanggung jawab, jujur, dan ikhlas,” tutur Sri Mulyani.

Baca Juga: Catat! Tugas 5 Seksi di KPP Pratama Berubah per Maret 2020

Pasalnya, tanah-tanah liat diambil Yuliani dari tebing Bukit Pagerukir yang berjarak sekitar tujuh kilo meter dari kediamannya. Pekerjaan tersebut dilakukan dalam satu siklus selama 20 hari. Bata-bata merah itu dijual ke Purwantoro, Ponorogo, Pudak, ataupun Slahung.

Yuliani sudah melakukan pembayaran pajak dan melaporkan surat pemberitahuan (SPT) Tahunan di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Ponorogo, Jawa Timur. Menurut Sri Mulyani, langkah Yuliani seharusnya menjadi teladan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

“Pembayar pajak seperti Ibu Yuliani inilah pahlawan Indonesia yang sesungguhnya. Dari hasil jerih payah dan setiap tetesan keringat Ibu Yuliani, Indonesia terus dibangun untuk menjadi bangsa yang maju, adil dan makmur, serta bermartabat, Bagaimana dengan Anda?” ujar Sri Mulyani. (kaw)

Baca Juga: Beleid Baru! Dirjen Pajak Resmi Ubah Tugas & Fungsi KPP Pratama
View this post on Instagram

“Saya membayar pajak adalah bagian dari kewajiban saya untuk mengembalikan apa-apa yang menjadi hak ibu pertiwi. Saya dan keluarga saya dapat hidup karena kekayaan alam yang dapat saya olah. Sudah sepantasanya sebagian kecil hasil yang saya dapat ini, saya kembalikan kepada yang punya". Pernyataan yang sungguh luar biasa dan menyentuh hati dari seorang ibu yang setiap hari bekerja mengolah tanah liat (lempung) dengan memadatkan dan membentuk menjadi bata, kemudian menghaluskan, mengeringkan dan pada akhir membakarnya di atas perapian. Tanah-tanah lempung itu di ambil dari tebing Bukit Pagerukir yang berjarak sekitar tujuh kilometer dari kediamannya. Pekerjaan tersebut dilakukan dalam satu siklus selama 20 hari. Bata-bata merah itu dijual Ibu Yuliani ke Purwantoro, ke kota Ponorogo, ke Pudak ataupun ke Slahung. Ibu Yuliani telah berusia 60 tahun dan hidup sangat bersahaja, beliau tak pernah lelah bekerja sangat tekun dan sabar. Ibu Yuliani dengan kesadarannya sendiri melakukan pembayaran dan pelaporan pajak SPT Tahunan di @kppponorogo Kantor Pelayanan Pajak Pratama Ponorogo - Jawa Timur. Cerita Ibu Yuliani ini membuat saya terharu dan sekaligus bangga serta optimis sebagai orang Indonesia. Ibu Yuliani adalah sumber inspirasi bagi saya. Sikap beliau memecut semangat dan makin meneguhkan sikap saya untuk terus menjalankan amanah menjaga Keuangan negara dengan hati-hati, bertanggung jawab, jujur dan ikhlas. Pembayar pajak seperti Ibu Yuliani inilah pahlawan Indonesia yang sesungguhnya. Dari hasil jerih payah dan setiap tetesan keringat Ibu Yuliani, Indonesia terus dibangun untuk menjadi bangsa yang maju, adil dan makmur serta bermartabat . Bagaimana dengan Anda?

A post shared by Sri Mulyani Indrawati (@smindrawati) on

Baca Juga: Tax Center Unila Lakukan Pendampingan SPT

Dalam unggahan foto itu, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut mengutip sebuah penyataan yang diakui milik perempuan dengan nama Yuliani tersebut. Pernyataan ini, diakui Sri Mulyani, termasuk luar biasa dan menyentuh hati. Berikut kutipan pernyataan Yuliani tersebut:

Baca Juga: Simak, Ada 4 Tugas Baru Seksi Pengolahan Data & Informasi KPP Pratama

“Saya membayar pajak adalah bagian dari kewajiban saya untuk mengembalikan apa-apa yang menjadi hak ibu pertiwi. Saya dan keluarga saya dapat hidup karena kekayaan alam yang dapat saya olah. Sudah sepantasanya sebagian kecil hasil yang saya dapat ini, saya kembalikan kepada yang punya.”

Cerita Yuliani ini membuat Sri Mulyani bangga sekaligus optimistis sebagai orang Indonesia. Dia menyebut perempuan yang setiap hari menghaluskan, mengeringkan, dan membakar padatan tanah liat di atas perapian tersebut sebagai sumber inspirasinya.

“Sikap beliau memecut semangat dan makin meneguhkan sikap saya untuk terus menjalankan amanah menjaga keuangan negara dengan hati-hati, bertanggung jawab, jujur, dan ikhlas,” tutur Sri Mulyani.

Baca Juga: Catat! Tugas 5 Seksi di KPP Pratama Berubah per Maret 2020

Pasalnya, tanah-tanah liat diambil Yuliani dari tebing Bukit Pagerukir yang berjarak sekitar tujuh kilo meter dari kediamannya. Pekerjaan tersebut dilakukan dalam satu siklus selama 20 hari. Bata-bata merah itu dijual ke Purwantoro, Ponorogo, Pudak, ataupun Slahung.

Yuliani sudah melakukan pembayaran pajak dan melaporkan surat pemberitahuan (SPT) Tahunan di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Ponorogo, Jawa Timur. Menurut Sri Mulyani, langkah Yuliani seharusnya menjadi teladan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

“Pembayar pajak seperti Ibu Yuliani inilah pahlawan Indonesia yang sesungguhnya. Dari hasil jerih payah dan setiap tetesan keringat Ibu Yuliani, Indonesia terus dibangun untuk menjadi bangsa yang maju, adil dan makmur, serta bermartabat, Bagaimana dengan Anda?” ujar Sri Mulyani. (kaw)

Baca Juga: Beleid Baru! Dirjen Pajak Resmi Ubah Tugas & Fungsi KPP Pratama
View this post on Instagram

“Saya membayar pajak adalah bagian dari kewajiban saya untuk mengembalikan apa-apa yang menjadi hak ibu pertiwi. Saya dan keluarga saya dapat hidup karena kekayaan alam yang dapat saya olah. Sudah sepantasanya sebagian kecil hasil yang saya dapat ini, saya kembalikan kepada yang punya". Pernyataan yang sungguh luar biasa dan menyentuh hati dari seorang ibu yang setiap hari bekerja mengolah tanah liat (lempung) dengan memadatkan dan membentuk menjadi bata, kemudian menghaluskan, mengeringkan dan pada akhir membakarnya di atas perapian. Tanah-tanah lempung itu di ambil dari tebing Bukit Pagerukir yang berjarak sekitar tujuh kilometer dari kediamannya. Pekerjaan tersebut dilakukan dalam satu siklus selama 20 hari. Bata-bata merah itu dijual Ibu Yuliani ke Purwantoro, ke kota Ponorogo, ke Pudak ataupun ke Slahung. Ibu Yuliani telah berusia 60 tahun dan hidup sangat bersahaja, beliau tak pernah lelah bekerja sangat tekun dan sabar. Ibu Yuliani dengan kesadarannya sendiri melakukan pembayaran dan pelaporan pajak SPT Tahunan di @kppponorogo Kantor Pelayanan Pajak Pratama Ponorogo - Jawa Timur. Cerita Ibu Yuliani ini membuat saya terharu dan sekaligus bangga serta optimis sebagai orang Indonesia. Ibu Yuliani adalah sumber inspirasi bagi saya. Sikap beliau memecut semangat dan makin meneguhkan sikap saya untuk terus menjalankan amanah menjaga Keuangan negara dengan hati-hati, bertanggung jawab, jujur dan ikhlas. Pembayar pajak seperti Ibu Yuliani inilah pahlawan Indonesia yang sesungguhnya. Dari hasil jerih payah dan setiap tetesan keringat Ibu Yuliani, Indonesia terus dibangun untuk menjadi bangsa yang maju, adil dan makmur serta bermartabat . Bagaimana dengan Anda?

A post shared by Sri Mulyani Indrawati (@smindrawati) on

Baca Juga: Tax Center Unila Lakukan Pendampingan SPT
Topik : kepatuhan formal, SPT, Ditjen Pajak, Sri Mulyani
Komentar
Dapatkan hadiah berupa smartphone yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Jum'at, 27 Juli 2018 | 14:59 WIB
UU PNBP
Senin, 24 September 2018 | 09:53 WIB
UTANG PEMERINTAH PUSAT
Senin, 17 September 2018 | 09:45 WIB
PEREKONOMIAN INDONESIA
Senin, 20 Agustus 2018 | 15:09 WIB
POLEMIK UTANG
berita pilihan
Jum'at, 28 Februari 2020 | 16:30 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Jum'at, 28 Februari 2020 | 15:45 WIB
KOREA SELATAN
Jum'at, 28 Februari 2020 | 15:25 WIB
KEP-75/2020
Jum'at, 28 Februari 2020 | 14:42 WIB
KEP-75/2020
Jum'at, 28 Februari 2020 | 14:09 WIB
KEP-75/2020
Jum'at, 28 Februari 2020 | 14:06 WIB
CHINA
Jum'at, 28 Februari 2020 | 12:30 WIB
UNIVERSITAS LAMPUNG
Jum'at, 28 Februari 2020 | 12:00 WIB
KAMUS PAJAK
Jum'at, 28 Februari 2020 | 11:25 WIB
UNIVERSITAS MALIKUSSALEH