Fokus
Data & Alat
Rabu, 05 Mei 2021 | 14:32 WIB
STATISTIK TARIF PAJAK
Rabu, 05 Mei 2021 | 08:55 WIB
KURS PAJAK 5 MEI - 11 MEI 2021
Selasa, 04 Mei 2021 | 16:30 WIB
KMK 25/2021
Rabu, 28 April 2021 | 08:53 WIB
KURS PAJAK 28 APRIL - 4 MEI 2021
Reportase
Perpajakan.id

IMF Desak Pemerintah Naikkan PPN Hingga 16%

A+
A-
0
A+
A-
0
IMF Desak Pemerintah Naikkan PPN Hingga 16%

Ilustrasi.

NAIROBI, DDTCNews – International Monetary Fund (IMF) meminta Kenya untuk meningkatkan tarif PPN atas konsumsi seluruh jenis BBM guna memangkas nilai defisit anggaran dan menekan pembiayaan utang.

Menurut IMF, Kenya sebaiknya mengenakan PPN BBM dengan tarif sebesar 16% dari sebelumnya 8%, terutama ketika harga minyak mentah sedang mengalami penurunan.

"Jika diperlukan untuk memenuhi tujuan fiskal, pemerintah perlu memanfaatkan harga BBM yang rendah dengan menyelaraskan tarif PPN dengan tarif normal," tulis IMF kepada Pemerintah Kenya seperti dilansir www.theeastafrican.co.ke, dikutip Jumat (9/4/2021).

Baca Juga: Krisis Tabung Oksigen, Negara Bagian Minta Pembebasan Pajak

Pasokan minyak yang berlebih dan volatilitas pada pasar minyak mentah dinilai bisa berdampak positif terhadap Kenya. Menurut IMF, kondisi tersebut berpotensi meringankan tekanan terhadap external balance.

Untuk diketahui, dorongan dari IMF untuk meningkatkan tarif PPN sebanyak 2 kali lipat adalah bagian dari perjanjian pemberian IMF kepada Kenya senilai US$2,34 miliar atau Rp34,14 triliun guna merespons penanganan pandemi Covid-19.

Pemerintah Kenya selama ini cenderung enggan menarik pinjaman dari organisasi internasional seperti IMF dan World Bank. Namun kali ini, Kenya terpaksa menarik pinjaman ke IMF akibat situasi arus kas yang memburuk, penerimaan yang turun, dan kewajiban pembayaran utang yang meningkat.

Baca Juga: Penerbitan Laporan Soal Skema Pelaporan Pajak Cryptocurrency Ditunda

Sesungguhnya, Pemerintah Kenya sejak 2013 sudah berkali-kali berencana meningkatkan PPN atas BBM menjadi 16% sesuai dengan tarif umum. Meski demikian, rencana kenaikan tarif tersebut tak kunjung terealisasikan.

Presiden Kenya Uhuru Kenyatta pada tahun 2018 sebelumnya pernah menaikkan tarif PPN menjadi 16%, tetapi terpaksa harus diturunkan kembali ke 8% seiring dengan protes besar dari masyarakat dan pengusaha. (rig)

Baca Juga: Rencana Pengenaan Pajak Turis Kembali Ditunda
Topik : kenya, tarif PPN, bahan bakar minyak, IMF, kebijakan pajak, pajak internasional
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Selasa, 04 Mei 2021 | 18:30 WIB
AMERIKA SERIKAT
Selasa, 04 Mei 2021 | 14:45 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
berita pilihan
Senin, 10 Mei 2021 | 14:12 WIB
PENGADILAN PAJAK
Senin, 10 Mei 2021 | 13:51 WIB
VAKSIN COVID-19
Senin, 10 Mei 2021 | 13:15 WIB
PENGADILAN PAJAK
Senin, 10 Mei 2021 | 13:10 WIB
THAILAND
Senin, 10 Mei 2021 | 13:00 WIB
PROVINSI DKI JAKARTA
Senin, 10 Mei 2021 | 12:54 WIB
TUNJANGAN HARI RAYA
Senin, 10 Mei 2021 | 12:30 WIB
KABUPATEN SUBANG
Senin, 10 Mei 2021 | 11:45 WIB
SURVEI BANK INDONESIA