Fokus
Data & Alat
Rabu, 23 Juni 2021 | 10:02 WIB
KURS PAJAK 23 JUNI 2021-29 JUNI 2021
Senin, 21 Juni 2021 | 11:15 WIB
STATISTIK TARIF PAJAK
Kamis, 17 Juni 2021 | 18:50 WIB
STATISTIK PENGHINDARAN PAJAK
Rabu, 16 Juni 2021 | 08:55 WIB
KURS PAJAK 16 JUNI 2021-22 JUNI 2021
Reportase
Perpajakan.id

Inflasi Inti Rendah, Daya Beli Masyarakat Dinilai Belum Pulih

A+
A-
1
A+
A-
1
Inflasi Inti Rendah, Daya Beli Masyarakat Dinilai Belum Pulih

Pengunjung memilih pakaian di Pasar Besar Sudimampir, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Selasa (4/5/2021). ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/aww.

JAKARTA, DDTCNews – Tim Pengendali Inflasi Pusat (TPIP) menyatakan inflasi inti bulanan yang terus mengalami penurunan sepanjang pandemi Covid-19 mengindikasikan permintaan domestik yang masih lemah.

Per April 2021, inflasi inti tercatat hanya 1,18%, terendah sejak Januari 2020. Inflasi inti yang pada Agustus 2020 masih mencapai 2,03% terus merosot dan tidak pernah melampaui angka 2% terhitung sejak September 2020 hingga April 2021.

"Berbagai indikator permintaan domestik masih rendah yang mengindikasikan daya beli masyarakat yang belum pulih seiring aktivitas ekonomi dan mobilitas yang terbatas," tulis TPIP dalam Analisis Inflasi April 2021, Jumat (7/5/2021).

Baca Juga: DJP Akhirnya Serahkan Penerbit Faktur Pajak Fiktif ke Kejari

Secara lebih terperinci, inflasi inti pada komponen nonmakanan selain emas tercatat sebesar 0,93%. Inflasi inti pada komponen nonmakanan selain emas ini, masih rendah terutama akibat rendahnya inflasi pada kelompok jasa.

Perlambatan juga terjadi pada inflasi kelompok barang nondurable, sedangkan inflasi pada kelompok barang durable atau tahan lama mulai sedikit meningkat.

Dilihat dari perkembangan pada sektor keuangan, permintaan domestik yang lemah tercermin pada pertumbuhan kredit konsumsi yang sangat rendah pada Maret 2021 yaitu masih terkontraksi hingga -1,07%.

Baca Juga: Bantuan Usaha Mikro Jadi Temuan BPK, Ini Respons Kemenkop UKM

Seperti diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat konsumsi rumah tangga masih terkontraksi dalam pada kuartal I/2021. Konsumsi rumah tangga tercatat masih terkontraksi cukup dalam hingga -2,23%.

BPS mencatat terdapat kontraksi pada penjualan dari seluruh kelompok barang mulai dari makanan, minuman, dan tembakau; sandang; suku cadang; bahan bakar kendaraan; dan lain-lain. Penjualan wholesale mobil dan sepeda motor serta jumlah penumpang angkutan rel, laut, dan udara juga masih mengalami kontraksi.

Dari data yang dipaparkan BPS, perbaikan ekonomi domestik disokong oleh tumbuh tingginya ekspor dan terpangkasnya kontraksi pembentukan modal tetap bruto (PMTB). Ekspor tercatat tumbuh hingga 6,74% setelah rutin terkontraksi sepanjang kuartal II/2020 hingga kuartal IV/2020. (rig)

Baca Juga: Wah, Sumbangan PPN Batu Bara terhadap Penerimaan Tembus Rp439 Miliar

Topik : Tim pengendali inflasi pusat TPIP, inflasi inti, daya beli masyarakat, pemulihan ekonomi, nasional
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Selasa, 22 Juni 2021 | 15:30 WIB
PAJAK KEKAYAAN
Selasa, 22 Juni 2021 | 13:49 WIB
AUDIT KEUANGAN NEGARA
Selasa, 22 Juni 2021 | 12:00 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Selasa, 22 Juni 2021 | 11:30 WIB
BELGIA
berita pilihan
Kamis, 24 Juni 2021 | 19:09 WIB
REVISI UU KUP
Kamis, 24 Juni 2021 | 19:00 WIB
PENEGAKAN HUKUM
Kamis, 24 Juni 2021 | 18:35 WIB
SPANYOL
Kamis, 24 Juni 2021 | 18:30 WIB
KABUPATEN CIAMIS
Kamis, 24 Juni 2021 | 18:20 WIB
KABUPATEN MEMPAWAH
Kamis, 24 Juni 2021 | 18:05 WIB
KABUPATEN SANGGAU
Kamis, 24 Juni 2021 | 18:00 WIB
AUDIT KEUANGAN NEGARA
Kamis, 24 Juni 2021 | 17:43 WIB
LKPP 2020
Kamis, 24 Juni 2021 | 17:04 WIB
PELAYANAN PAJAK
Kamis, 24 Juni 2021 | 17:00 WIB
PROVINSI DKI JAKARTA