Berita
Jum'at, 14 Agustus 2020 | 08:14 WIB
KREDIT USAHA RAKYAT
Jum'at, 14 Agustus 2020 | 08:04 WIB
KREDIT USAHA RAKYAT
Jum'at, 14 Agustus 2020 | 08:00 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Kamis, 13 Agustus 2020 | 18:30 WIB
PROVINSI SULAWESI SELATAN
Review
Rabu, 12 Agustus 2020 | 14:34 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 11 Agustus 2020 | 09:20 WIB
OPINI PAJAK
Minggu, 09 Agustus 2020 | 09:00 WIB
KEPALA KKP PRATAMA JAKARTA MAMPANG PRAPATAN IWAN SETYASMOKO:
Kamis, 06 Agustus 2020 | 16:26 WIB
TAJUK
Fokus
Literasi
Kamis, 13 Agustus 2020 | 17:19 WIB
AKTIVITAS PEREKONOMIAN
Kamis, 13 Agustus 2020 | 16:09 WIB
PROFIL PERPAJAKAN BELARUS
Kamis, 13 Agustus 2020 | 14:00 WIB
PAJAK DAERAH (11)
Rabu, 12 Agustus 2020 | 16:45 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Data & alat
Rabu, 12 Agustus 2020 | 09:14 WIB
KURS PAJAK 12 AGUSTUS-18 AGUSTUS 2020
Selasa, 11 Agustus 2020 | 14:30 WIB
STATISTIK PENGHINDARAN PAJAK
Jum'at, 07 Agustus 2020 | 15:54 WIB
STATISTIK WITHHOLDING TAX
Rabu, 05 Agustus 2020 | 08:57 WIB
KURS PAJAK 5 AGUSTUS-11 AGUSTUS 2020
Reportase

Menlu: IA-CEPA Resmi Berlaku 5 Juli 2020

A+
A-
3
A+
A-
3
Menlu: IA-CEPA Resmi Berlaku 5 Juli 2020

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi saat memberikan keterangan pers beberapa waktu lalu. (Foto: Setkab).

JAKARTA, DDTCNews—Pemerintah mengungkapkan perjanjian kemitraan komprehensif bidang ekonomi dengan Australia atau Indonesia–Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) telah resmi berlaku pada 5 Juli 2020.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan CEPA telah ditandatangani Indonesia dan Australia pada 4 Maret 2019, dan diratifikasi melalui UU No. 1/2020 tanggal 28 Februari 2020.

"IA-CEPA ini tidak hanya mencakup perjanjian perdagangan barang, jasa dan investasi, tetapi juga mencakup kerja sama pelatihan pendidikan volasi, pendidikan tinggi, dan sektor kesehatan," ujarnya saat memberikan keterangan pers di Kantor Presiden, Kamis (9/7/2020)

Baca Juga: Pemerintah Terapkan Skema TRQ atas Beberapa Produk Asal Australia

Dengan IA-CEPA, Menlu mengatakan Indonesia akan memperoleh keuntungan di antaranya melalui peluang peningkatan ekspor Indonesia dengan dihilangkannya bea masuk impor Australia menjadi 0%.

“Hal ini akan menguntungkan ekspor Indonesia ke Australia seperti produk tekstil, produk otomotif, elektronik, produk perikanan dan peralatan komunikasi,” jelasnya.

Menurut Menlu, IA-CEPA juga menciptakan iklim yang kondusif untuk peningkatan investasi Australia di Indonesia, termasuk dalam bidang pendidikan tinggi.

Baca Juga: Ini PMK Baru Soal Penetapan Tarif Preferensi IA-CEPA

Melalui implementasi IA-CEPA, Menlu mengungkapkan terdapat potensi peningkatan produk domestik bruto Indonesia sebesar 0.23% atau penambahan sebesar Aus$1,65 miliar per tahun.

"Seluruh perkembangan kemitraan antara Indonesia dan Australia ini diharapkan dapat berkontribusi pada percepatan pemulihan ekonomi negara kita,” jelas Menlu seperti dilansir setkab.go.id. (Bsi)

Baca Juga: IA-CEPA Mulai Berlaku Kemarin, Ekspor ke Australia Dapat Bea Masuk 0%
Topik : IA-CEPA, Menlu Retno Marsudi, kerja sama ekonomi Indonesia-Australia
Komentar
Dapatkan hadiah berupa uang tunai yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
berita pilihan
Jum'at, 14 Agustus 2020 | 08:14 WIB
KREDIT USAHA RAKYAT
Jum'at, 14 Agustus 2020 | 08:04 WIB
KREDIT USAHA RAKYAT
Jum'at, 14 Agustus 2020 | 08:00 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Kamis, 13 Agustus 2020 | 18:30 WIB
PROVINSI SULAWESI SELATAN
Kamis, 13 Agustus 2020 | 18:00 WIB
PROVINSI BANTEN
Kamis, 13 Agustus 2020 | 17:19 WIB
AKTIVITAS PEREKONOMIAN
Kamis, 13 Agustus 2020 | 17:18 WIB
PROVINSI JAWA TIMUR
Kamis, 13 Agustus 2020 | 17:08 WIB
DDTC PODTAX
Kamis, 13 Agustus 2020 | 17:02 WIB
PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL