JAKARTA, DDTCNews — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan penyerapan anggaran program makan bergizi gratis (MBG) pada tahun ini tidak boleh melebihi Rp240 triliun.
Purbaya bahkan memperkirakan penyerapan anggaran MBG pada tahun ini tidak akan melebihi Rp200 triliun bila Badan Gizi Nasional (BGN) melaksanakan program dengan tepat.
"Kita lihat apakah langkah-langkah efisiensi yang dijalankan BGN akan benar-benar menekan ke bawah atau tidak. Namun, saya pikir patokannya segitu, Rp240 triliun maksimal. Dugaan saya akan signifikan di bawah angka itu," ujar Purbaya, dikutip pada Rabu (9/9/2026).
Purbaya mengatakan BGN sendiri telah melakukan banyak penghematan pada tahun ini. Hal ini terbukti pada penurunan alokasi anggaran dari yang awalnya Rp330 triliun menjadi maksimal hanya Rp240 triliun.
"Sudah ada penghematan besar. Tahun ini kan tadinya Rp330 triliun, turun ke Rp270 triliun, lalu turun ke Rp240 triliun. Saya pikir tahun ini implementasinya akan di bawah Rp200 triliun," ujar Purbaya.
Guna menyukseskan upaya efisiensi dimaksud, Purbaya mengatakan pihaknya akan membantu BGN dalam memonitor satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG). Pemantauan (monitoring) akan dilaksanakan oleh Kemenkeu melalui perwakilan Ditjen Perbendaharaan di daerah.
"Kita kasih masukan ke BGN, bahwa di satu tempat SPPG tentu melakukan kesalahan. Kalau enggak didengar, kita kurangin anggarannya otomatis," ujar Purbaya.
Sebagai informasi, pengurangan anggaran MBG telah dibahas oleh Purbaya bersama Kepala BGN Sudaryono. Dalam pertemuan dimaksud, Purbaya meminta BGN untuk melakukan efisiensi guna menekan alokasi belanja MBG di bawah Rp200 triliun.
"Tahun depan juga dianggarkan Rp240 triliun, tapi saya yakin bisa ditekan ke bawah dengan efisiensi dan pemakaian teknologi," kata Purbaya. (dik)
