Review
Jum'at, 03 April 2020 | 20:18 WIB
MEMO PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 03 April 2020 | 17:38 WIB
ANALISIS PAJAK
Kamis, 02 April 2020 | 18:59 WIB
ANALISIS TRANSFER PRICING
Rabu, 01 April 2020 | 18:28 WIB
TAJUK PAJAK
Fokus
Data & alat
Jum'at, 03 April 2020 | 17:01 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Kamis, 02 April 2020 | 14:31 WIB
PROFESI
Rabu, 01 April 2020 | 09:14 WIB
KURS PAJAK 1 APRIL-7 APRIL 2020
Rabu, 25 Maret 2020 | 07:34 WIB
KURS PAJAK 25 MARET-31 MARET 2020
Komunitas
Kamis, 02 April 2020 | 15:11 WIB
LEE JI-EUN:
Selasa, 31 Maret 2020 | 09:52 WIB
PROGRAM BEASISWA
Senin, 30 Maret 2020 | 17:29 WIB
UNIVERSITAS PANCASILA
Senin, 30 Maret 2020 | 16:19 WIB
UNIVERSITAS INDONESIA
Reportase

Menghitung Pajak Penjualan Mobil Mewah

A+
A-
0
A+
A-
0
Menghitung Pajak Penjualan Mobil Mewah

Pertanyaan:

PMK-90/PMK.03/2015 menetapkan penjualan mobil yang tergolong sangat mewah dengan harga jual lebih dari Rp2 miliar atau kapasitas silinder lebih dari 3.000 cc, akan dilakukan pemungutan PPh Pasal 22 atas penjualan barang sangat mewah. Apabila perusahaan saya menjual mobil berupa sedan dengan harga jual Rp1,98 miliar belum termasuk PPN dan PPnBM, apakah penjualan kendaraan yang perusahaan saya lakukan termasuk penjualan kendaraan yang tergolong sangat mewah, sehingga wajib dipungut PPh Pasal 22? Terima kasih.

Sari, Jakarta

Jawaban:

TERIMA kasih atas pertanyaannya, Ibu Sari. Pasal 2 ayat (2) huruf e PMK-90 menyebutkan kendaraan bermotor roda empat pengangkutan orang kurang dari 10 orang berupa sedan, jeep, sport utility vehicle (suv), multi purpose vehicle (mpv), minibus, dan sejenisnya, dengan harga jual lebih dari Rp2 miliar atau dengan kapasitas silinder lebih dari 3.000cc merupakan salah satu jenis barang yang tergolong sangat mewah.

Dengan demikian, batasan harga jual yang ditetapkan PMK-90 untuk kendaraan bermotor roda empat yang digolongkan sebagai barang sangat mewah adalah kendaraan bermotor roda empat dengan harga jual lebih dari Rp2 miliar.

Pasal 1 ayat (3) PMK-90 menyebutkan yang dimaksud dengan harga jual adalah batasan harga jual sehubungan dengan pembelian barang yang tergolong sangat mewah, yaitu jumlah yang dibayarkan oleh pembeli kepada penjual.

Adapun, batasan harga jual untuk menentukan suatu kendaraan bermotor roda empat merupakan barang sangat mewah atau tidak diatur lebih lanjut dalam Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-19/PJ/2015 tentang Tata Cara Pemungutan Pajak Penghasilan Pasal 22 atas Penjualan Barang yang Tergolong Sangat Mewah (PER-19).

Pasal 2 ayat (2) huruf b PER-19 menyebutkan:

“Harga jual sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 ayat (3) untuk: b. barang yang tergolong sangat mewah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 ayat (2) huruf a, huruf b, huruf e, dan huruf f, adalah harga barang termasuk Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan Barang Mewah.”

Berdasarkan bunyi pasal di atas, maka dapat disimpulkan bahwa batasannya adalah kendaraan tersebut memiliki harga jual lebih dari Rp2 miliar. Harga jual yang dimaksud  adalah jumlah yang dibayarkan oleh pembeli kepada penjual berupa harga barang termasuk PPN dan PPnBM.

Dengan demikian, untuk menentukan apakah sedan yang dijual perusahaan Ibu termasuk barang yang sangat mewah sebagaimana diatur dalam PMK-90, maka harus diketahui terlebih dahulu apakah harga jual dari sedan tersebut telah melebihi batasan harga jual yang ditentukan dalam PMK-90 dan PER-19, yaitu lebih dari Rp2 miliar atau tidak. Untuk menentukan hal ini, maka harus dihitung harga jual dari sedan tersebut termasuk PPN dan PPnBM-nya.

Dari keterangan yang diberikan, harga jual dari sedan tersebut adalah Rp1,98 miliar belum termasuk PPN dan PPnBM. Dengan memasukkan unsur PPN dan PPnBM sebagaimana diatur dalam Pasal 2 ayat (2) huruf e PER-19, maka perhitungannya adalah sebagai berikut:

Uraian Jumlah
Harga Barang*) Rp1,98 miliar
PPN (10% x Rp1,98 miliar) Rp198 juta
PPnBM (30% x Rp1,98 miliar **) Rp594 juta
Total Harga Jual Rp2,772 miliar

*) Harga barang diasumsikan sudah memperhitungkan semua biaya-biaya terkait dengan penjualan mobil

**) Tarif PPnBM diasumsikan sebesar 30% dari harga barang

Dengan demikian, diketahui bahwa total harga jual dari sedan yang perusahaan Ibu jual, dengan memperhitungkan unsur PPN dan PPnBM, telah melebihi Rp2 miliar. Artinya, harga jual kendaraan sedan tersebut telah melebihi batasan harga jual yang ditentukan PMK-90, sehingga penjualan sedan yang perusahaan Ibu lakukan merupakan penjualan kendaraan yang tergolong sangat mewah, dan karenanya wajib dipungut PPh Pasal 22.

Demikian jawaban kami. Salam* (Disclaimer)

Topik : PPNBm mobil mewah, konsultasi pajak, PPh Pasal 22
Komentar
Dapatkan hadiah berupa smartphone yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
0/1000
artikel terkait
Selasa, 16 Juli 2019 | 15:02 WIB
KONSULTASI PAJAK
Senin, 22 Agustus 2016 | 11:47 WIB
KONSULTASI PAJAK
Senin, 13 Agustus 2018 | 14:55 WIB
KONSULTASI PAJAK
Senin, 24 Oktober 2016 | 15:01 WIB
KONSULTASI PAJAK
berita pilihan
Senin, 06 April 2020 | 07:05 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Senin, 06 April 2020 | 07:00 WIB
SAMBUTAN KETUM KADIN
Minggu, 05 April 2020 | 14:03 WIB
KAMUS DEFINISI PAJAK
Minggu, 05 April 2020 | 10:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Minggu, 05 April 2020 | 09:00 WIB
SE 09/2020
Minggu, 05 April 2020 | 08:39 WIB
KELAS PPN
Minggu, 05 April 2020 | 08:05 WIB
EFEK VIRUS CORONA
Minggu, 05 April 2020 | 08:00 WIB
PAJAK DIGITAL