SARAJEVO, DDTCNews - Anggota Parlemen di Bosnia-Herzegovina mendesak penghapusan pengecualian PPN atas perjudian pada tahun ini.
Seruan menghapus pengecualian PPN atas perjudian ini disampaikan oleh 2 anggota parlemen Mia Karamehic Abazovic dan rekannya Amir Puric. Pengecualian judi dari PPN yang selama ini berlaku dianggap telah menyuburkan praktik judi di negara tersebut.
"Saat ini, permainan judi adalah satu-satunya aktivitas legal yang menimbulkan kecanduan tetapi tidak dikenakan pajak di tingkat negara," kata Abazovic, dikutip pada Sabtu (24/1/2026).
Abazovic dan Puric menyampaikan usulan perpajakan sektor perjudian yang "adil dan bertanggung jawab". Alasannya, negara perlu mengendalikan aktivitas yang menimbulkan dampak buruk bagi masyarakat seperti judi.
Mereka pun membandingkan pengaturan soal judi dengan produk lain yang sama-sama dianggap berbahaya. Misal, rokok dan minuman beralkohol yang dikenakan PPN dan cukai sekaligus.
Abazovic dan Puric menyebut saat ini tidak ada dasar moneter, hukum, atau sosial yang memungkinkan perjudian bisa menikmati fasilitas pajak yang lebih menguntungkan daripada sektor lain yang dibutuhkan masyarakat seperti makanan, obat-obatan, dan buku.
Apabila disetujui dan diterapkan, mereka juga mengusulkan penerimaan dari PPN perjudian digunakan untuk menambah anggaran di sektor kesehatan. Dana tambahan tersebut bisa dipakai untuk membantu memperkuat dukungan bagi pasien kanker dan pengobatan penyakit serius dan langka dan membantu pembelian peralatan medis penting.
Sejak disampaikan ke publik, usulan penghapusan pengecualian PPN atas perjudian tetap mendapat kritik karena dianggap populis dan tidak efektif mengendalikan praktik perjudian. Meski demikian, Abazovic menegaskan akan terus mengupayakan agar proposalnya disetujui.
"Masyarakat jelas menyadari besarnya masalah yang ditimbulkan oleh perjudian dan menuntut pajak yang memadai atas aktivitas ini," ujarnya dilansir sbcnews.co.uk. (dik)
