Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Darmin: Tidak Andalkan Ekspor Justru Buat Indonesia Jauh dari Resesi

A+
A-
1
A+
A-
1

Menko Perekonomian Darmin Nasution.

JAKARTA, DDTCNews – Laju pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal III/2019 diprediksi tetap bergerak di kisaran 5%. Faktor domestik masih menjadi penopang utama gerak pertumbuhan.

Menko Perekonomian Darmin Nasution masih optimistis pertumbuhan ekonomi tetap positif di kisaran 5% pada kuartal III/2019. Konsumsi rumah tangga diperkirakan masih menjadi variabel yang menopang laju pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) tetap berada di teritori positif.

“Kalau 5% saya kira pasti [bisa dicapai] dan bisa dilihat dari konsumsi rumah tangga. Kita itu lebih banyak tergantung permintaan di dalam negeri daripada ekspor,” katanya di Kantor Kemenko Perekonomian, Rabu (9/10/2019).

Baca Juga: Wamenkeu: Pertumbuhan Ekonomi 5% Masih Bagus, Tapi Tidak Cukup

Mantan Gubernur Bank Indonesia itu menyebutkan kondisi Indonesia berbeda dengan negara lain di Kawasan Asean seperti Malaysia dan Singapura yang berisiko mengalami resesi ekonomi. Kedua negara tersebut mengalami perlambatan ekonomi karena besarnya kontribusi ekspor dalam struktur perekonomian.

Sementara itu, sambung Darmin, situasi Indonesia banyak bertumpu kepada konsumsi rumah tangga di dalam negeri. Oleh karena itu, pemerintah terus fokus untuk menjaga konsumsi domestik tetap tinggi tahun ini.

“Porsi ekspor-impor kita di dalam ekonomi tidak setinggi Malaysia atau Thailand sehingga dia (pertumbuhan ekonomi Indonesia) masih bisa bertahan sampai 5%,” ujarnya.

Baca Juga: Presiden Jokowi: Jangan Dikit-dikit Diambil BUMN

Darmin melanjutkan perbaikan regulasi menjadi alat andalan pemerintah untuk meningkatkan denyut perekonomian. Omnibus law perizinan menjadi agenda terdekat yang dilakukan pada penghujung masa bakti Kabinet Kerja 2014-2019.

“Kita sedang memikirkan penyederhanaan lebih lanjut dari perizinan melalui omnibus law. Itu kalaupun di pemerintahan ini tidak selesai, minimal bahannya sudah selesai sehingga pemerintahan mendatang bisa menyelesaikannya,” imbuh Darmin. (kaw)

Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Bertahan di Kisaran 5%, Ini Penjelasan Sri Mulyani

“Kalau 5% saya kira pasti [bisa dicapai] dan bisa dilihat dari konsumsi rumah tangga. Kita itu lebih banyak tergantung permintaan di dalam negeri daripada ekspor,” katanya di Kantor Kemenko Perekonomian, Rabu (9/10/2019).

Baca Juga: Wamenkeu: Pertumbuhan Ekonomi 5% Masih Bagus, Tapi Tidak Cukup

Mantan Gubernur Bank Indonesia itu menyebutkan kondisi Indonesia berbeda dengan negara lain di Kawasan Asean seperti Malaysia dan Singapura yang berisiko mengalami resesi ekonomi. Kedua negara tersebut mengalami perlambatan ekonomi karena besarnya kontribusi ekspor dalam struktur perekonomian.

Sementara itu, sambung Darmin, situasi Indonesia banyak bertumpu kepada konsumsi rumah tangga di dalam negeri. Oleh karena itu, pemerintah terus fokus untuk menjaga konsumsi domestik tetap tinggi tahun ini.

“Porsi ekspor-impor kita di dalam ekonomi tidak setinggi Malaysia atau Thailand sehingga dia (pertumbuhan ekonomi Indonesia) masih bisa bertahan sampai 5%,” ujarnya.

Baca Juga: Presiden Jokowi: Jangan Dikit-dikit Diambil BUMN

Darmin melanjutkan perbaikan regulasi menjadi alat andalan pemerintah untuk meningkatkan denyut perekonomian. Omnibus law perizinan menjadi agenda terdekat yang dilakukan pada penghujung masa bakti Kabinet Kerja 2014-2019.

“Kita sedang memikirkan penyederhanaan lebih lanjut dari perizinan melalui omnibus law. Itu kalaupun di pemerintahan ini tidak selesai, minimal bahannya sudah selesai sehingga pemerintahan mendatang bisa menyelesaikannya,” imbuh Darmin. (kaw)

Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Bertahan di Kisaran 5%, Ini Penjelasan Sri Mulyani
Topik : perekonomian Indonesia, PDB, Darmin Nasution, resesi
Komentar
Dapatkan hadiah berupa smartphone yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Selasa, 21 Juni 2016 | 16:31 WIB
RUU PENGAMPUNAN PAJAK
Kamis, 14 Juli 2016 | 10:38 WIB
KEBIJAKAN PAJAK 2017
Kamis, 14 Juli 2016 | 13:25 WIB
PENGAMPUNAN PAJAK
Kamis, 14 Juli 2016 | 14:58 WIB
PENGAMPUNAN PAJAK
berita pilihan
Selasa, 19 Februari 2019 | 15:58 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Jum'at, 13 Desember 2019 | 11:45 WIB
TATA KELOLA ORGANISASI
Sabtu, 24 Juni 2017 | 10:11 WIB
PENERIMAAN PAJAK 2017
Senin, 07 Oktober 2019 | 17:36 WIB
SE-24/2019
Kamis, 01 Agustus 2019 | 14:11 WIB
TRANSFORMASI PROSES BISNIS
Selasa, 27 Agustus 2019 | 15:35 WIB
KEPATUHAN PAJAK
Senin, 06 Mei 2019 | 14:30 WIB
PMK 49/2019
Jum'at, 26 Oktober 2018 | 15:43 WIB
PEKAN INKLUSI 2018
Jum'at, 25 Agustus 2017 | 12:05 WIB
WORKSHOP PAJAK INTERNASIONAL
Rabu, 24 Agustus 2016 | 10:48 WIB
RAKORNAS APIP