Trusted Indonesian Tax News Portal
|
 
 
Review
Senin, 10 Desember 2018 | 08:02 WIB
ANALISIS TRANSFER PRICING
Jum'at, 07 Desember 2018 | 10:35 WIB
PROFESOR MIRANDA STEWART:
Jum'at, 07 Desember 2018 | 08:22 WIB
ANALISIS TRANSFER PRICING
Fokus
Literasi
Selasa, 27 November 2018 | 10:52 WIB
PROFIL PERPAJAKAN BULGARIA
Rabu, 21 November 2018 | 11:48 WIB
PAJAK PERTAMBAHAN NILAI (14)
Rabu, 14 November 2018 | 19:13 WIB
PRESIDEN SOEKARNO:
 
Data & alat
Rabu, 12 Desember 2018 | 10:25 WIB
KURS PAJAK 12-18 DESEMBER 2018
Rabu, 05 Desember 2018 | 09:15 WIB
KURS PAJAK 5-11 DESEMBER 2018
Rabu, 28 November 2018 | 09:05 WIB
KURS PAJAK 28 NOVEMBER-4 DESEMBER 2018
 
Komunitas
Sabtu, 08 Desember 2018 | 09:23 WIB
SEMINAR DIGITALPRENEUR-STIAMI
Jum'at, 07 Desember 2018 | 17:38 WIB
TRANSFER PRICING
Jum'at, 30 November 2018 | 18:04 WIB
SEMINAR TAXPLORE 2018-FIA UI
 
Reportase

Menghitung Pajak Penjualan Mobil Mewah

0

Pertanyaan:

PMK-90/PMK.03/2015 menetapkan penjualan mobil yang tergolong sangat mewah dengan harga jual lebih dari Rp2 miliar atau kapasitas silinder lebih dari 3.000 cc, akan dilakukan pemungutan PPh Pasal 22 atas penjualan barang sangat mewah. Apabila perusahaan saya menjual mobil berupa sedan dengan harga jual Rp1,98 miliar belum termasuk PPN dan PPnBM, apakah penjualan kendaraan yang perusahaan saya lakukan termasuk penjualan kendaraan yang tergolong sangat mewah, sehingga wajib dipungut PPh Pasal 22? Terima kasih.

Sari, Jakarta

Jawaban:

TERIMA kasih atas pertanyaannya, Ibu Sari. Pasal 2 ayat (2) huruf e PMK-90 menyebutkan kendaraan bermotor roda empat pengangkutan orang kurang dari 10 orang berupa sedan, jeep, sport utility vehicle (suv), multi purpose vehicle (mpv), minibus, dan sejenisnya, dengan harga jual lebih dari Rp2 miliar atau dengan kapasitas silinder lebih dari 3.000cc merupakan salah satu jenis barang yang tergolong sangat mewah.

Dengan demikian, batasan harga jual yang ditetapkan PMK-90 untuk kendaraan bermotor roda empat yang digolongkan sebagai barang sangat mewah adalah kendaraan bermotor roda empat dengan harga jual lebih dari Rp2 miliar.

Pasal 1 ayat (3) PMK-90 menyebutkan yang dimaksud dengan harga jual adalah batasan harga jual sehubungan dengan pembelian barang yang tergolong sangat mewah, yaitu jumlah yang dibayarkan oleh pembeli kepada penjual.

Adapun, batasan harga jual untuk menentukan suatu kendaraan bermotor roda empat merupakan barang sangat mewah atau tidak diatur lebih lanjut dalam Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-19/PJ/2015 tentang Tata Cara Pemungutan Pajak Penghasilan Pasal 22 atas Penjualan Barang yang Tergolong Sangat Mewah (PER-19).

Pasal 2 ayat (2) huruf b PER-19 menyebutkan:

“Harga jual sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 ayat (3) untuk: b. barang yang tergolong sangat mewah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 ayat (2) huruf a, huruf b, huruf e, dan huruf f, adalah harga barang termasuk Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan Barang Mewah.”

Berdasarkan bunyi pasal di atas, maka dapat disimpulkan bahwa batasannya adalah kendaraan tersebut memiliki harga jual lebih dari Rp2 miliar. Harga jual yang dimaksud  adalah jumlah yang dibayarkan oleh pembeli kepada penjual berupa harga barang termasuk PPN dan PPnBM.

Dengan demikian, untuk menentukan apakah sedan yang dijual perusahaan Ibu termasuk barang yang sangat mewah sebagaimana diatur dalam PMK-90, maka harus diketahui terlebih dahulu apakah harga jual dari sedan tersebut telah melebihi batasan harga jual yang ditentukan dalam PMK-90 dan PER-19, yaitu lebih dari Rp2 miliar atau tidak. Untuk menentukan hal ini, maka harus dihitung harga jual dari sedan tersebut termasuk PPN dan PPnBM-nya.

Dari keterangan yang diberikan, harga jual dari sedan tersebut adalah Rp1,98 miliar belum termasuk PPN dan PPnBM. Dengan memasukkan unsur PPN dan PPnBM sebagaimana diatur dalam Pasal 2 ayat (2) huruf e PER-19, maka perhitungannya adalah sebagai berikut:

Uraian Jumlah
Harga Barang*) Rp1,98 miliar
PPN (10% x Rp1,98 miliar) Rp198 juta
PPnBM (30% x Rp1,98 miliar **) Rp594 juta
Total Harga Jual Rp2,772 miliar

*) Harga barang diasumsikan sudah memperhitungkan semua biaya-biaya terkait dengan penjualan mobil

**) Tarif PPnBM diasumsikan sebesar 30% dari harga barang

Dengan demikian, diketahui bahwa total harga jual dari sedan yang perusahaan Ibu jual, dengan memperhitungkan unsur PPN dan PPnBM, telah melebihi Rp2 miliar. Artinya, harga jual kendaraan sedan tersebut telah melebihi batasan harga jual yang ditentukan PMK-90, sehingga penjualan sedan yang perusahaan Ibu lakukan merupakan penjualan kendaraan yang tergolong sangat mewah, dan karenanya wajib dipungut PPh Pasal 22.

Demikian jawaban kami. Salam* (Disclaimer)

Topik : PPNBm mobil mewah, konsultasi pajak, PPh Pasal 22
artikel terkait
Senin, 26 September 2016 | 10:30 WIB
KONSULTASI PAJAK
Kamis, 20 Oktober 2016 | 15:35 WIB
KONSULTASI PAJAK
Kamis, 06 Oktober 2016 | 11:34 WIB
KONSULTASI PAJAK
Jum'at, 03 Juni 2016 | 17:43 WIB
KONSULTASI PAJAK
berita pilihan
Rabu, 17 Oktober 2018 | 06:41 WIB
KONSULTASI
Kamis, 25 Oktober 2018 | 06:31 WIB
KONSULTASI
Rabu, 31 Oktober 2018 | 06:05 WIB
KONSULTASI TRANSFER PRICING
Senin, 05 November 2018 | 06:58 WIB
KONSULTASI TRANSFER PRICING
Selasa, 06 November 2018 | 07:08 WIB
KONSULTASI PAJAK
Senin, 15 Oktober 2018 | 09:00 WIB
KONSULTASI PAJAK
Kamis, 08 November 2018 | 07:47 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 13 November 2018 | 07:21 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 14 November 2018 | 06:46 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 03 April 2018 | 11:50 WIB
KONSULTASI PAJAK
0