JAKARTA, DDTCNews - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengeklaim pertumbuhan base money atau M0 akan diikuti dengan percepatan laju pertumbuhan ekonomi.
Menurut Purbaya, pertumbuhan M0 akan diikuti dengan pertumbuhan kredit dalam waktu dekat, setidaknya menjadi sebesar 15%.
"Artinya kita akan melihat keadaan ekonomi yang berbeda dibanding keadaan 10 tahun terakhir ketika pertumbuhan kredit hanya sekitar 7% waktu zamannya Pak Jokowi," katanya, dikutip pada Kamis (29/1/2026).
Perlu diketahui, M0 mencakup uang kartal serta giro bank umum di Bank Indonesia (BI). Bila M0 terjaga tinggi, uang beredar atau M2 diklaim akan ikut terkerek naik sejalan dengan pertumbuhan kredit.
Sementara itu, M2 mencakup uang kartal dan uang giral, tabungan, simpanan berjangka dalam rupiah dan valas, giro dalam valas, serta surat berharga yang diterbitkan oleh sistem moneter yang dimiliki sektor swasta domestik dengan sisa jangka waktu sampai dengan 1 tahun.
Pada Desember 2025, pertumbuhan M0 mampu menyentuh 11,4% dipengaruhi oleh koordinasi pelonggaran kebijakan fiskal dan moneter.
Purbaya menilai tren tersebut perlu dijaga guna mendorong pertumbuhan kredit ke level double digit. Dia mengeklaim pertumbuhan kredit bakal diikuti dengan pertumbuhan perekonomian.
"Saya dengan BI sudah lebih sinkron kebijakannya, uang sudah tumbuh sesuai dengan harapan kita M0-nya. Jadi harusnya kredit akan tumbuh dobel digit dalam waktu tidak terlalu lama," ujarnya.
Perlu dicatat, meski M0 mampu bertumbuh hingga 11,4% pada Desember 2025, kredit perbankan tercatat baru bertumbuh sebesar 9,69%.
Dari sisi permintaan, kredit yang belum digunakan atau undisbursed loan masih senilai Rp2.439,2 triliun atau 22,12% dari plafon kredit yang tersedia.
Dari sisi penawaran, minat perbankan untuk menyalurkan kredit konsumsi dan kredit UMKM masih tergolong rendah akibat tingginya risiko pada kedua segmen dimaksud. (rig)
