Review
Rabu, 13 Januari 2021 | 15:23 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 12 Januari 2021 | 12:27 WIB
OPINI PAJAK
Minggu, 10 Januari 2021 | 09:01 WIB
KEPALA KANWIL DJP JAKARTA PUSAT ESTU BUDIARTO:
Rabu, 06 Januari 2021 | 16:38 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Literasi
Jum'at, 15 Januari 2021 | 17:37 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Jum'at, 15 Januari 2021 | 17:20 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 15 Januari 2021 | 15:31 WIB
TIPS PAJAK
Kamis, 14 Januari 2021 | 17:45 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Data & Alat
Rabu, 13 Januari 2021 | 17:05 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Rabu, 13 Januari 2021 | 09:30 WIB
KURS PAJAK 13 JANUARI - 19 JANUARI 2021
Jum'at, 08 Januari 2021 | 18:40 WIB
STATISTIK KEBIJAKAN PAJAK
Rabu, 06 Januari 2021 | 17:06 WIB
STATISTIK BELANJA PERPAJAKAN
Komunitas
Jum'at, 15 Januari 2021 | 16:30 WIB
UNIVERSITAS INDONESIA
Rabu, 13 Januari 2021 | 11:15 WIB
DDTC PODTAX
Rabu, 13 Januari 2021 | 07:00 WIB
KOMIK PAJAK
Minggu, 10 Januari 2021 | 10:01 WIB
ELON MUSK
Reportase
Perpajakan.id

Ini Tanggapan DPR Soal Pajak Google

A+
A-
0
A+
A-
0
Ini Tanggapan DPR Soal Pajak Google

JAKARTA, DDTCNews – Kasus pajak terutang Google Asia Pasific di Indonesia hingga saat ini masih belum menemukan titik terang. Pasalnya, Google yang diproyeksikan akan membayar pajak terutangnya pada akhir tahun 2016 ternyata tak terealiasasi.

Terkait hal ini, Anggota Komisi XI DPR RI Mukhammad Misbakhun mengatakan Google harus segera disidik untuk semakin mempercepat proses penyelesaian kasus pajak terutangnya kepada Indonesia.

"Pemerintah harus melakukan penyidikan kepada Google mengenai pajak terutangnya kepada Indonesia," ujarnya kepada DDTCNews, Jumat (20/1).

Baca Juga: Negara Ini Targetkan Jumlah Wajib Pajak Digital Capai 1.000

Sejauh ini, pemerintah masih bersabar dan tetap menjalankan proses pemeriksaan pajak terutang Google. Bahkan pada hari Kamis (19/1), perwakilan Google Indonesia menyambangi Kantor Pusat Ditjen Pajak atas permintaan Dirjen Pajak Ken Dwijugiasteadi.

Berdasarkan informasi yang beredar, pertemuan itu dilakukan untuk mencocokkan data yang dimiliki Ditjen Pajak dengan data yang dimiliki Google. Namun, perwakilan Google Indonesia enggan memberikan informasi yang lebih rinci mengenai pertemuannya dengan Dirjen Pajak.

Atas sulitnya kasus itu, Misbakhun menyarankan pemerintah untuk melakukan penyidikan, karena kasus pajak terutang Google tidak kunjung selesai. Menurutnya proses penyidikan akan lebih efektif untuk bisa memungut pajak Google.

Baca Juga: Korporasi Multinasional Minta OECD Sederhanakan Skema Pajak Digital

Di sisi lain per bulan Januari 2017 Ditjen Pajak sudah memberlakukan denda kepada Google Asia Pasific sebesar 150% akibat semakin mengulurnya proses penyelesaian pajak terutang. (Amu)

Topik : kasus pajak google, pajak digital, pajak google, misbakhun
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Selasa, 01 Desember 2020 | 17:24 WIB
PAJAK DIGITAL
Kamis, 26 November 2020 | 11:30 WIB
PRANCIS
Selasa, 24 November 2020 | 18:51 WIB
PAJAK DIGITAL
berita pilihan
Jum'at, 15 Januari 2021 | 18:08 WIB
INGGRIS
Jum'at, 15 Januari 2021 | 17:53 WIB
PERDAGANGAN
Jum'at, 15 Januari 2021 | 17:44 WIB
KENYA
Jum'at, 15 Januari 2021 | 17:40 WIB
EKONOMI DIGITAL
Jum'at, 15 Januari 2021 | 17:37 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Jum'at, 15 Januari 2021 | 17:20 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 15 Januari 2021 | 17:00 WIB
PENEGAKAN HUKUM
Jum'at, 15 Januari 2021 | 16:56 WIB
PELAPORAN SPT
Jum'at, 15 Januari 2021 | 16:33 WIB
PELAYANAN PAJAK
Jum'at, 15 Januari 2021 | 16:30 WIB
UNIVERSITAS INDONESIA