Review
Rabu, 12 Agustus 2020 | 14:34 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 11 Agustus 2020 | 09:20 WIB
OPINI PAJAK
Minggu, 09 Agustus 2020 | 09:00 WIB
KEPALA KKP PRATAMA JAKARTA MAMPANG PRAPATAN IWAN SETYASMOKO:
Kamis, 06 Agustus 2020 | 16:26 WIB
TAJUK
Fokus
Literasi
Rabu, 12 Agustus 2020 | 16:45 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Rabu, 12 Agustus 2020 | 14:01 WIB
KAMUS PAJAK
Rabu, 12 Agustus 2020 | 13:37 WIB
TIPS PAJAK
Selasa, 11 Agustus 2020 | 12:09 WIB
ALI SADIKIN:
Data & alat
Rabu, 12 Agustus 2020 | 09:14 WIB
KURS PAJAK 12 AGUSTUS-18 AGUSTUS 2020
Selasa, 11 Agustus 2020 | 14:30 WIB
STATISTIK PENGHINDARAN PAJAK
Jum'at, 07 Agustus 2020 | 15:54 WIB
STATISTIK WITHHOLDING TAX
Rabu, 05 Agustus 2020 | 08:57 WIB
KURS PAJAK 5 AGUSTUS-11 AGUSTUS 2020
Komunitas
Rabu, 12 Agustus 2020 | 10:42 WIB
KOMIK PAJAK
Sabtu, 08 Agustus 2020 | 14:01 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Sabtu, 08 Agustus 2020 | 07:00 WIB
KOMIK PAJAK
Jum'at, 07 Agustus 2020 | 11:15 WIB
IPB ACCOUNTING COMPETITION 2020
Reportase

Mendalami Konsep & Praktik Audit Pajak Berbasis Risiko Berbagai Negara

A+
A-
1
A+
A-
1
Mendalami Konsep & Praktik Audit Pajak Berbasis Risiko Berbagai Negara

ADMINISTRASI pajak merepresentasikan salah satu bentuk intereaksi antara suatu negara dengan masyarakatnya. Dengan begitu, tata kelola dan implementasinya di lapangan akan membentuk pola hubungan antara pemerintah dan masyarakat.

“Kontrak fiskal” yang baik dan kredibel pada akhirnya akan dipengaruhi bagaimana desain administrasi pajak digunakan tidak hanya sebagai alat pengumpul penerimaan, tapi juga sebagai instrumen untuk memicu kepatuhan pajak secara sukarela.

Dengan begitu, manajemen kepatuhan wajib pajak menjadi modal utama bagi otoritas pajak untuk menginisiasi adanya itikad baik dari pemerintah untuk mengajak masyarakatnya berkontribusi terhadap pembangunan negara.

Baca Juga: Menjawab Tantangan Memajaki UMKM, Ini Masukan Para Akademisi

Buku terbitan World Bank berjudul “Risk-Based Tax Audits: Approaches and Country Experiences” menyuguhkan bagaimana ide tersebut sebenarnya sudah tertanam dalam rencana berbagai negara.

Melalui berbagai kontributor yang merupakan ahli pajak dari berbagai negara dan pegawai senior otoritas pajak, kumpulan ide berbagai perspektif ditawarkan dengan satu pesan utama: audit terhadap wajib pajak hendaknya ditetapkan dengan berbasis profil risiko kepatuhan.

Buku tersebut menyuguhkan topik bagaimana berbagai negara berada dalam tingkatan yang berbeda pula mengimplementasikan audit berbasis risiko. Misalnya, kerangka yang sudah canggih telah diterapkan di Inggris, Swedia, dan Belanda. Sementara, negara yang belum lama menerapkan masih menggunakan desain yang relatif sederhana, seperti Kazakhstan dan Ukraina.

Baca Juga: Pajak Sebagai Bentuk Perlawanan atas Kapitalisme

Melalui penjelasan yang runut, pembaca akan mendalami berbagai model pendekatan bagaimana menetapkan strategi audit bagi sekelompok wajib pajak dengan karakteristik tertentu. Pengelompokkan karakteristik tersebut dapat ditentukan dari berbagai macam fitur.

Dalam konteks wajib pajak badan, fitur tersebut dapat berupa ukuran bisnis, sektor usaha, dan perilaku kepatuhan di masa lalu. Sementara itu, wajib pajak pribadi dapat dilihat dari jenis penghasilan, besaran penghasilan, dan karakter demografi dari wajib pajak bersangkutan.

Jan Loeprick dan Michae Engelschalk, penulis salah satu bab buku tersebut, menyampaikan bahwa dari basis data wajib pajak, profil kepatuhan yang ingin diidentifikasi tidak hanya sebatas probabilitas terjadinya ketidakpatuhan, tapi juga motif wajib pajak patuh atau tidak patuh.

Baca Juga: Meletakkan Pondasi Empiris dalam Analisis Aliran Dana Gelap

Hal ini diamini secara implisit oleh para penulis bab lainnya. Dualisme kepatuhan pajak (patuh dan tidak patuh) perlu dispesifikasi lebih lanjut berdasarkan penyebab atau motifnya. Dari wajib pajak yang berisiko tidak patuh karena sengaja, terpaksa karena tidak mampu membayar kewajiban pajak, ketidaktahuan, atau berdasarkan kesempatan yang ada (opportunistic) membutuhkan pendekatan perlakuan yang berbeda.

Tujuannya adalah agar melalui pendekatan yang berbeda tersebut, terbangun budaya patuh pajak yang memang didorong secara sukarela. Oleh sebab itu. ketiga editor buku tersebut, yakni Munawer Sultan Khwaja, Rajul Awasthi, dan Jan Loeprick, menekankan pesan bahwa strategi audit pajak bukan hanya untuk pengumpulan penerimaan jangka pendek, melainkan juga membangun moral pajak yang unggul untuk keberlangsungan fiskal jangka panjang.

Modal utama yang menjadi prasyarat terjaminnya efektivitas strategi audit berbasis risiko adalah ketersediaan serta manajemen data yang baik. Dalam hal ini, integrasi dan kolaborasi informasi dari berbagai instansi dan pemangku kepentingan perlu berada dalam jangkauan otoritas pajak. Selain itu, teknologi informasi yang unggul diperlukan agar informasi yang ada dapat diolah dengan baik untuk menghasilkan suatu insight dan keputusan yang tepat sasaran.

Baca Juga: Menghubungkan Teori dengan Kebijakan Pajak

Tim Editor buku ini sangat menyarankan agar studi penerapan prinsip audit berbasis risiko terus berkembang di masa mendatang. Sebab, pendekatan konvensional diakui sudah usang dan hanya akan berguna untuk mengumpukan penerimaan jangka pendek.

Memang, ide maupun praktik yang diuraikan sangat relevan bagi para akademisi, penggiat kebijakan, serta organisatoris administrasi pajak. Kendati bukan resep generik dalam menjamin keberhasilan audit berbasis risiko, buku ini menawarkan berbagai desain administrasi yang dapat memicu inovasi lanjutan bagi para penggiat administrasi pajak.

Tertarik membaca buku ini? Silakan Anda baca langsung di DDTC Library.*

Baca Juga: Genjot Kepatuhan Dengan Gerakan Menabung Pajak, Seperti Apa?

Topik : buku, administrasi pajak, kepatuhan pajak, pengawasan berbasis risiko
Komentar
Dapatkan hadiah berupa uang tunai yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Kamis, 09 Juli 2020 | 17:15 WIB
KEBERATAN PAJAK (3)
Selasa, 07 Juli 2020 | 14:00 WIB
KEPATUHAN PAJAK
Selasa, 07 Juli 2020 | 10:28 WIB
KONSULTASI PAJAK
Senin, 06 Juli 2020 | 14:43 WIB
AUDIT
berita pilihan
Rabu, 12 Agustus 2020 | 22:40 WIB
PELAYANAN PAJAK
Rabu, 12 Agustus 2020 | 18:00 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Rabu, 12 Agustus 2020 | 17:15 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Rabu, 12 Agustus 2020 | 17:10 WIB
INSENTIF PAJAK
Rabu, 12 Agustus 2020 | 16:45 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Rabu, 12 Agustus 2020 | 15:51 WIB
RUU OMNIBUS LAW CIPTA KERJA
Rabu, 12 Agustus 2020 | 15:34 WIB
ARAB SAUDI
Rabu, 12 Agustus 2020 | 15:18 WIB
BANTUAN SOSIAL
Rabu, 12 Agustus 2020 | 15:11 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH