Trusted Indonesian Tax News Portal
|
DDTC Indonesia
GET
x

Mulai 1 Januari 2019, Tiga Barang Konsumsi Ini Kena Cukai

3
3

Ilustrasi.

OHA, DDTCNews – Mulai 1 Januari 2019, Qatar menerapkan tarif cukai terhadap beberapa barang konsumsi. Adapun jenis-jenis barang konsumsi tersebut, yaitu produk tembakau termasuk rokok, minuman berenergi dan minuman berkarbonasi.

Mengutip Proquest, otoritas pajak Qatar (General Tax Authority/GTA) akan mengenakan tarif cukai 100% untuk produk tembakau dan minuman berenergi. Sementara itu, minuman berkarbonasi dikenakan cukai sebesar 50%.

Pengenaan cukai yang dilakukan GTA akan mendukung visi pemerintah Qatar pada 2030. Isi visi tersebut, yaitu memastikan kesejahteraan warga dan penduduknya dan menyediakan suatu mekanisme ekonomi yang tidak bergantung pada basis hidrokarbon.

Baca Juga: Reformasi Pajak Diklaim Ringankan Beban Masyarakat

“Pajak cukai dirancang untuk membantu masyarakat bergaya hidup sehat dan mengurangi konsumsi barang-barang yang berbahaya,” bunyi keterangan tertulis GTA yang dilansir Proquest, Jumat (11/1/2019).

Alasan Pemerintah Qatar menerapkan kebijakan ini adalah karena bea cukai merupakan salah satu instrument dalam sistem perpajakan. Kebijakan ini dianggap paling aman untuk mendukung perekonomian nasional sekaligus dapat menyelesaikan masalah ketika berhadapan dengan masalah keadilan.

Pemerintah Qatar menunjuk GTA sebagai pemungut cukai dari barang-barang konsumsi. Sebagai informasi GTA merupakan sebuah lembaga yang mengatur dan menerapkan semua peraturan, prosedur, dan instruksi terkait dengan undang-undang perpajakan.

Baca Juga: Negara Ini Ambil Posisi Non-Binding Terkait Laba Usaha BUT

Selain itu, GTA juga berfungsi sebagai lembaga yang bertanggung jawab terkait dengan kepatuhan pajak. Dengan demikian, kinerja GTA dapat mempengaruhi tingkat kesejahteraan warga dan penduduknya, khususnya peningkatan layanan kesehatan, pendidikan, jalan dan infrastruktur. (Amu)

Pengenaan cukai yang dilakukan GTA akan mendukung visi pemerintah Qatar pada 2030. Isi visi tersebut, yaitu memastikan kesejahteraan warga dan penduduknya dan menyediakan suatu mekanisme ekonomi yang tidak bergantung pada basis hidrokarbon.

Baca Juga: Reformasi Pajak Diklaim Ringankan Beban Masyarakat

“Pajak cukai dirancang untuk membantu masyarakat bergaya hidup sehat dan mengurangi konsumsi barang-barang yang berbahaya,” bunyi keterangan tertulis GTA yang dilansir Proquest, Jumat (11/1/2019).

Alasan Pemerintah Qatar menerapkan kebijakan ini adalah karena bea cukai merupakan salah satu instrument dalam sistem perpajakan. Kebijakan ini dianggap paling aman untuk mendukung perekonomian nasional sekaligus dapat menyelesaikan masalah ketika berhadapan dengan masalah keadilan.

Pemerintah Qatar menunjuk GTA sebagai pemungut cukai dari barang-barang konsumsi. Sebagai informasi GTA merupakan sebuah lembaga yang mengatur dan menerapkan semua peraturan, prosedur, dan instruksi terkait dengan undang-undang perpajakan.

Baca Juga: Negara Ini Ambil Posisi Non-Binding Terkait Laba Usaha BUT

Selain itu, GTA juga berfungsi sebagai lembaga yang bertanggung jawab terkait dengan kepatuhan pajak. Dengan demikian, kinerja GTA dapat mempengaruhi tingkat kesejahteraan warga dan penduduknya, khususnya peningkatan layanan kesehatan, pendidikan, jalan dan infrastruktur. (Amu)

Topik : berita pajak internasional, pajak rokok, qatar
artikel terkait
Jum'at, 11 November 2016 | 17:27 WIB
BRASIL
Kamis, 08 Juni 2017 | 14:18 WIB
ARAB SAUDI
Rabu, 05 Oktober 2016 | 12:33 WIB
AFRIKA SELATAN
Jum'at, 21 Oktober 2016 | 10:03 WIB
SUDAN SELATAN
berita pilihan
Senin, 11 Desember 2017 | 17:27 WIB
UNI EMIRAT ARAB
Minggu, 13 November 2016 | 12:50 WIB
KANADA
Senin, 14 November 2016 | 09:09 WIB
AUSTRALIA
Rabu, 21 September 2016 | 15:40 WIB
BELANDA
Senin, 14 November 2016 | 11:59 WIB
SWEDIA
Jum'at, 31 Maret 2017 | 15:30 WIB
AUSTRALIA
Senin, 14 November 2016 | 15:03 WIB
INDIA
Selasa, 15 November 2016 | 11:40 WIB
AFRIKA SELATAN
Senin, 24 Oktober 2016 | 12:01 WIB
PRANCIS
Senin, 24 Oktober 2016 | 12:30 WIB
VIETNAM