Review
Rabu, 08 Februari 2023 | 11:44 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 07 Februari 2023 | 08:00 WIB
MENDESAIN PAJAK NATURA DAN KENIKMATAN (5)
Kamis, 02 Februari 2023 | 17:05 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 01 Februari 2023 | 08:00 WIB
MENDESAIN PAJAK NATURA DAN KENIKMATAN (4)
Fokus
Data & Alat
Rabu, 08 Februari 2023 | 10:00 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PAJAK
Rabu, 08 Februari 2023 | 09:05 WIB
KURS PAJAK 8 FEBRUARI 2023 - 14 FEBRUARI 2023
Rabu, 01 Februari 2023 | 10:00 WIB
KMK 6/2023
Rabu, 01 Februari 2023 | 09:31 WIB
KURS PAJAK 1 FEBRUARI - 7 FEBRUARI 2023
Reportase

OECD Ramal Ekonomi Indonesia Tumbuh Hanya 4,7% Tahun Depan

A+
A-
1
A+
A-
1
OECD Ramal Ekonomi Indonesia Tumbuh Hanya 4,7% Tahun Depan

Kantor Pusat OECD.

JAKARTA, DDTCNews - Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun depan hanya akan mencapai 4,7%, di bawah asumsi makro pemerintah yang sebesar 5,3%.

Merujuk pada OECD Economic Outlook yang baru saja dipublikasikan OECD, pertumbuhan ekonomi akan disokong oleh ekspor komoditas dan konsumsi.

"Meski ketidakpastian global masih tinggi, permintaan ekspor komoditas diproyeksikan masih akan tetap tinggi," tulis OECD dalam laporannya, dikutip Rabu (23/11/2022).

Baca Juga: Berperan Dominan di PDB, Industri Beri Porsi Besar ke Penerimaan Pajak

Menurut OECD, kenaikan harga komoditas telah mengungkap Indonesia selaku negara penghasil batu bara, minyak kelapa sawit (CPO), dan nikel. Pertumbuhan ekspor hingga September 2022 tercatat mencapai 36% bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Meskipun subsidi BBM telah dipangkas, konsumsi domestik diperkirakan masih akan kuat berkat pent-up consumption dan peningkatan belanja modal.

Untuk mempertahankan laju pertumbuhan ekonomi, OECD memandang Indonesia perlu berupaya menekan laju inflasi. Inflasi yang tinggi akan membebani konsumsi rumah tangga.

Baca Juga: Didorong Pajak dan Utang, Cadangan Devisa Naik Jadi US$137,2 Miliar

Selanjutnya, prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia juga dibayangi oleh risiko gesekan sosial yang timbul akibat Pemilu 2024. Instabilitas menjelang dan saat pemilu berpotensi mendistorsi persepsi investor terhadap kekuatan ekonomi Indonesia.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meminta calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) untuk menjaga suasana politik tetap kondusif.

Suasana yang kondusif diperlukan untuk menjaga stabilitas perekonomian nasional, utamanya di tengah situasi dunia saat ini.

Baca Juga: Ditopang 2 Komponen Ini, BI Proyeksikan PDB 2023 Tumbuh 4,5%-5,3%

"Saya mengingatkan kepada para capres dan cawapres untuk membawa suasana politik kita menuju 2024 betul-betul, paling banter anget sedikit. Syukur bisa adem," ujar Jokowi. (sap)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.

Topik : pertumbuhan ekonomi, perekonomian nasional, kinerja fiskal, PDB, inflasi, makroekonomi, OECD

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

berita pilihan

Rabu, 08 Februari 2023 | 19:00 WIB
PROVINSI JAWA BARAT

Mudahkan Pegawai Pabrik Bayar PKB, Pemprov Jabar Hadirkan Samsat Kawin

Rabu, 08 Februari 2023 | 18:58 WIB
SENGKETA PAJAK

Ini Data Jumlah Berkas Sengketa yang Masuk Pengadilan Pajak

Rabu, 08 Februari 2023 | 18:00 WIB
PROVINSI LAMPUNG

Siap-Siap! Pemutihan Pajak Kendaraan Bakal Digelar Mulai April 2023

Rabu, 08 Februari 2023 | 17:30 WIB
KP2KP SAMBAS

NPWP 15 Digit Tak Berlaku Mulai 2024, Ini Langkah-Langkah Validasi NIK

Rabu, 08 Februari 2023 | 17:15 WIB
BINCANG ACADEMY

Menyiapkan TP Doc 2023 dari Awal Tahun, Ternyata Ini Keuntungannya

Rabu, 08 Februari 2023 | 16:54 WIB
PMK 177/2022

Begini Ketentuan Tindak Lanjut Pemeriksaan Bukper di PMK 177/2022

Rabu, 08 Februari 2023 | 16:45 WIB
KPP PRATAMA MAJENE

Gandeng Pemda, DJP Bisa Lacak WP yang Omzetnya Tembus Rp500 Juta

Rabu, 08 Februari 2023 | 16:30 WIB
SENGKETA PAJAK

Penyelesaian Sengketa di Pengadilan Pajak, Putusan ‘Menolak’ Naik 41%

Rabu, 08 Februari 2023 | 16:30 WIB
AMERIKA SERIKAT

Orang Kaya Cuma Bayar Pajak 8%, Biden Usulkan Pengenaan Pajak Minimum

Rabu, 08 Februari 2023 | 16:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK DAERAH

Bakal Segera Terbit, DJPK Sebut RPP Pajak Daerah Sudah Diharmonisasi