Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Ini Cara Wapres Kalla Meracik Ekonomi Kebal Krisis

A+
A-
0
A+
A-
0
Wakil Presiden Jusuf Kalla (Foto: Setkab)

JAKARTA, DDTCNews—Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla mengungkapkan sejarah telah menunjukkan bahwa perekonomian yang berbasis pangan terbukti kebal krisis. Karena itu, ia mendorong agar para pelaku usaha meningkatkan investasinya di sektor tersebut.

Hal tersebut diungkapkan Kalla dalam pertemuan dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Selatan (Sulsel) di Hotel Rinra, Makassar. Dalam pertemuan tersebut, Wapres menekankan bagaimana dan kenapa kondisi ekonomi di Sulawesi tetap membaik melampaui berbagai krisis.

“Itu waktu krisis 98, saat di Jawa menurun, di sini [Sulawesi, Red]. Begitu juga sekarang. Semua senang di situ [Sulsel]. Kenapa ekonominya berhasil. karena produksi Sulsel ditingkatkan khususnya yang terkait dengan makanan seperti udang, coklat, kopi, jagung,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (2/7).

Baca Juga: Lagi-lagi Shortfall

Dalam pertemuan silaturahim setelah Lebara itu, hadir antara lain Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, Ketua Kadin Sulsel Zulkarnain Arief, jajaran pengurus Kadin Sulsel, dan sejumlah tokoh masyarakat serta pengusaha Sulsel.

Dalam catatan DDTCNews, pertumbuhan ekonomi di Pulau Sulawesi yang memang berbasis pertanian pangan pada kuartal I 2017 mencapai 6,87%, jauh lebih tinggi dari rata-rata nasional yang 5,01%. Sebaliknya, pertumbuhan ekonomi di Pulau Kalimantan dan Pulau Sumatra yang berbasis pertambangan dan komoditas malah anjlok di bawah rata-rata nasional.

Kalla mengisahkan, kondisi tersebut disebabkan adanya program peningkatan produksi pertanian yang digencarkan 10 tahun sebelum krisis, saat ia memimpin Kadin Sulsel. Strategi ekonomi agroindustri itu, sambungnya, terbukti efektif dan kebal krisis sampai sekarang.

Baca Juga: Waduh, Giliran Jerman yang Nyaris Resesi

“Kebutuhan bahan makanan tidak akan berpengaruh terhadap melemahnya ekonomi dunia. Apapun turunnya ekonomi dunia ini makanan tidak, kenapa ini naik, jadi kita bertahan di situ. Karena itu coklat harus diolah, kopi sudah diolah dan sudah banyak usaha seperti itu,” tegasnya.

Kalla menguraikan, majunya ekonomi di suatu daerah maupun negara dipengaruhi oleh tiga hal, yaitu produktivitas pertanian, industri, dan jasa. Tiga hal ini akan melaju cepat apabila terdapat semangat kewirausahaan yang besar di daerah, termasuk di perdesaan. (Gfa/Amu)

Baca Juga: Konsumsi Pemerintah Melambat, Kemenkeu: Itu Siklus Normal

“Itu waktu krisis 98, saat di Jawa menurun, di sini [Sulawesi, Red]. Begitu juga sekarang. Semua senang di situ [Sulsel]. Kenapa ekonominya berhasil. karena produksi Sulsel ditingkatkan khususnya yang terkait dengan makanan seperti udang, coklat, kopi, jagung,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (2/7).

Baca Juga: Lagi-lagi Shortfall

Dalam pertemuan silaturahim setelah Lebara itu, hadir antara lain Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, Ketua Kadin Sulsel Zulkarnain Arief, jajaran pengurus Kadin Sulsel, dan sejumlah tokoh masyarakat serta pengusaha Sulsel.

Dalam catatan DDTCNews, pertumbuhan ekonomi di Pulau Sulawesi yang memang berbasis pertanian pangan pada kuartal I 2017 mencapai 6,87%, jauh lebih tinggi dari rata-rata nasional yang 5,01%. Sebaliknya, pertumbuhan ekonomi di Pulau Kalimantan dan Pulau Sumatra yang berbasis pertambangan dan komoditas malah anjlok di bawah rata-rata nasional.

Kalla mengisahkan, kondisi tersebut disebabkan adanya program peningkatan produksi pertanian yang digencarkan 10 tahun sebelum krisis, saat ia memimpin Kadin Sulsel. Strategi ekonomi agroindustri itu, sambungnya, terbukti efektif dan kebal krisis sampai sekarang.

Baca Juga: Waduh, Giliran Jerman yang Nyaris Resesi

“Kebutuhan bahan makanan tidak akan berpengaruh terhadap melemahnya ekonomi dunia. Apapun turunnya ekonomi dunia ini makanan tidak, kenapa ini naik, jadi kita bertahan di situ. Karena itu coklat harus diolah, kopi sudah diolah dan sudah banyak usaha seperti itu,” tegasnya.

Kalla menguraikan, majunya ekonomi di suatu daerah maupun negara dipengaruhi oleh tiga hal, yaitu produktivitas pertanian, industri, dan jasa. Tiga hal ini akan melaju cepat apabila terdapat semangat kewirausahaan yang besar di daerah, termasuk di perdesaan. (Gfa/Amu)

Baca Juga: Konsumsi Pemerintah Melambat, Kemenkeu: Itu Siklus Normal
Topik : wapres, kalla, pertumbuhan ekonomi, sulsel
Komentar
Dapatkan hadiah berupa smartphone yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Sabtu, 03 November 2018 | 13:40 WIB
WORLDWIDE TAX SYSTEM
Jum'at, 27 September 2019 | 09:54 WIB
WORLD TRANSFER PRICING
Kamis, 22 November 2018 | 16:19 WIB
WORLD TRANSFER PRICING
Jum'at, 25 Agustus 2017 | 12:05 WIB
WORKSHOP PAJAK INTERNASIONAL
berita pilihan
Rabu, 20 November 2019 | 19:34 WIB
PERLUASAN OBJEK CUKAI
Rabu, 20 November 2019 | 18:02 WIB
KETIDAKPASTIAN GLOBAL
Rabu, 20 November 2019 | 17:45 WIB
INVESTASI
Rabu, 20 November 2019 | 17:25 WIB
LOWONGAN KERJA CPNS
Rabu, 20 November 2019 | 17:03 WIB
KEBIJAKAN CUKAI
Rabu, 20 November 2019 | 16:42 WIB
KEBIJAKAN CUKAI
Rabu, 20 November 2019 | 16:15 WIB
KONSULTAN PAJAK
Rabu, 20 November 2019 | 15:07 WIB
PENERIMAAN PAJAK
Rabu, 20 November 2019 | 11:32 WIB
JASA TITIP
Rabu, 20 November 2019 | 08:45 WIB
BERITA PAJAK HARI INI