Fokus
Data & Alat
Senin, 21 Juni 2021 | 11:15 WIB
STATISTIK TARIF PAJAK
Kamis, 17 Juni 2021 | 18:50 WIB
STATISTIK PENGHINDARAN PAJAK
Rabu, 16 Juni 2021 | 08:55 WIB
KURS PAJAK 16 JUNI 2021-22 JUNI 2021
Rabu, 09 Juni 2021 | 09:05 WIB
KURS PAJAK 9 JUNI 2021-15 JUNI 2021
Komunitas
Senin, 21 Juni 2021 | 17:30 WIB
IBI KWIK KIAN GIE
Senin, 21 Juni 2021 | 15:30 WIB
UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
Minggu, 20 Juni 2021 | 08:00 WIB
SEKJEN APSyFI REDMA GITA WIRAWASTA
Sabtu, 19 Juni 2021 | 07:00 WIB
KOMIK PAJAK
Reportase
Perpajakan.id

Biaya Penambangan Bitcoin Bisa Jadi Pengurang Penghasilan Kena Pajak

A+
A-
0
A+
A-
0
Biaya Penambangan Bitcoin Bisa Jadi Pengurang Penghasilan Kena Pajak

Ilustrasi.

SEOUL, DDTCNews – Penambang Bitcoin dan cryptocurrency lainnya di Korea Selatan nantinya akan diperbolehkan untuk mengakui biaya penambangan sebagai pengurang penghasilan kena pajak.

Dalam proses penambangan Bitcoin atau cryptocurrency lainnya, biaya yang biasanya timbul dan ditanggung penambang adalah biaya listrik. Biaya ini nantinya dapat diakui wajib pajak penambang Bitcoin.

“Penambang harus dapat membuktikan seberapa besar biaya listrik yang timbul untuk penambangan cryptocurrency. Biaya harus dilaporkan bersama dengan laporan penghasilan pada Mei," ujar seorang pejabat Kementerian Keuangan Korea Selatan, dikutip pada Kamis (6/5/2021).

Baca Juga: Penerimaan Pajak Lampaui Target, Pemerintah Mau Tambah Stimulus

Mulai tahun depan, wajib pajak yang memperoleh laba dari transaksi cryptocurrency diwajibkan untuk membayar pajak dengan tarif sebesar 20%. Wajib pajak yang dimaksud tidak hanya mencakup trader yang selama ini memperoleh keuntungan melalui trading, tetapi juga penambang.

Seperti dilansir pulsenews.co.kr, sepanjang wajib pajak mendapatkan laba senilai KRW2,5 juta dalam setahun melalui transaksi cryptocurrency, laba dari transaksi tersebut akan dikenai pajak dengan tarif sebesar 20%.

Adapun aktivitas penambangan Bitcoin (Bitcoin mining) merupakan aktivitas yang memerlukan suplai listrik yang amat tinggi. Cambridge University mengestimasi total energi listrik yang dibutuhkan untuk penambangan cryptocurrency mencapai 121,36 terawatt-hours (TwH) per tahun.

Baca Juga: Bappebti Usulkan Pengenaan PPh Final atas Cryptocurrency

Total energi listrik yang dibutuhkan untuk penambangan cryptocurrency diperkirakan lebih tinggi dibandingkan dengan total konsumsi listrik di Argentina. (kaw)

Topik : Korea Selatan, Bitcoin, cryptocurrency, pengurang penghasilan kena pajak
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Jum'at, 30 April 2021 | 14:41 WIB
KOREA SELATAN
Senin, 26 April 2021 | 10:34 WIB
KOREA SELATAN
Rabu, 21 April 2021 | 13:47 WIB
KOREA SELATAN
berita pilihan
Selasa, 22 Juni 2021 | 10:48 WIB
APBN 2021
Selasa, 22 Juni 2021 | 10:15 WIB
KEBIJAKAN CUKAI
Selasa, 22 Juni 2021 | 10:03 WIB
PMK 61/2021
Selasa, 22 Juni 2021 | 10:00 WIB
KOTA BENGKULU SELATAN
Selasa, 22 Juni 2021 | 09:58 WIB
KONSULTASI
Selasa, 22 Juni 2021 | 09:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Selasa, 22 Juni 2021 | 08:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Selasa, 22 Juni 2021 | 08:04 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Senin, 21 Juni 2021 | 18:34 WIB
KINERJA FISKAL