Review
Minggu, 17 Oktober 2021 | 09:00 WIB
Kepala KPP Madya Dua Jakarta Selatan II Kurniawan:
Rabu, 13 Oktober 2021 | 15:30 WIB
TAJUK PAJAK
Rabu, 13 Oktober 2021 | 14:30 WIB
KONSULTASI PAJAK
Senin, 11 Oktober 2021 | 14:19 WIB
OPINI PAJAK
Fokus
Literasi
Jum'at, 15 Oktober 2021 | 17:30 WIB
KAMUS PAJAK
Jum'at, 15 Oktober 2021 | 17:29 WIB
PROFIL PERPAJAKAN LIECHTENSTEIN
Jum'at, 15 Oktober 2021 | 12:00 WIB
TIPS PAJAK
Kamis, 14 Oktober 2021 | 17:45 WIB
SUPERTAX DEDUCTION (7)
Data & Alat
Rabu, 13 Oktober 2021 | 08:45 WIB
KURS PAJAK 13 OKTOBER - 19 OKTOBER 2021
Rabu, 06 Oktober 2021 | 08:53 WIB
KURS PAJAK 6-12 OKTOBER 2021
Rabu, 22 September 2021 | 09:09 WIB
KURS PAJAK 22 - 28 SEPTEMBER 2021
Rabu, 15 September 2021 | 11:00 WIB
STATISTIK FISKAL DAERAH
Komunitas
Jum'at, 15 Oktober 2021 | 14:42 WIB
HASIL SURVEI PAJAK KARBON
Kamis, 14 Oktober 2021 | 12:15 WIB
HASIL DEBAT 23 SEPTEMBER - 11 OKTOBER 2021
Senin, 11 Oktober 2021 | 11:05 WIB
AGENDA PAJAK
Minggu, 10 Oktober 2021 | 09:00 WIB
KETUA GPBSI DJONNY SYAFRUDDIN
Reportase
Perpajakan.id

Kontraksi Ekonomi Pertama Sejak Kuartal I/1999, Ini Kata Kepala BPS

A+
A-
1
A+
A-
1
Kontraksi Ekonomi Pertama Sejak Kuartal I/1999, Ini Kata Kepala BPS

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto dalam konferensi video, Rabu (5/8/2020). (tangkapan layar Youtube BPS)

JAKARTA, DDTCNews – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto menyebut kinerja pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II/2020 merupakan kontraksi pertama sejak kuartal I/1999.

Suhariyanto mengatakan pandemi virus Corona telah menyebabkan guncangan perekonomian hingga mengarah pada resesi global. Di Indonesia, tekanan pandemi dapat dilihat dari pelemahan ekonomi pada kuartal I/2020 tumbuh 2,97% dan pada kuartal II/2020 minus 5,32% (yoy).

“Kalau melacak pada pertumbuhan ekonomi triwulanan, kontraksi ini terendah sejak kuartal I tahun 1999," katanya melalui konferensi video, Rabu (5/8/2020).

Baca Juga: Jangan Terjebak yang Ilegal, Ini Daftar Lengkap Pinjol Resmi OJK

Suhariyanto menyebut kontraksi pertumbuhan ekonomi pada kuartal I/1999 tercatat sebesar minus 6,13%. Setelah itu, Indonesia selalu mencatatkan pertumbuhan ekonomi positif.

Suhariyanto menjelaskan dari sisi produksi, lapangan usaha transportasi dan pergudangan mengalami kontraksi pertumbuhan tertinggi, yakni minus 30,84%. Sementara dari sisi pengeluaran, komponen ekspor barang dan jasa serta impor barang dan jasa mengalami kontraksi pertumbuhan masing-masing sebesar 11,66% dan 16,96%.

Menurut lapangan usaha, hampir semuanya mengalami kontraksi pertumbuhan. Kontraksi paling signifikan terjadi pada transportasi dan pergudangan sebesar 30,84%, penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 22,02%. Industri pengolahan yang memiliki peran dominan juga mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 6,19%.

Baca Juga: Jadi Perhatian Jokowi, OJK akan Moratorium Izin Pinjol Baru

Di sisi lain, beberapa lapangan usaha tercatat masih mengalami pertumbuhan positif, di antaranya informasi dan komunikasi sebesar 10,88%, pengadaan air sebesar 4,56%, serta jasa kesehatan dan kegiatan sosial sebesar 3,71%. Selain itu, lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan juga tumbuh sebesar 2,19%.

"Lapangan usaha informasi dan komunikasi tumbuh tinggi karena meningkatnya iklan televisi, penggunaan data selama pandemi, serta adanya penambahan jumlah pelanggan penyedia jasa internet dan televisi berbayar," ujarnya.

Jika dilihat menurut pengeluaran, secara tahunan, konsumsi rumah tangga mengalami kontraksi 5,51%, pembentukan modal tetap bruto (PMTB) minus 8,61%, dan ekspor minus 11,66%. Sementara itu, konsumsi pemerintah terkontraksi 6,9%, konsumsi lembaga nonprofit yang melayani rumah tangga (LNPRT) minus 7,76%, dan impor terkontraksi 16,96%.

Baca Juga: Tren Berlanjut, Neraca Dagang September 2021 Surplus US$4,37 Miliar

Struktur PDB kuartal II/2020 masih didominasi oleh konsumsi rumah tangga yakni 57,85%, diikuti oleh PMTB 30,61%, dan ekspor 15,69%. Adapun porsi konsumsi pemerintah sebesar 8,67%, konsumsi LNPRT 1,36%, dan impor minus 15,52%.

Suhariyanto mengajak masyarakat tetap optimistis perekonomian bisa membaik pada kuartal III/2020. Dia menilai skema kebijakan yang dibuat pemerintah sudah komprehensif, mulai dari sisi penanganan kesehatan hingga pemulihan perekonomian.

Dia menilai perekonomian bisa segera membaik jika realisasi anggaran untuk penanganan pandemi dan pemulihan ekonomi bisa dilakukan secara optimal.

Baca Juga: Merger Pelindo, Jokowi Ingin Ongkos Logistik Semakin Kecil

“Sejak adanya relaksasi PSBB [pembatasan sosial berskala besar], pada awal Juni sudah ada pergerakan ekonomi dibanding bulan Mei meski masih jauh dari normal. Kita harus optimis sehingga geliat ekonomi bisa bergerak dan salah satu kunci pentingnya adalah penerapan protokol kesehatan," katanya. (kaw)

Topik : pertumbuhan ekonomi, PDB, BPS, virus Corona, resesi, konsumsi rumah tangga

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Senin, 13 September 2021 | 19:30 WIB
PEREKONOMIAN INDONESIA

Wapres Sebut Sektor Ini Jadi Tumpuan Pemulihan Ekonomi

Senin, 13 September 2021 | 15:30 WIB
RAPBN 2022

Roadmap Pembiayaan Utang Disarankan Masuk APBN, Seperti Apa?

Rabu, 08 September 2021 | 13:00 WIB
PEREKONOMIAN INDONESIA

Pertumbuhan Ekonomi 2022 Dipatok 5,2%

Sabtu, 04 September 2021 | 17:00 WIB
KERJA SAMA EKONOMI

Kemitraan Ekonomi Indonesia-UEA Mulai Dibahas, Ini Pesan Jokowi

berita pilihan

Minggu, 17 Oktober 2021 | 15:00 WIB
IRLANDIA

Siapkan Rp8 Triliun, Program Relaksasi Pajak Berlanjut Tahun Depan

Minggu, 17 Oktober 2021 | 14:00 WIB
AMERIKA SERIKAT

AS Mulai Desak Negara Lain Agar Cabut Pajak Digital

Minggu, 17 Oktober 2021 | 13:00 WIB
THAILAND

Pancing Ekspatriat, Tarif Pajak Penghasilan Bakal Dipatok 17%

Minggu, 17 Oktober 2021 | 12:30 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

BUMN Go Global, Jokowi Minta Adaptasi Teknologi Dipercepat

Minggu, 17 Oktober 2021 | 12:00 WIB
KOREA SELATAN

Tidak Bakal Ditunda Lagi, Pajak Cryptocurrency Berlaku Mulai 2022

Minggu, 17 Oktober 2021 | 11:30 WIB
LELANG KENDARAAN

DJP Lelang Mobil Sitaan Pajak, Dilego Mulai Rp45 Juta

Minggu, 17 Oktober 2021 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK

Besaran Sanksi Ultimum Remedium atas Pidana Cukai di UU HPP

Minggu, 17 Oktober 2021 | 10:30 WIB
KABUPATEN BERAU

Banyak Warga Menunggak Pajak, Pemda Siapkan Insentif

Minggu, 17 Oktober 2021 | 09:30 WIB
KOTA BOGOR

Ada Pemutihan Pajak, Pemkot Harap Target Pendapatan Tercapai