JAKARTA, DDTCNews - Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memproyeksikan kenaikan laju inflasi pada kuartal I/2026 seiring dengan meningkatnya ketidakpastian global, faktor iklim dan cuaca, serta pola musiman seperti Hari Raya Idulfitri.
Guna menekan laju inflasi, Airlangga mengatakan pemerintah menyiapkan beberapa jenis stimulus yang mencakup diskon transportasi dan diskon tarif tol serta bantuan pangan. Bantuan pangan diberikan kepada keluarga penerima manfaat (KPM) yang berada pada desil 1-4 pada Februari dan Maret 2026.
"Pemerintah juga terus mendorong di daerah bencana untuk dukungan infrastruktur dan logistik agar kita bisa menjaga, dan tadi disampaikan bahwa di daerah tersebut inflasi sudah mulai turun. Kemudian untuk menjelang Hari Raya Lebaran nanti, beberapa program stimulus telah dipersiapkan," ujarnya, dikutip pada Sabtu (31/1/2026).
Terkait inflasi pangan bergejolak (volatile food) menjelang Lebaran, Airlangga menyebut pemerintah akan menjaga level inflasi pada kisaran 3-5%. Sementara inflasi indeks harga konsumen (IHK) secara keseluruhan dijaga dalam rentang sasaran 2,5±1% pada 2026.
Untuk menjaga ekspektasi inflasi, dia juga menekankan pentingnya menjaga koordinasi antara pemda dan pemerintah pusat, terutama untuk pengadaan pasokan pangan antarwaktu dan antarwilayah. Hal itu bertujuan untuk menjaga inflasi sesuai pada rentang target.
Dia menjelaskan strategi yang ditempuh pemerintah antara lain meningkatkan produktivitas dan pembiayaan serta kelancaran logistik untuk beberapa komoditas seperti bawang merah, bawang putih, dan beras.
Selain itu, Airlangga mendorong agar kebijakan harga yang diatur pemerintah (administered prices) dirumuskan dengan mempertimbangkan 3 aspek, yaitu waktu (timing), urutan (sequencing), dan besaran (magnitude).
"Hal ini untuk mendukung stabilitas harga dan daya beli masyarakat, serta memperkuat sinergi kebijakan dan komunikasi untuk mengelola ekspektasi inflasi masyarakat," katanya. (dik)
