Review
Jum'at, 05 Maret 2021 | 08:55 WIB
TAJUK PAJAK
Rabu, 03 Maret 2021 | 15:50 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 02 Maret 2021 | 09:40 WIB
OPINI PAJAK
Jum'at, 26 Februari 2021 | 10:30 WIB
TAJUK PAJAK
Fokus
Data & Alat
Jum'at, 05 Maret 2021 | 17:54 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Rabu, 03 Maret 2021 | 09:15 WIB
KURS PAJAK 3 MARET - 9 MARET 2021
Senin, 01 Maret 2021 | 10:15 WIB
KMK 13/2021
Rabu, 24 Februari 2021 | 09:05 WIB
KURS PAJAK 24 FEBRUARI - 2 MARET 2021
Reportase
Perpajakan.id

Jokowi Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II/2020 Minus 4,3%

A+
A-
2
A+
A-
2
Jokowi Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II/2020 Minus 4,3%

Presiden Joko Widodo (kiri). ANTARA FOTO/Budi Candra Setya/aww.

JAKARTA, DDTCNews—Presiden Joko Widodo (Jokowi) memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II/2020 akan terkontraksi 4,3% atau lebih dalam dari perkiraan sebelumnya yang -3,8%.

Hal itu disampaikan Jokowi dalam rapat bersama para gubernur di Istana Kepresidenan Bogor, Rabu (15/7/2020). Menurut Jokowi, pandemi virus Corona telah menyebabkan tekanan berat pada perekonomian, terutama pada kuartal II/2020.

“Kuartal kedua pertumbuhannya kemungkinan kita bisa minus ke 4,3 persen,” kata Jokowi, dikutip dari Setkab.

Baca Juga: Sopir Truk Ancam Mogok Kerja, Pemerintah Akhirnya Pangkas Pajak BBM

Jokowi menilai proyeksi pertumbuhan ekonomi tersebut masih tergolong baik karena pemerintah tidak memberlakukan karantina wilayah atau lockdown yang menutup total semua aktivitas masyarakat.

Bila kebijakan lockdown ditempuh, Presiden menyatakan pertumbuhan ekonomi kuartal II/2020 diprediksi bakal terkontraksi hingga 17% dari sebelumnya tumbuh 2,97% pada kuartal I/2020.

Oleh karena itu, Jokowi menginginkan segera terjadi perbaikan ekonomi pada kuartal III. Menurutnya, semua level pemerintahan harus memikirkan strategi untuk menyelesaikan pandemi sekaligus menyelamatkan perekonomian.

Baca Juga: Beri Insentif PPnBM, Ini Pesan Menperin untuk Industri Otomotif

"Saya minta pada para gubernur, dua-duanya ini harus betul-betul gas dan remnya diatur betul," ujar Jokowi.

Salah satu cara yang ditempuh untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kuartal III adalah meningkatkan konsumsi terutama belanja pemerintah. Hingga saat ini, rata-rata serapan belanja APBD baru di kisaran 16% hingga 45%. Selain itu, pemda juga bisa menggunakan dana pemda yang mengendap di bank yang total saat ini sekitar Rp170 triliun.

Jokowi menambahkan kontraksi pertumbuhan ekonomi juga dialami oleh semua negara di dunia. IMF memprediksi pertumbuhan ekonomi global tahun ini minus 2,5%, sedangkan Bank Dunia memproyeksikan minus 5%.

Baca Juga: Ada Usulan Pajak Kekayaan, Yellen: Sangat Rumit untuk Diterapkan

Sementara itu, Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) berkali-kali mengubah proyeksi pertumbuhan ekonomi globalnya, hingga akhirnya mematok angka minus 7,6%. (rig)

Topik : presiden jokowi, pertumbuhan ekonomi, proyeksi, pemerintah daerah, nasional
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Kamis, 04 Maret 2021 | 09:45 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Kamis, 04 Maret 2021 | 09:30 WIB
INDIA
Kamis, 04 Maret 2021 | 08:21 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
berita pilihan
Jum'at, 05 Maret 2021 | 20:22 WIB
KABUPATEN BANDUNG BARAT
Jum'at, 05 Maret 2021 | 20:06 WIB
INSENTIF PAJAK
Jum'at, 05 Maret 2021 | 19:54 WIB
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
Jum'at, 05 Maret 2021 | 19:24 WIB
INSENTIF PAJAK
Jum'at, 05 Maret 2021 | 18:35 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 05 Maret 2021 | 18:03 WIB
KAMUS PAJAK
Jum'at, 05 Maret 2021 | 17:54 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Jum'at, 05 Maret 2021 | 17:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Jum'at, 05 Maret 2021 | 17:08 WIB
INSENTIF PAJAK