Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Memahami Aspek Perpajakan e-Commerce

1
1

PESATNYA perkembangan teknologi abad ke 21 ini telah membawa peradaban manusia jauh lebih maju. Salah satu dari wujud kemajuan itu adalah industri teknologi informasi dan komunikasi, yang terus mencatatkan pertumbuhan tinggi, kendati terjadi perlambatan ekonomi global.

OECD Directorate for Science, Technology and Industry juga mengakui pertumbuhan teknologi informasi ini telah diikuti dengan perkembangan electronic commerce (e-commerce) yang tumbuh sangat pesat, dan telah menjadi tren dalam transaksi bisnis saat ini.

E-commerce tumbuh pesat antara lain karena dipercaya dapat mengefisienkan biaya transaksi antara penjual dengan pembeli, baik pada proses produksi, distribusi, penjualan, ataupun pengiriman barang dan jasa. Namun, di lain sisi fenomena ini turut menimbulkan persoalan pajak yang mengiringi maraknya tranksaksi e-commerce.

Baca Juga: Estimasi Pembayaran Penerimaan Negara Lewat E-Commerce Rp100 Triliun

Buku berjudul ‘Taxing Global Digital Commerce’ yang ditulis Arthur Cockfield, Walter Hellerstein, Rebecca Millar, dan Christophe Waerzeggers—keempatnya adalah praktisi pajak internasional—ini mencoba mengkaji secara mendalam persoalan e-commerce dan aspek perpajakannya.

Buku ini merupakan edisi terbaru (revisi) dengan memperluas cakupan pembahasan yang sebelumnya pernah dibahas pada buku ‘Electronic Commerce and International Taxation’ (1999) dan ‘Electronic Commerce and Multijurisdictional Taxation’ (2001).

Dalam mengkaji persoalan e-commerce, buku yang diterbitkan Wolters Kluwer pada 2013 ini mengawali pembahasan dengan mengkaji peran teknologi yang memudahkan transaksi bisnis dan bagaimana seharusnya aturan pajak mengatur transaksi e-commerce yang terjadi antarnegara.

Baca Juga: Bos Tokopedia Jamin Pelapak Online Juga Bayar Pajak

Pembaca buku ini akan disuguhi dengan pembahasan cukup detail terkait dengan persoalan e-commerce di berbagai negara dalam perspektif hukum pajak internasional sekaligus penjabaran tantangan yang dihadapi oleh tiap otoritas pajak di berbagai negara.

Melengkapi pembahasan tersebut, buku ini juga menyajikan kaitan antara praktik e-commerce dengan berbagai jenis pajak yang melingkunginya, baik dalam perspektif pajak penghasilan atau pajak pertambahan nilai, yang tentu saja sangat relevan dengan situasi terkini.

Selain itu, buku ini juga menyertakan pembahasan dan analisis perlakuan pajak atas transaksi e-commerce. Yang menarik, pembahasan tersebut diuraikan secara praktikal dari perspektif multiyurisdiksi dengan disertai penggunaan contoh yang relevan.

Baca Juga: Ini Penerimaan Negara yang Disetor Lewat Marketplace

Di luar itu, buku ini juga melengkapi pokok bahasannya tentang analisis hubungan antara hukum pajak dengan penggunaan aplikasi internet, penjelasan sistematis mengenai isu-isu e-commerce, serta respon kebijakan berkelanjutan untuk menangani isu transaksi e-commerce.

Di tengah gencarnya pertumbuhan e-commerce di Indonesia saat ini, buku yang menjadi koleksi DDTC Library ini sangat direkomendasikan untuk dibaca oleh para pengelola e-commerce, pemerhati pajak, sekaligus para pengambil kebijakan pajak. *

Baca Juga: Ini Cerita Menkeu Setelah Bilang Bayar Pajak Harus Semudah Beli Pulsa

E-commerce tumbuh pesat antara lain karena dipercaya dapat mengefisienkan biaya transaksi antara penjual dengan pembeli, baik pada proses produksi, distribusi, penjualan, ataupun pengiriman barang dan jasa. Namun, di lain sisi fenomena ini turut menimbulkan persoalan pajak yang mengiringi maraknya tranksaksi e-commerce.

Baca Juga: Estimasi Pembayaran Penerimaan Negara Lewat E-Commerce Rp100 Triliun

Buku berjudul ‘Taxing Global Digital Commerce’ yang ditulis Arthur Cockfield, Walter Hellerstein, Rebecca Millar, dan Christophe Waerzeggers—keempatnya adalah praktisi pajak internasional—ini mencoba mengkaji secara mendalam persoalan e-commerce dan aspek perpajakannya.

Buku ini merupakan edisi terbaru (revisi) dengan memperluas cakupan pembahasan yang sebelumnya pernah dibahas pada buku ‘Electronic Commerce and International Taxation’ (1999) dan ‘Electronic Commerce and Multijurisdictional Taxation’ (2001).

Dalam mengkaji persoalan e-commerce, buku yang diterbitkan Wolters Kluwer pada 2013 ini mengawali pembahasan dengan mengkaji peran teknologi yang memudahkan transaksi bisnis dan bagaimana seharusnya aturan pajak mengatur transaksi e-commerce yang terjadi antarnegara.

Baca Juga: Bos Tokopedia Jamin Pelapak Online Juga Bayar Pajak

Pembaca buku ini akan disuguhi dengan pembahasan cukup detail terkait dengan persoalan e-commerce di berbagai negara dalam perspektif hukum pajak internasional sekaligus penjabaran tantangan yang dihadapi oleh tiap otoritas pajak di berbagai negara.

Melengkapi pembahasan tersebut, buku ini juga menyajikan kaitan antara praktik e-commerce dengan berbagai jenis pajak yang melingkunginya, baik dalam perspektif pajak penghasilan atau pajak pertambahan nilai, yang tentu saja sangat relevan dengan situasi terkini.

Selain itu, buku ini juga menyertakan pembahasan dan analisis perlakuan pajak atas transaksi e-commerce. Yang menarik, pembahasan tersebut diuraikan secara praktikal dari perspektif multiyurisdiksi dengan disertai penggunaan contoh yang relevan.

Baca Juga: Ini Penerimaan Negara yang Disetor Lewat Marketplace

Di luar itu, buku ini juga melengkapi pokok bahasannya tentang analisis hubungan antara hukum pajak dengan penggunaan aplikasi internet, penjelasan sistematis mengenai isu-isu e-commerce, serta respon kebijakan berkelanjutan untuk menangani isu transaksi e-commerce.

Di tengah gencarnya pertumbuhan e-commerce di Indonesia saat ini, buku yang menjadi koleksi DDTC Library ini sangat direkomendasikan untuk dibaca oleh para pengelola e-commerce, pemerhati pajak, sekaligus para pengambil kebijakan pajak. *

Baca Juga: Ini Cerita Menkeu Setelah Bilang Bayar Pajak Harus Semudah Beli Pulsa
Topik : buku pajak, pajak elektronik, digital ekonomi, e-commerce
Komentar
Dapatkan hadiah berupa smartphone yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Rabu, 19 Desember 2018 | 18:42 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Jum'at, 12 Juli 2019 | 17:37 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Selasa, 30 Juli 2019 | 19:10 WIB
TRANSFER PRICING
Selasa, 02 Juli 2019 | 17:37 WIB
KOORDINASI FISKAL DAN MONETER
berita pilihan
Selasa, 01 Oktober 2019 | 14:09 WIB
REFORMASI PAJAK
Jum'at, 09 Agustus 2019 | 17:49 WIB
PERUNDANG-UNDANGAN
Selasa, 30 Juli 2019 | 19:10 WIB
TRANSFER PRICING
Jum'at, 19 Juli 2019 | 20:33 WIB
SENGKETA PAJAK
Jum'at, 12 Juli 2019 | 17:37 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Selasa, 02 Juli 2019 | 17:37 WIB
KOORDINASI FISKAL DAN MONETER
Jum'at, 26 April 2019 | 15:28 WIB
PERTUKARAN INFORMASI PAJAK
Senin, 22 April 2019 | 10:30 WIB
EDUKASI PAJAK
Selasa, 09 April 2019 | 14:25 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Kamis, 04 April 2019 | 16:55 WIB
SENGKETA PAJAK