Fokus
Data & Alat
Kamis, 17 Juni 2021 | 18:50 WIB
STATISTIK PENGHINDARAN PAJAK
Rabu, 16 Juni 2021 | 08:55 WIB
KURS PAJAK 16 JUNI 2021-22 JUNI 2021
Rabu, 09 Juni 2021 | 09:05 WIB
KURS PAJAK 9 JUNI 2021-15 JUNI 2021
Selasa, 08 Juni 2021 | 18:33 WIB
STATISTIK BELANJA PERPAJAKAN
Komunitas
Rabu, 16 Juni 2021 | 15:00 WIB
DDTC PODTAX
Rabu, 16 Juni 2021 | 07:00 WIB
KOMIK PAJAK
Senin, 14 Juni 2021 | 14:11 WIB
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN JAYA
Sabtu, 12 Juni 2021 | 07:00 WIB
KOMIK PAJAK
Reportase
Perpajakan.id

Kinerja Ekspor Impor Melempem, Realisasi Penerimaan Bea Turun 6%

A+
A-
1
A+
A-
1
Kinerja Ekspor Impor Melempem, Realisasi Penerimaan Bea Turun 6%

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (6/7/2020). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/wsj.

JAKARTA, DDTCNews—Kementerian Keuangan mencatat realisasi penerimaan kepabeanan pada semester I/2020 sebesar Rp17,8 triliun turun 6% dibandingkan dengan realisasi semester I/2019 sebesar Rp18,9 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan realisasi penerimaan bea yang menurun sangat dipengaruhi melemahnya kinerja ekspor-impor. Namun demikian, realisasi kinerja penerimaan bea pada Juni mulai berangsur pulih.

"Untuk bea keluar terkontraksi karena dipengaruhi pertumbuhan negatif ekspor, sedangkan bea masuk akibat penurunan aktivitas impor nasional," katanya dalam rapat kerja bersama Badan Anggaran DPR RI, Kamis (10/7/2020).

Baca Juga: Impor Masih Naik, Bea Masuk Safeguard Keramik Bakal Diperpanjang?

Dalam laporan pemerintah tentang pelaksanaan APBN semester I/2020, penerimaan bea masuk tercatat Rp16,5 triliun turun 4,6% dibandingkan dengan realisasi semester I/2019 sebesar Rp17,3 triliun.

Laporan pemerintah tersebut menyebutkan kontraksi penerimaan bea masuk disebabkan oleh penurunan aktivitas impor nasional, dan kebijakan insentif perpajakan berupa pembebasan bea masuk impor barang penanganan pandemi Covid-19.

“Kebijakan insentif dilakukan untuk memenuhi kebutuhan berbagai alat kesehatan dan obat-obatan dalam penanganan pandemi di dalam negeri,” tulis dokumen itu.

Baca Juga: Kebijakan Pajak Jadi Polemik, Perdana Menteri Digugat Oposisi

Untuk penerimaan bea keluar, setoran yang dikumpulkan pemerintah mencapai Rp1,3 triliun turun 18,2% dibandingkan dengan realisasi penerimaan pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1,6 triliun.

Kontraksi itu disebabkan penerimaan bea keluar dari ekspor nikel yang menurun, imbas dari pelarangan ekspor nikel sejak Desember 2019 yang bertujuan untuk mendorong hilirisasi komoditas tambang tersebut di dalam negeri.

“Selain itu, belum optimalnya ekspor tembaga dan isu pandemi di berbagai negara juga mengakibatkan pelemahan permintaan dan harga pasaran dunia sehingga menyumbang perlambatan pendapatan bea keluar,” bunyi dokumen tersebut. (rig)

Baca Juga: Bappebti Usulkan Pengenaan PPh Final atas Cryptocurrency

Topik : penerimaan negara, kepabeanan, bea masuk, bea keluar, APBN 2020, nasional
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Rabu, 16 Juni 2021 | 15:00 WIB
MESIR
Rabu, 16 Juni 2021 | 14:30 WIB
WALES
Rabu, 16 Juni 2021 | 14:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Rabu, 16 Juni 2021 | 12:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
berita pilihan
Jum'at, 18 Juni 2021 | 12:35 WIB
KEPABEANAN
Jum'at, 18 Juni 2021 | 12:30 WIB
REPUBLIK CEKO
Jum'at, 18 Juni 2021 | 12:19 WIB
KOTA BANDUNG
Jum'at, 18 Juni 2021 | 12:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Jum'at, 18 Juni 2021 | 11:37 WIB
KANWIL DJP JAWA TIMUR II
Jum'at, 18 Juni 2021 | 11:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Jum'at, 18 Juni 2021 | 11:05 WIB
SE-06/PP/2021
Jum'at, 18 Juni 2021 | 11:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Jum'at, 18 Juni 2021 | 10:40 WIB
OPINI PAJAK
Jum'at, 18 Juni 2021 | 10:15 WIB
AMERIKA SERIKAT