Review
Rabu, 19 Januari 2022 | 15:20 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 19 Januari 2022 | 14:15 WIB
OPINI PAJAK
Rabu, 19 Januari 2022 | 11:15 WIB
TAJUK PAJAK
Rabu, 19 Januari 2022 | 10:15 WIB
DIRJEN PERIMBANGAN KEUANGAN ASTERA PRIMANTO BHAKTI:
Fokus
Literasi
Jum'at, 21 Januari 2022 | 17:20 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 21 Januari 2022 | 17:05 WIB
PROFIL PAJAK KOTA TASIKMALAYA
Jum'at, 21 Januari 2022 | 15:00 WIB
TIPS PAJAK
Rabu, 19 Januari 2022 | 16:00 WIB
TIPS PAJAK
Data & Alat
Rabu, 19 Januari 2022 | 09:17 WIB
KURS PAJAK 19 JANUARI - 25 JANUARI 2022
Rabu, 12 Januari 2022 | 09:01 WIB
KURS PAJAK 12 JANUARI - 18 JANUARI 2022
Rabu, 05 Januari 2022 | 08:15 WIB
KURS PAJAK 5 JANUARI - 11 JANUARI 2022
Senin, 03 Januari 2022 | 10:45 WIB
KMK 70/2021
Reportase
Perpajakan.id

DJBC Fasilitasi Hibah Impor Alat Kesehatan dari Pemerintah Australia

A+
A-
1
A+
A-
1
DJBC Fasilitasi Hibah Impor Alat Kesehatan dari Pemerintah Australia

Ilustrasi. Petugas mendata peralatan medis berupa alat ventilator. ANTARA FOTO/Didik Suhartono/foc.

JAKARTA, DDTCNews—Ditjen Bea dan Cukai terus memberikan fasilitas kepabeanan untuk impor berbagai alat kesehatan yang dibutuhkan dalam penanganan pandemi virus Corona.

Baru-baru ini, Kantor Bea Cukai Soekarno Hatta memberikan fasilitas atau kemudahan atas impor alat-alat kesehatan yang dihibahkan dari pemerintah Australia untuk Indonesia senilai AU$2 juta atau sekitar Rp19,4 miliar.

Kepala Kantor Bea Cukai Soekarno Hatta Finari Manan mengatakan fasilitas yang diberikan tersebut berupa layanan rush handling atau pelayanan segera agar alat kesehatan tersebut bisa segera dimanfaatkan untuk penanganan pandemi.

Baca Juga: Tak Ada Lagi Celah Hindari Petugas Pajak, Aset Kripto Harus Dilaporkan

"Sebagai bagian dari pemerintah dan masyarakat, Bea Cukai memberikan berbagai fasilitas kemudahan dan percepatan proses impor barang untuk penanggulangan pandemi," katanya dalam keterangan tertulis, Jumat (7/8/2020).

Fasilitas rush handling diatur Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No 148/PMK.04/2007. Layanan tersebut diberikan atas barang impor tertentu yang memiliki karakteristik perlu pelayanan segera untuk dikeluarkan dari kawasan pabean atau bandara.

Finari menyebut impor barang hibah tersebut berupa 100 unit ventilator noninvasif yang merupakan bagian dari paket peralatan medis dan laboratorium kritikal dari pemerintah Australia untuk Indonesia.

Baca Juga: Pajak Transaksi Elektronik 1,75 Persen Diusulkan ke DPR

Dia menambahkan pengiriman bantuan itu merupakan hibah yang didasari kerja sama kemitraan antara pemerintah Indonesia dan pemerintah Australia dalam menghadapi tantangan kesehatan dan ekonomi bersama.

Barang hibah tersebut didatangkan dari Brisbane dan diangkut menggunakan maskapai penerbangan Malaysia Airlines. "Setibanya di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, barang langsung ditangani petugas Bea Cukai," ujarnya.

Sementara itu, Duta Besar Australia untuk Indonesia Gary Quinlan menyatakan pemerintah Australia akan membantu negara-negara mitra untuk segera terbebas dari pandemi virus Corona atau Covid-19.

Baca Juga: Objek Tak Kena PPN Dikurangi, Sektor Informal Diharapkan Masuk Sistem

"Pandemi telah mempengaruhi kawasan Indo-Pasifik dan Australia akan terus bekerja dalam kemitraan dengan Indonesia untuk meminimalkan dampak Covid-19," katanya.

Selain layanan rush handling, impor alat kesehatan tersebut juga mendapat pembebasan bea masuk dan pajak dalam rangka impor, seperti yang diatur dalam PMK No. 70/PMK.04/2012. (rig)

Baca Juga: Bebas Risiko! Wamenkeu Ajak Peserta PPS Tempatkan Harta di SBN
Topik : djbc, fasilitas bea masuk, pembebasan pajak dalam rangka impor, hibah, australia, nasional

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Kamis, 20 Januari 2022 | 12:24 WIB
KEPATUHAN PAJAK

Jaga Kepatuhan WP dan Keadilan Pajak, Konsultan Punya Peran Penting

Kamis, 20 Januari 2022 | 12:00 WIB
PAKISTAN

Kejar Penerimaan Negara, Pajak Isi Ulang Pulsa Naik Jadi 15 Persen

Kamis, 20 Januari 2022 | 11:00 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Pulihkan Sektor UMKM, Plafon KUR 2022 Naik Jadi Rp373 Triliun

Kamis, 20 Januari 2022 | 10:00 WIB
PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL

Sri Mulyani Soroti Dana Simpanan Pemda di Bank yang Masih Tinggi

berita pilihan

Jum'at, 21 Januari 2022 | 17:30 WIB
KABUPATEN TEMANGGUNG

NJOP Naik Drastis, Paguyuban Kades Kompak Menolak

Jum'at, 21 Januari 2022 | 17:20 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI

Sengketa Tanggung Jawab Renteng atas Pembayaran PPN

Jum'at, 21 Januari 2022 | 17:05 WIB
PROFIL PAJAK KOTA TASIKMALAYA

Simak Profil Pajak Kota Mutiara dari Priangan Timur

Jum'at, 21 Januari 2022 | 17:00 WIB
KABUPATEN SUKAMARA

Optimalkan Pajak Pusat dan Daerah, Pemda Teken MoU dengan DJP

Jum'at, 21 Januari 2022 | 16:11 WIB
HASIL DEBAT 30 Desember 2021—19 Januari 2022

77,24% Peserta Debat Setuju Sidang Online Tetap Ada Pascapandemi

Jum'at, 21 Januari 2022 | 16:00 WIB
GHANA

Pajak Transaksi Elektronik 1,75 Persen Diusulkan ke DPR

Jum'at, 21 Januari 2022 | 15:52 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Objek Tak Kena PPN Dikurangi, Sektor Informal Diharapkan Masuk Sistem

Jum'at, 21 Januari 2022 | 15:35 WIB
UU HPP

Dirjen Pajak Sebut Pengesahan UU HPP Tak Sulut Konfrontasi