Fokus
Literasi
Senin, 19 Oktober 2020 | 17:30 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 19 Oktober 2020 | 16:49 WIB
TIPS PAJAK
Senin, 19 Oktober 2020 | 16:20 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Senin, 19 Oktober 2020 | 15:58 WIB
PENAGIHAN PAJAK DENGAN SURAT PAKSA (4)
Data & alat
Jum'at, 16 Oktober 2020 | 15:24 WIB
MATRIKS AREA KEBIJAKAN
Rabu, 14 Oktober 2020 | 09:25 WIB
KURS PAJAK 14 OKTOBER - 20 OKTOBER 2020
Jum'at, 09 Oktober 2020 | 17:53 WIB
STATISTIK MANAJEMEN PAJAK
Rabu, 07 Oktober 2020 | 14:57 WIB
STATISTIK PENANGANAN COVID-19
Komunitas
Selasa, 20 Oktober 2020 | 14:11 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2020
Selasa, 20 Oktober 2020 | 10:17 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2020
Senin, 19 Oktober 2020 | 15:36 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2020
Senin, 19 Oktober 2020 | 10:13 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2020
Kolaborasi
Selasa, 20 Oktober 2020 | 14:10 WIB
KONSULTASI
Selasa, 20 Oktober 2020 | 09:45 WIB
KONSULTASI
Selasa, 13 Oktober 2020 | 14:13 WIB
KONSULTASI
Selasa, 13 Oktober 2020 | 11:54 WIB
KONSULTASI
Reportase

Digedor Skandal Pajak, Ini Jawaban Presiden Trump

A+
A-
1
A+
A-
1
Digedor Skandal Pajak, Ini Jawaban Presiden Trump

Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Foto: Kevin Lamarque, Reuters/france24.com)

WASHINGTON, DDTCNews -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Senin (28/9/2020) mengatakan jika dia telah membayar ‘pajak jutaan dolar’. Namun, dia menyebut berhak atas depresiasi dan kredit pajak serta memiliki lebih banyak aset daripada utang.

Pernyataan itu disampaikan Trump melalui serangkaian cuitan di Twitter sebagai tanggapan atas laporan New York Times yang menyebutnya hanya membayar pajak penghasilan federal US$750 atau setara dengan Rp11,1 juta pada 2016 dan 2017, setelah melaporkan kerugian besar bisnisnya.

“Saya membayar pajak jutaan dolar, tetapi sama halnya seperti semua orang , saya juga berhak atas depresiasi & kredit pajak. Saya sangat under leveraged, saya memiliki utang yang sangat sedikit dibandingkan dengan nilai aset,” tulis Trump pada akun Twitternya, Senin (28/9/2020)

Baca Juga: Diperiksa Pajaknya, Mascherano Tutup Perusahaan Cangkang

Trump menyebut tuduhan yang dilayangkan padanya itu ‘benar-benar berita palsu’ dan mengatakan jika dia membayar pajak penghasilan dalam jumlah yang besar. Trump juga menambahkan jika semuanya akan ‘terungkap’.

"Pertama-tama, saya membayar banyak dan saya juga membayar banyak pajak pendapatan negara. Semuanya nanti akan terungkap," ungkap Trump.

Adapun dalam laporannya, New York Times menyebut Trump selalu mengalami kerugian bisnis yang lebih besar ketimbang pendapatan yang diperolehnya. Presiden AS ini juga mengurangi besaran pajaknya melalui pengembalian pajak senilai US$72,9 juta.

Baca Juga: Diduga Tunggak Pajak Hingga Ratusan Miliar, Neymar Diselidiki Fiskus

Lapangan golf Trump juga menunjukkan kerugian serius. Di sisi lain, kondisi keuangan Trump menunjukkan adanya utang bernilai ratusan juta dolar AS yang akan segera jatuh tempo. Utang-utang tersebut dijamin sendiri oleh Trump.

Laporan itu juga menyebutkan Trump menikmati gaya hidup mewah seperti tempat tinggal, pesawat, hingga penataan rambut seharga US$70.000 untuk tampil di televisi.

Merespons hal ini, Ketua DPR Nancy Pelosi dari Partai Demokrat menggambarkan temuan tersebut sebagai ‘penghinaan Trump terhadap keluarga pekerja Amerika’.

Baca Juga: Banyak Skandal Pajak, Wacana Ubah Sistem Monarki Mencuat

Anggota Kongres dari Massachusetts Richard Neal mengatakan saat ini lebih penting bagi komite untuk mengakses dokumen laporan pajak Trump. Adapun Neal juga merupakan Ketua House Ways and Means Committee yang sebelumnya tidak berhasil mengetahui laporan pajak Trump

"Tampaknya presiden memanfaatkan ketentuan pajak untuk keuntungannya dan menggunakan upaya hukum untuk menunda atau menghindari pembayaran utangnya," katanya, seperti dilansir wionews.com. (Bsi)

Baca Juga: Beban Pajak Orang Kaya Melonjak Jika Biden Terpilih, Ini Hitungannya
Topik : trump, skandal pajak, jawaban trump
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Sabtu, 15 Februari 2020 | 16:18 WIB
AMERIKA SERIKAT
Rabu, 12 Februari 2020 | 16:15 WIB
AMERIKA SERIKAT
Selasa, 11 Februari 2020 | 11:20 WIB
PEMAKZULAN PRESIDEN AS
Kamis, 06 Februari 2020 | 16:43 WIB
AMERIKA SERIKAT
berita pilihan
Selasa, 20 Oktober 2020 | 15:15 WIB
UNI EMIRAT ARAB
Selasa, 20 Oktober 2020 | 15:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Selasa, 20 Oktober 2020 | 14:49 WIB
PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL
Selasa, 20 Oktober 2020 | 14:46 WIB
SINGAPURA
Selasa, 20 Oktober 2020 | 14:12 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Selasa, 20 Oktober 2020 | 14:11 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2020
Selasa, 20 Oktober 2020 | 14:10 WIB
KONSULTASI
Selasa, 20 Oktober 2020 | 13:41 WIB
PAJAK KENDARAAN BERMOTOR
Selasa, 20 Oktober 2020 | 13:35 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Selasa, 20 Oktober 2020 | 13:03 WIB
EDUKASI PAJAK