Fokus
Literasi
Jum'at, 24 Juni 2022 | 18:00 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Jum'at, 24 Juni 2022 | 16:14 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 24 Juni 2022 | 15:00 WIB
TIPS PAJAK
Rabu, 22 Juni 2022 | 18:00 WIB
KAMUS PAJAK
Data & Alat
Rabu, 22 Juni 2022 | 13:15 WIB
STATISTIK KEBIJAKAN PAJAK
Rabu, 22 Juni 2022 | 08:53 WIB
KURS PAJAK 22 JUNI - 28 JUNI 2022
Rabu, 15 Juni 2022 | 12:45 WIB
STATISTIK CUKAI MULTINASIONAL
Rabu, 15 Juni 2022 | 09:30 WIB
KURS PAJAK 15 JUNI - 21 JUNI 2022
Reportase
Perpajakan ID

Palsukan Faktur Pajak, Bos Perusahaan Baja Terkemuka Ditangkap

A+
A-
1
A+
A-
1
Palsukan Faktur Pajak, Bos Perusahaan Baja Terkemuka Ditangkap

Ilustrasi.

KOCHI, DDTCNews – Otoritas pajak India, The Directorate General of GST Intelligence (DGGI), telah mendeteksi adanya penggelapan pajak barang dan jasa (goods and services tax/GST) oleh sebuah pabrikan baja di Kerala.

Hasil penyelidikan DCGI menemukan adanya kelompok kartel pada industri baja Kerala yang mengeluarkan faktur senilai Rs400 crore kepada penerima manfaat.

“Diduga Kairali Steels & Alloys (Kairali TMT) adalah penerima manfaat utama. Dari penghindaran pajak yang dilakukan, kartel meneruskan kredit pajak masukan palsu senilai Rs43 crore,” DCGI dalam pernyataan resminya, dikutip Rabu (4/5/2022).

Baca Juga: Wah! 25% Ekspat AS Pertimbangkan Lepas Kewarganegaraan Gara-Gara Pajak

Kairali Steels & Alloys (Kairali TMT) adalah pemasok terkemuka batang baja di Kerala. Pabrik Kairali TMT terletak di Palakkad dan Salem.

Unit Zona Kochi dari DCGI juga menangkap Humayoon Kalliyath, direktur eksekutif Kairali Steels & Alloys (P) Ltd. Kalliyath yang diduga menjadi dalang dari kasus penggelapan pajak ini.

Kalliyath ditangkap oleh Jijo Francis, petugas intelijen, Unit Regional DGGI Thiruvananthapuram. Kalliyath ditangkap di bawah dasar hukum Bagian 69 dari CGST Act 2017.

Baca Juga: Tagihan Listrik Mahal, Negara Ini Berencana Pangkas Tarif PPN Jadi 5%

Pelanggaran yang dilakukan olehnya dapat dihukum berdasarkan Bagian 132 dari Undang-Undang CGST 2017. Hukuman ini tidak dapat ditebus dan harus dijalani dengan masa tahanan yudisial selama 14 hari.

“Petugas unit DGGI di Thiruvananthapuram, Kochi, dan Kozhikode melakukan operasi pencarian berkelanjutan di berbagai tempat di Kerala. Hasilnya ditemukan berbagai dokumen yang memberatkan [hukuman tersangka],” tambah DCGI, dilansir The New Indian Express. (sap)

Baca Juga: Pengusaha Hotel Minta Perpanjangan Insentif PBB, Menkeu Ini Menolak
Topik : pajak internasional, faktur pajak fiktif, penghindaran pajak, kejahatan pajak, India

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

berita pilihan

Sabtu, 25 Juni 2022 | 15:30 WIB
KPP PRATAMA ENDE

Batas Akhir PPS Makin Dekat, Kantor Pajak Ramai-Ramai Jemput Bola

Sabtu, 25 Juni 2022 | 15:00 WIB
AMERIKA SERIKAT

Wah! 25% Ekspat AS Pertimbangkan Lepas Kewarganegaraan Gara-Gara Pajak

Sabtu, 25 Juni 2022 | 13:00 WIB
KABUPATEN PANGANDARAN

Pemutihan Pajak Cuma Sampai September, WP Diimbau Segara Manfaatkan

Sabtu, 25 Juni 2022 | 11:30 WIB
DATA PPS HARI INI

PPS Sisa 5 Hari, Deklarasi Harta Luar Negeri Melejit ke Rp31,7 Triliun

Sabtu, 25 Juni 2022 | 11:01 WIB
LAPORAN DARI BELANDA

Lagi, Profesional DDTC Lulus S-2 di Tilburg University Belanda

Sabtu, 25 Juni 2022 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS KEPABEANAN

Ketentuan Bea Masuk Pembalasan

Sabtu, 25 Juni 2022 | 10:45 WIB
PENERIMAAN PERPAJAKAN

Tarif Bea Keluar Atas CPO Naik, Penerimaan Diyakini Ikut Melesat